Sorothari – 27 Juli 2026 | Jepang, Inggris, dan Italia semakin mempercepat realisasi proyek jet tempur generasi terbaru mereka. Sebagai bagian dari program ambisius tersebut, Jepang akan mempersiapkan pabrik Mitsubishi Heavy Industries di Prefektur Aichi sebagai pusat pengembangan dan perakitan pesawat tempur siluman itu. Langkah ini menegaskan komitmen Tokyo dalam memperkuat kerja sama pertahanan dengan dua negara Eropa tersebut.
Menurut laporan yang diperoleh, pabrik Komaki South Plant milik Mitsubishi Heavy Industries (MHI) di Prefektur Aichi, Jepang bagian tengah, akan menjadi basis utama pengembangan jet tempur generasi baru di Negeri Matahari Terbit. Fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi pesawat komersial Mitsubishi Regional Jet (MRJ) itu dijadwalkan mulai beroperasi sebagai pusat pengembangan pada akhir tahun 2026. Sejumlah insinyur dari Inggris telah mulai bekerja di lokasi tersebut untuk merancang desain awal pesawat.
Baca juga:Program kerja sama ini dikenal dengan nama Global Combat Air Programme (GCAP) yang digagas pada 2022. Ketiga negara sepakat untuk mengembangkan pesawat tempur serbaguna dengan teknologi siluman (stealth) yang ditargetkan mulai digunakan pada 2035. Pesawat ini akan dilengkapi radar berkemampuan tinggi untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar serta sistem analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Selain Jepang, Inggris akan mendirikan pusat pengembangan di Warton, sementara Italia memilih Turin sebagai basisnya. Proses desain dan pengembangan secara keseluruhan akan dikerjakan oleh Edgewing, perusahaan patungan yang dibentuk oleh Japan Aircraft Industrial Enhancement Co. Ltd., BAE Systems dari Inggris, dan Leonardo dari Italia. Mitsubishi Heavy Industries menjadikan proyek jet tempur ini sebagai salah satu bisnis strategis setelah menghentikan pengembangan MRJ beberapa waktu lalu.
Baca juga:Program GCAP menarik minat sejumlah negara lain. Kanada baru-baru ini diumumkan sebagai negara pengamat pertama dalam proyek tersebut, sementara Jerman dan Australia juga menyatakan ketertarikan untuk bergabung. Ketiga negara pengembang meyakini bahwa jet tempur generasi baru ini akan menjadi tulang punggung pertahanan udara mereka menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.
Selain radar dan AI, pesawat ini juga akan mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir lainnya. Kolaborasi antara Jepang, Inggris, dan Italia diharapkan mampu menghasilkan pesawat yang lebih unggul dibandingkan platform existing. Pengerjaan desain dan pengembangan dilakukan secara paralel di ketiga negara guna memastikan efisiensi waktu dan biaya.
Baca juga:Dengan disiapkannya pabrik Mitsubishi di Aichi, Jepang semakin serius memantapkan posisinya dalam industri pertahanan global. Proyek ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah mendorong kemandirian teknologi militer sekaligus memperkuat aliansi dengan negara-negara sekutu.













