Berita  

Panglima TNI Buka Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2026 yang Melibatkan 21 Negara

Panglima TNI Buka Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2026 yang Melibatkan 21 Negara
Panglima TNI Buka Latihan Militer Gabungan Super Garuda Shield 2026 yang Melibatkan 21 Negara

Sorothari – 01 September 2026 | Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi membuka pelaksanaan latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2026 di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/8/2026). Pembukaan ajang pertahanan gabungan berskala internasional ini menandai dimulainya rangkaian latihan operasional selama dua pekan ke depan yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 September 2026.

Super Garuda Shield edisi tahun ini melibatkan sekitar 5.000 personel angkatan bersenjata dari 21 negara peserta dan pengamat. Negara-negara yang turut ambil bagian dalam perhelatan ini antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, Filipina, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, hingga Vietnam.

Baca juga:
Kemenkes: Dokter Zulfikar Meninggal Akibat Penyakit, Bukan Bullying atau Beban Kerja

Cakupan Operasi dan Lokasi Latihan Militer

Penyelenggaraan Super Garuda Shield 2026 digelar secara tersebar di beberapa titik strategis wilayah Indonesia. Lokasi pelaksanaan mencakup Bandung di Jawa Barat, Baturaja di Sumatera Selatan, Lampung, hingga kawasan Kalimantan Utara. Variasi medan ini disiapkan guna mendukung beragam skenario manuver taktis di lapangan.

Rangkaian materi yang diujikan dalam latihan militer multinasional ini meliputi sejumlah keahlian taktis dan strategis, antara lain:

  • Latihan staf gabungan (joint staff exercise)
  • Simulasi pertahanan dan pertukaran kemampuan operasi siber
  • Operasi lintas udara (airborne operations)
  • Pelatihan perang hutan dan infiltrasi pasukan khusus
  • Operasi pendaratan amfibi
  • Latihan bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana

Selain latihan darat dan udara, matra laut juga memegang peranan krusial. Unsur personel Angkatan Laut AS (US Navy) bersama Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) menggelar rangkaian pelatihan maritim terkoordinasi bersama jajaran TNI AL di perairan sekitar untuk memperkuat interoperabilitas gabungan antarpasukan di laut.

Baca juga:
Aisyah Zakiyyah Bantah Isu Keponakan Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Tantang Buktikan

Penguatan Kemitraan Strategis di Kawasan Indo-Pasifik

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Joy Sakura, menegaskan bahwa latihan bersama ini menjadi cerminan eratnya kemitraan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat serta negara mitra lainnya. Kegiatan ini mempertegas komitmen bersama dalam memelihara stabilitas, kedaulatan, dan keamanan kawasan Indo-Pasifik yang berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Komandan Jenderal Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS, Mayor Jenderal Patrick J. Ellis, menuturkan bahwa agenda tahunan yang telah berjalan hampir dua dekade ini krusial dalam membangun fondasi sumber daya manusia pertahanan. Menurutnya, dinamika lanskap keamanan kawasan membutuhkan kesiapan operasional nyata yang tidak dapat dibangun secara instan saat krisis terjadi.

Latihan Super Garuda Shield 2026 ini juga menjadi implementasi penting pascapeningkatan status hubungan bilateral pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama. Melalui latihan gabungan berskala besar ini, Indonesia terus mempertegas posisinya sebagai jangkar vital stabilitas dan perdamaian di kawasan regional.

Baca juga:
PWI Kota Bogor Geram Area Parkir Kantor Dijadikan Valet Restoran Aroem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *