Sorothari – 28 Juli 2026 | Kapolres Metro Jakarta Pusat meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) bentrokan di Menteng dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi. Kombes Reynold EP Hutagalung memimpin kunjungan ke kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026) siang, didampingi Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, serta tokoh masyarakat dan agama.
Dalam tinjauan tersebut, Kapolres memastikan situasi di lokasi mulai kondusif pascainsiden bentrokan yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) pagi. Insiden itu dipicu perselisihan sepele di sebuah warung sarapan, lalu meluas menjadi aksi perusakan dan serangan antarkelompok. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka, serta satu bangunan semi permanen dan empat sepeda motor hangus terbakar.
Baca juga:“Kami ingin memberikan imbauan kepada warga, khususnya warga Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, agar tidak terprovokasi dan tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya,” kata Kombes Reynold kepada awak media. Ia menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kepolisian telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini: empat orang untuk perusakan gerobak dan tiga orang untuk penganiayaan. Sebanyak 15 orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan bahwa keributan berawal dari cekcok saat sekelompok orang hendak membeli sarapan namun tidak terlayani dengan baik. Mereka kemudian kembali bersama rekan-rekannya untuk merusak gerobak nasi uduk, yang dibalas warga sehingga terjadi bentrokan.
Polda Metro Jaya mengambil alih penanganan perkara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Dalam situasi seperti ini kita sama-sama mengembalikan situasi itu dalam situasi aman dan kondusif, tidak menjadi pemecah belah,” ujarnya.
Baca juga:Sementara itu, pertemuan antara Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Pegangsaan, Ica Risanggeni, dengan perwakilan keluarga korban yang meninggal dunia (inisial K, 23 tahun) berlangsung di Polda Metro Jaya pada Senin sore. Kedua pihak sepakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum. Ica menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengajak warga tidak takut beraktivitas. “Kami telah berdamai dengan perwakilan keluarga korban, semoga hubungan baik antarmasyarakat tetap terjaga dan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,” kata Ica.
Pengamanan di lokasi diperketat dengan pengerahan satu kompi personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek, serta satu kompi dari Kodam Jaya. Patrolli dilakukan di sekitar Masjid Jami Matraman dan Jalan Pegangsaan, pusat aktivitas warga dan pelaku UMKM. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menjaga semangat ‘Jaga Jakarta’.
Polisi memastikan tidak ada rumah ibadah yang dirusak, dan informasi yang beredar di media sosial mengenai hal tersebut adalah hoaks. Hingga saat ini, aparat terus berjaga dan memantau situasi agar tetap aman. Kapolres Reynold menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang mencoba memprovokasi atau mengganggu ketertiban umum.
Baca juga:












