Sorothari – 06 September 2026 | Manajer Tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi memberikan pandangan menyeluruh terkait dinamika dan performa para pembalapnya selepas balapan MotoGP Aragon. Dalam evaluasinya, Tardozzi menyoroti proses pemulihan fisik Marc Marquez yang belum mencapai target optimal, sekaligus mengkritisi kendala mentalitas yang tengah dihadapi Francesco Bagnaia di tengah persaingan ketat musim ini.
Sebelumnya, tim medis Ducati menargetkan kekuatan otot bahu Marquez akan pulih seutuhnya pada September. Target tersebut dipatok setelah sang pembalap meraih kemenangan di GP Hungaria. Namun, setelah melewati balapan sengit di MotorLand Aragon, manajemen mengakui bahwa pemulihan cedera pembalap berpaspor Spanyol itu memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Baca juga:Kondisi Fisik Marc Marquez Menurut Evaluasi Davide Tardozzi
Tardozzi mengakui bahwa kendati kondisi Marquez terus menunjukkan grafik peningkatan, kebugaran fisiknya belum menyentuh angka seratus persen. Menurut pantauan tim, dampak kecelakaan yang dialami Marquez saat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika pada Oktober musim lalu terbukti sangat kompleks. Insiden di Indonesia tersebut mengakibatkan kerusakan ligamen bahu dan patah tulang yang membutuhkan tindakan operasi ganda akibat pergeseran baut penahan yang sempat menekan saraf radial.
Tardozzi bahkan menilai cedera akibat insiden di Mandalika tersebut memberikan dampak fisik yang lebih mengganggu bagi Marquez dibandingkan cedera patah lengan kanan yang pernah dialaminya pada GP Jerez 2020 silam. Kondisi fisik yang fluktuatif ini membuat performa sang pembalap sangat bergantung pada karakteristik sirkuit yang dihadapi.
Pada lintasan yang menuntut fisik tinggi seperti Assen dan Silverstone, Marquez hanya sanggup finis di urutan ketujuh setelah sempat mengeluhkan hilangnya kendali penuh pada lengan kanannya. Sebaliknya, saat melaju di trek yang bersahabat seperti Aragon, juara dunia sembilan kali tersebut berhasil mengamankan kemenangan usai menundukkan Pedro Acosta. Kemenangan tersebut sekaligus memangkas jarak poinnya dengan pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin, menjadi 19 poin.
Baca juga:Sorotan Tajam Terhadap Mentalitas Pecco Bagnaia
Di sisi lain garasi Ducati, Davide Tardozzi menyoroti tajam penurunan performa Francesco Bagnaia. Pembalap yang akrab disapa Pecco itu mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Aragon setelah hanya mampu mengamankan posisi ke-11 pada sesi Sprint Race dan gagal menyelesaikan balapan utama akibat insiden kecelakaan di putaran keenam.
Tardozzi menegaskan bahwa masalah utama yang dialami Bagnaia bukanlah faktor kecepatan motor, melainkan hambatan psikologis dan rasa percaya diri. Kendati Pecco sempat menjalani operasi pemulihan masalah lengan di antara seri Sachsenring dan Silverstone, tim menilai kendala di lintasan lebih dipicu oleh keraguan dalam mengambil batas risiko.
Kondisi penurunan performa Bagnaia menjadi perhatian serius bagi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut, mengingat sang pembalap dijadwalkan akan meninggalkan tim untuk bergabung dengan Aprilia mulai musim 2027.
Baca juga:Pujian untuk Pedro Acosta dan Arah Masa Depan Ducati
Melihat situasi tim saat ini, manajemen Ducati mulai memfokuskan pandangan jangka panjang mereka ke arah regulasi baru mesin 850cc yang akan mulai diberlakukan pada 2027 mendatang. Dalam kesempatan yang sama, Tardozzi memberikan apresiasi tinggi kepada Pedro Acosta yang sukses finis di podium kedua di Aragon bersama KTM.
Acosta dinilai memiliki kapabilitas dan mentalitas matang yang menjadikannya figur ideal untuk memperkuat skuad Ducati di masa depan. Kombinasi kepiawaian manajemen balap Marquez yang cerdas dan kehadiran talenta muda seperti Acosta diharapkan mampu menjaga hegemoni Ducati dalam perebutan gelar juara dunia konstruktor maupun pembalap di musim-musim mendatang.







