Sorothari – 23 Juli 2026 | Polisi memastikan ledakan yang terjadi di sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7/2026) bukan disebabkan oleh bom, melainkan akibat kebocoran gas metana. Hal ini terungkap setelah Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan intensif di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan alat Dräger mendeteksi adanya kandungan gas metana (CH4) di dalam ruangan. “Penyebab ledakan adalah terpicunya gas yang bocor hingga memenuhi ruangan, lalu berdetonasi dan mengakibatkan ledakan,” ujarnya di Medan, Rabu (22/7/2026).
Baca juga:Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian menambahkan bahwa ciri khas ledakan gas berbeda dengan ledakan bom. “Kalau bom itu kan selalu ada pusat ledakan, di mana bom itu ditaruh. Dari sana, nanti sumber rusaknya ke segala arah. Tapi, kalau di gas tidak ada. Semua ruangan itu rusak. Jadi menyebar. Itu perbedaan antara detonasi gas dengan bom,” jelas Roy.
Ledakan terjadi pada pukul 15.30 WIB di rumah tiga lantai di Jalan Mustang, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia. Akibat ledakan, tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka. Sejumlah rumah di sekitar juga mengalami kerusakan parah. Tim gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Perusahaan Gas Negara (PGN) langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Roy Tenno Siburian mengungkapkan bahwa gas metana yang lebih ringan dari udara terakumulasi di lantai dua rumah, yang mengalami kerusakan paling parah. “Kasus yang seperti itu sebenarnya menunjukkan gas metana yang bisa terdetonasi karena metana itu lebih ringan daripada udara, terdetonasi. Maka bagian paling atasnya itu yang paling rusak,” katanya. Ruangan di lantai dua memiliki void yang menghubungkan dengan lantai satu, sehingga gas menyebar ke seluruh area.
Baca juga:Pemicu detonasi gas masih diselidiki, namun ditemukan adanya dupa di lokasi yang diduga menjadi percikan api. “Nah penyebab apa yang mendetonasi ini sangat mungkin banyak. Pertama, di sana memang kita temukan juga ada dupa. Lalu ada kegiatan-kegiatan di sana yang bisa memicu. Jadi ini sangat banyak kemungkinan yang bisa memicu,” ujar Roy.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya masih fokus pada penyelidikan teknis. “Di sini kami yang melakukan investigasi. Faktanya pertama tadi sudah dikatakan adanya kebocoran gas yang ada di dalam TKP. Besok kami akan melakukan lanjutan olah TKP dengan menggunakan beberapa bantuan alat tambahan. Kita akan mengurut terkait dengan pipa-pipa yang lain,” ungkapnya.
Beredar isu di media sosial yang mengaitkan ledakan dengan serangan saingan bisnis, namun Kapolrestabes membantahnya. “Untuk kemungkinan lainnya, biar nanti kami yang mendalaminya,” ucap Calvijn. Dengan hasil Labfor yang final, polisi pastikan ledakan di rumah Grand Polonia Medan bukan dari bom, melainkan murni akibat kebocoran gas metana. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan sumber kebocoran pipa gas dan mencegah kejadian serupa.
Baca juga:












