Sorothari – 01 September 2026 | Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan signifikan setelah meluncurkan awan panas guguran sejauh dua kilometer ke arah barat daya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat luncuran material vulkanik tersebut mengarah langsung ke hulu Kali Sat atau Kali Putih pada Jumat malam sekitar pukul 21.22 WIB, dengan catatan amplitudo maksimum 87,74 milimeter dan durasi gempa mencapai 116,97 detik.
Otoritas kegempaan menetapkan tingkat aktivitas vulkanik Merapi tetap bertahan pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk sepenuhnya mengosongkan zona bahaya yang telah dipetakan, khususnya wilayah alur sungai yang berhulu di kawasan puncak guna menghindari risiko luncuran awan panas maupun potensi banjir lahar saat hujan turun di lereng gunung.
Baca juga:Rangkaian Erupsi Gunung Api di Indonesia
Peningkatan aktivitas Merapi ini disusul oleh erupsi Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung Sinabung memuntahkan kolom abu vulkanik tebal setinggi kurang lebih 3,5 kilometer dari atas puncak pada Senin pagi pukul 10.17 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur dan tenggara.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan bahwa erupsi Gunung Sinabung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan berdurasi sementara sekitar 1 jam 1 menit 48 detik. Saat ini, Gunung Sinabung berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat serta wisatawan dilarang keras beraktivitas di desa-desa yang telah dikosongkan dan direlokasi, serta wajib mematuhi radius bahaya tiga kilometer dari puncak serta radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-timur.
Baca juga:Selain Merapi dan Sinabung, catatan kegempaan Badan Geologi menunjukkan serangkaian erupsi beruntun yang sempat terjadi pada sejumlah gunung api aktif di Indonesia lainnya, di antaranya:
- Gunung Ibu di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara
- Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
- Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur
Data Teknis dan Rekomendasi Mitigasi
Pengamatan teknis terhadap aktivitas vulkanik terus diperbarui untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana. Berikut perbandingan parameter erupsi terkini yang dicatat oleh Badan Geologi:
Baca juga:| Gunung Api | Status Aktivitas | Jarak Luncur / Tinggi Kolom | Arah Luncuran / Sebaran |
|---|---|---|---|
| Merapi | Level III (Siaga) | Awan panas guguran 2.000 meter | Barat Daya (Kali Sat/Putih) |
| Sinabung | Level II (Waspada) | Kolom abu vulkanik 3.500 meter | Timur dan Tenggara |
Pemerintah daerah bersama Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus berkoordinasi secara berkala guna mengantisipasi eskalasi ancaman. Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman sekunder berupa lahar hujan, serta selalu mengikuti arahan keselamatan dari pos pengamatan resmi.













