Sorothari – 07 September 2026 | Pertandingan klasik sarat gengsi antara Grêmio vs Internacional di leg kedua perempat final Copa do Brasil 2026 berakhir manis bagi kubu tuan rumah. Berlaga di hadapan lebih dari 55 ribu suporter di Arena do Grêmio, Porto Alegre, skuad Tricolor sukses menundukkan sang rival sekota dengan skor 3-1. Kemenangan ini memastikan langkah Grêmio menuju babak semifinal kompetisi piala domestik Brasil sekaligus memperpanjang tren negatif yang tengah melanda kubu tim tamu.
Hasil positif tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada leg pertama di markas Internacional, Stadion Beira-Rio. Memasuki duel penentuan di leg kedua, Grêmio tampil agresif sejak menit awal. Penyerang Carlos Vinícius menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol pada babak pertama. Pada paruh kedua pertandingan, gelandang Krovinovic memperlebar keunggulan Grêmio menjadi 3-0. Internacional hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol semata wayang yang dicetak Vitinho sebelum peluit panjang dibunyikan.
Baca juga:Dominasi Tuan Rumah dan Tiket Semifinal
Kemenangan meyakinkan dalam edisi ke-454 derbi Gre-Nal ini membawa Grêmio melaju ke babak empat besar Copa do Brasil 2026. Di fase semifinal nanti, tim asuhan pelatih Luís Castro dijadwalkan berhadapan dengan Atlético-MG. Sementara itu, bagan semifinal lainnya mempertemukan duel antara Palmeiras dan Vasco da Gama yang sebelumnya sukses menyingkirkan Vitória.
Selain menyegel tiket kelolosan, tensi tinggi laga Grêmio vs Internacional juga diwarnai aksi provokasi suporter tuan rumah. Menjelang akhir laga, para pendukung Grêmio menyanyikan irama musik waltz untuk menyindir puasa gelar bergengsi Internacional yang kini genap memasuki tahun ke-15 sejak terakhir kali menjuarai Recopa Sudamericana pada 2011. Aksi ini merujuk pada tradisi pesta dansa usia 15 tahun di Amerika Latin, sekaligus membalas selebrasi serupa yang pernah dilakukan mantan pemain Internacional, Eduardo Sasha, kepada Grêmio pada tahun 2016 silam.
Tekanan Berat Internacional di Zona Degradasi
Tersingkirnya Internacional dari Copa do Brasil kian memperdalam krisis performa yang dialami klub berjuluk Colorado tersebut. Di kompetisi kasta tertinggi Liga Brasil (Campeonato Brasileiro Série A 2026), skuad asuhan Paulo Pezzolano masih terperangkap di zona merah (Z4), tepatnya pada posisi ke-18 klasemen sementara dengan raihan 25 poin dari 25 pertandingan.
Baca juga:Internacional tercatat gagal memetik kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Khusus di kancah Série A, rentetan tanpa kemenangan mereka bahkan telah menyentuh sembilan laga berturut-turut. Ujian berat pun langsung menanti Internacional pada pekan ke-26 saat menjamu Santos di Beira-Rio. Pada laga tersebut, Internacional dipimpin oleh pelatih interim Esteban Conde menyusul sanksi skorsing yang harus dijalani pelatih kepala Paulo Pezzolano.
| Klub | Main | Menang | Seri | Kalah | Poin | Posisi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Grêmio | 24 | – | – | – | 28 | 15 |
| Internacional | 25 | 5 | 10 | 10 | 25 | 18 |
Fokus Grêmio Menjaga Momentum di Liga
Di sisi lain, euforia keberhasilan Grêmio menyingkirkan rival sekota tidak boleh berlangsung berlarut-larut. Posisi Grêmio di klasemen Série A juga belum sepenuhnya aman dari ancaman zona degradasi. Tricolor kini menempati peringkat ke-15 dengan koleksi 28 poin dari 24 laga, terpaut tipis dari Vitória yang berada di peringkat ke-14 dengan 29 poin dari 25 laga.
Setelah melakoni partai intensitas tinggi Grêmio vs Internacional, pelatih Luís Castro dihadapkan pada rotasi pemain jelang laga tandang pekan ke-26 melawan Vitória di Stadion Barradão. Tim tamu dipastikan kehilangan bek kiri Marlon akibat akumulasi kartu kuning serta gelandang Dodi yang mengalami cedera. Selain itu, kondisi kebugaran sejumlah pilar penting seperti Amuzu, Mathías Villasanti, Krovinovic, dan Wallace masih dipantau secara berkala akibat jadwal kompetisi yang padat.
Baca juga:Hasil berbeda yang diraih kedua tim gaúcho ini menegaskan kontras nasib di sisa musim 2026. Grêmio kini menjaga asa ganda untuk bertahan di liga utama sekaligus berburu trofi Copa do Brasil, sedangkan Internacional harus mencurahkan seluruh fokusnya demi menyelamatkan diri dari ancaman degradasi Série A.







