Berita  

Kesaksian Warga Lihat Detik-detik Rumah Mewah di Polonia Meledak, Diduga Masih Ada Orang Terjebak

Kesaksian Warga Lihat Detik-detik Rumah Mewah di Polonia Meledak, Diduga Masih Ada Orang Terjebak
Kesaksian Warga Lihat Detik-detik Rumah Mewah di Polonia Meledak, Diduga Masih Ada Orang Terjebak

Sorothari – 21 Juli 2026 | Kesaksian warga lihat detik-detik rumah mewah di Polonia meledak, diduga masih ada orang terjebak menjadi sorotan utama setelah sebuah rumah elite di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, mengalami ledakan dahsyat pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan tersebut tidak hanya merobohkan bangunan dua lantai tersebut, tetapi juga menyebabkan beberapa orang terluka dan diduga masih ada korban yang tertimbun reruntuhan.

Seorang pekerja bangunan yang selamat, Wiwi, menuturkan detik-detik menjelang ledakan. Ia mengaku sempat melihat kilatan cahaya putih masuk ke dalam rumah sebelum suara ledakan keras terdengar. “Sebelum terjadi ledakan keras, saya sempat melihat ada cahaya putih masuk ke dalam rumah. Setelah itu tiba-tiba ada suara ledakan dan bangunan langsung ambruk,” ujar Wiwi yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Baca juga:
Info Penting: Urus KK, KTP, hingga Akta Kelahiran Kini Bebas Surat Pengantar RT/RW

Saksi lain, Wiwin, yang juga seorang pekerja bangunan, menambahkan bahwa ia bersama lima rekannya tengah beristirahat setelah memasang marmer di rumah sebelah lokasi ledakan. “Iya tangan saya ini terkena serpihan kaca yang terlempar dari rumah ini,” katanya. Begitu mendengar ledakan, mereka langsung berlari menyelamatkan diri agar tidak tertimpa material bangunan.

Penyebab Diduga Kebocoran Pipa Gas

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, langsung turun ke lokasi untuk memimpin proses identifikasi awal. Berdasarkan penyelidikan sementara, ledakan diduga kuat dipicu oleh kebocoran pada instalasi pipa gas bawah tanah. “Kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ. Namun demikian, ini dugaan baru investigasi awal,” ungkap Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Kuatnya ledakan tidak hanya meluluhlantakkan struktur bangunan, tetapi juga meruntuhkan balkon hingga menimpa tiga unit mobil mewah di halaman rumah. Gelombang kejut ledakan turut merusakkan kaca dan dinding sejumlah rumah di sekitarnya. Petugas kepolisian langsung memasang garis steril di sekeliling area untuk mencegah warga mendekat dan mengantisipasi potensi ledakan susulan.

Baca juga:
Geruduk Kejati Sumbar, Massa Desak Kajati Dicopot Terkait Dugaan Penjemputan Paksa Peserta Aksi

Korban dan Proses Evakuasi

Berdasarkan data awal, terdapat enam orang yang berada di dalam rumah saat ledakan terjadi. Tiga orang berhasil selamat, yaitu seorang anak balita bernama Jeavelin (2 tahun), seorang sopir bernama Hasan, dan seorang kurir yang belum diketahui identitasnya. Anak balita tersebut mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, pada Selasa (21/7/2026) dini hari, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban tewas dari reruntuhan. “Alhamdulillah, pukul 02.20 WIB, satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara. Untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika.

Hingga saat ini, dua orang lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, TNI AU, Dinas PU Kota Medan, dan Damkar terus berjibaku melakukan pencarian. “Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” ujar Hery. Pemko Medan juga menurunkan alat berat untuk mempermudah evakuasi.

Penanganan dan Imbauan

Kapolrestabes Medan mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi kejadian hingga proses evakuasi selesai. Tim gabungan terus bekerja hati-hati mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran. “Keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera dievakuasi,” ungkap Hery.

Baca juga:
Houthi Serang Dua Kapal Tanker Saudi di Laut Merah, AS Tuding Iran di Balik Aksi

Peristiwa ini menjadi perhatian publik Medan, dan pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti ledakan. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan kebocoran gas di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *