Pertarungan Dramatis Alex Eala di US Open: Gugur Usai Duel Sengit Kontra Iva Jovic

Alex Eala
Alex Eala

Sorothari – 07 September 2026 | Langkah petenis muda berbakat asal Filipina, Alex Eala, harus terhenti di babak ketiga turnamen Grand Slam US Open setelah melewati pertarungan melelahkan melawan sahabat karibnya asal Amerika Serikat, Iva Jovic. Dalam laga sengit yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, New York, Eala takluk melalui drama tiga set dengan skor 7-5, 3-6, 7-5 dalam waktu lebih dari tiga jam.

Pertandingan berdurasi 3 jam 14 menit tersebut menyuguhkan aksi tenis tingkat tinggi di hadapan lebih dari 23.000 penonton yang memadati stadion tenis terbesar di dunia tersebut. Sebagian besar penonton yang hadir memberikan dukungan meriah kepada petenis berusia 21 tahun asal Filipina tersebut.

Baca juga:
Klasemen Inter Miami Memanas Usai Duel Sengit Kontra Atlanta United

Duel Maraton Menegangkan Alex Eala dan Iva Jovic

Pertemuan antara Alex Eala dan Iva Jovic berlangsung ketat sejak gim awal. Setelah kehilangan set pertama dengan skor 5-7, Eala bangkit pada set kedua dengan permainan agresif dari baseline untuk merebut kemenangan 6-3 sekaligus memaksakan digelarnya set penentu.

Pada set ketiga, Eala sempat memegang kendali penuh permainan saat memimpin 2-0 dan 4-2. Ia bahkan sempat memperoleh peluang break point untuk memperlebar keunggulan menjadi 5-2. Namun, Jovic yang kini menempati peringkat 14 dunia menunjukkan daya juang luar biasa dengan merebut lima dari enam gim terakhir untuk membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan 7-5.

Berikut adalah catatan statistik pertandingan babak ketiga US Open antara kedua pemain:

Statistik Pertandingan Iva Jovic Alex Eala
Pemenang Poin Langsung (Winners) 44 34
Unforced Errors 27 33
Konversi Break Point 9 dari 17
Skor Akhir 7-5, 3-6, 7-5 5-7, 6-3, 5-7

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor keunggulan head-to-head Jovic atas Eala menjadi 3-0 di level profesional.

Saling Respek di Balik Persahabatan

Pertandingan ini terasa sangat emosional bagi kedua pemain mengingat hubungan pertemanan mereka yang erat di luar lapangan. Keduanya sempat berpasangan di nomor ganda dan bahkan bermain bersama keluarga mereka dalam sesi santai di US Open Fan Week.

Baca juga:
Perjalanan Iva Jovic di US Open 2026 Terhenti Usai Duel Sengit Kontra Coco Gauff

Begitu pukulan forehand Eala menyangkut di net pada match point terakhir, Jovic langsung merebahkan diri di lapangan akibat kelelahan fisik dan emosional. Eala kemudian melangkah mengitari net untuk menghampiri dan memeluk sahabatnya tersebut dalam momen penuh sportivitas.

“Saya merasa laga ini seperti maraton. Saya merasa seperti kehilangan akal sehat lima kali untuk bisa memenangkan pertandingan ini, tetapi rasanya sangat sepadan,” ujar Jovic seusai laga. Petenis berusia 18 tahun itu juga menambahkan bahwa pertandingan tersebut menguras seluruh energinya hingga mengalami luka di lutut dan kelelahan mental.

Sementara itu, Eala menunjukkan kedewasaan profesionalnya saat menghadapi media seusai pertandingan. Meski tampak terpukul dengan kekalahan tipis tersebut, ia menegaskan profesionalisme mereka di arena pertandingan.

“Saya rasa ini adalah bagian dari hidup, ketika Anda harus menghadapi dan kalah dari teman sendiri. Saya tidak merasa status pertemanan memengaruhi seberapa keras kami berjuang atau seberapa besar kami menginginkan kemenangan. Kami adalah atlet profesional,” ungkap Eala.

Pujian Legenda dan Pengaruh Besar Alex Eala

Kualitas pertandingan yang disajikan kedua pemain muda ini menuai kekaguman dari legenda tenis dunia, Monica Seles. Mantan petenis nomor satu dunia sekaligus pemilik sembilan gelar Grand Slam tersebut memuji intensitas permainan keduanya melalui media sosial.

Baca juga:
US Open 2026: Elena Rybakina Siap Hadapi Duel Sengit Kontra Naomi Osaka di Babak 16 Besar

“Pertandingan US Open semalam sangat luar biasa panas. Intensitas di setiap poinnya luar biasa. Saya bahkan berharap pertandingannya menggunakan format best-of-five set karena saya tidak ingin laga itu berakhir,” tulis Monica Seles.

Meski impiannya meraih gelar Grand Slam tahun ini harus tertunda, pencapaian Alex Eala tetap menjadi tonggak sejarah besar bagi olahraga tenis di Filipina. Keberhasilannya menembus jajaran 20 besar peringkat WTA serta memenangkan turnamen di Washington DC dan Guadalajara menempatkannya sebagai petenis Filipina paling sukses di kancah modern, melampaui sejarah nama-nama pendahulu seperti Felicisimo Ampon, Felix Barrientos, Cecil Mamiit, hingga Treat Huey.

Kehadiran Eala di panggung tenis dunia juga telah melahirkan basis penggemar global yang dikenal sebagai “Eala’s Army”. Komunitas diaspora Filipina dari berbagai belahan dunia kini rutin memadati tribun stadion untuk memberikan dukungan setiap kali Eala bertanding.

Setelah keberhasilan menundukkan Eala, Iva Jovic dijadwalkan melanjutkan perjalanannya di babak 16 besar US Open untuk menghadapi sesama petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, yang sebelumnya menyingkirkan Cristina Bucsa dua set langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *