Manchester United Ubah Pola Akademi dan Taktik Warisan Era Erik ten Hag

Erik ten Hag
Erik ten Hag

Sorothari – 09 September 2026 | Manchester United dilaporkan telah menerapkan perombakan mendasar dalam struktur taktik tim akademi mereka, menandai pergeseran signifikan dari filosofi yang sempat berjalan pada era Erik ten Hag serta Ruben Amorim. Di bawah arahan manajer Michael Carrick, seluruh tim kelompok umur Setan Merah kini diwajibkan menyelaraskan sistem bermain dengan tim utama guna mempermudah proses transisi pemain muda ke panggung senior.

Perubahan kebijakan ini mengharuskan tim Under-21 asuhan Adam Lawrence dan tim Under-18 untuk meninggalkan pakem sebelumnya. Skuad U-21 yang sebelumnya terbiasa bermain dengan formasi 4-3-3 kini beralih ke skema 4-2-3-1 dengan menerapkan penyerang bertipe false nine, persis seperti formasi yang diandalkan Carrick di tim utama. Langkah tersebut diambil menyusul evaluasi bahwa para pemain akademi kerap mengalami kendala adaptasi saat dipromosikan atau mengikuti sesi latihan tim senior akibat perbedaan game plan.

Baca juga:
Herdman Puas Lihat Perkembangan Timnas di Bali, Singgung Soal Chemistry

Penyelarasan Taktik demi Bakat Muda

Saat kursi kepelatihan diduduki oleh Erik ten Hag dan dilanjutkan oleh Ruben Amorim, pihak klub membebaskan tim akademi untuk tidak mengikuti model permainan tim utama secara kaku. Namun, pendekatan tersebut dinilai menyulitkan adaptasi talenta muda Old Trafford saat menembus tim senior. Adanya standardisasi pola 4-2-3-1 diharapkan membuka jalan bagi pemain muda potensial seperti JJ Gabriel untuk lebih cepat memahami kebutuhan taktik manajer di lapangan.

Carrick sendiri terpantau rutin menyaksikan langsung pertandingan tim U-21 maupun U-18 sejak awal musim. Integrasi akademi ini menjadi fokus penting di tengah jadwal padat yang menanti Manchester United di berbagai kompetisi domestik dan Eropa.

Tantangan Kedalaman Skuad dan Belanja Transfer

Selain transformasi di level pembinaan pemain, Manchester United juga dihadapkan pada ujian kedalaman skuad. Meski telah menggelontorkan dana lebih dari £1 miliar di bursa transfer sejak 2022 dengan angka pengeluaran bersih (net spend) mencapai £769,5 juta—tertinggi di antara klub Liga Primer Inggris—keseimbangan komposisi tim dinilai masih belum ideal.

Baca juga:
Transfer Mees Hilgers ke SC Heerenveen Tuai Kritik dan Pujian di Belanda

Berikut adalah perincian alokasi belanja pemain Manchester United berdasarkan sektor posisi sejak 2022:

Sektor Posisi Persentase Alokasi Anggaran Pemain Masuk Utama
Lini Serang 42% Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha
Lini Tengah 39% Carlos Baleba, Andrey Santos, Youri Tielemans
Lini Belakang 19% Diogo Dalot, Lisandro Martinez, Harry Maguire, Luke Shaw (Pemain Retensi)

Rendahnya investasi di sektor pertahanan membuat susunan empat bek dalam laga terakhir melawan Everton sama persis dengan susunan pemain lini belakang pada laga perdana era Erik ten Hag pada 2022 silam. Kuartet Luke Shaw, Lisandro Martinez, Harry Maguire, dan Diogo Dalot masih menjadi tumpuan utama. Ditambah dengan kehadiran Marcus Rashford dan Bruno Fernandes, tingkat retensi susunan starter United dari musim 2022/2023 mencapai 54,5 persen, angka tertinggi di Liga Primer Inggris.

Keterbatasan rotasi di lini belakang serta minimnya pelapis murni untuk Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko menjadi ujian tersendiri bagi Carrick. Musim lalu, Setan Merah hanya melakoni total 40 pertandingan di semua kompetisi akibat absen dari kompetisi Eropa serta gugur lebih awal di Piala FA dan Carabao Cup. Musim ini, United berpotensi memainkan hingga 67 pertandingan resmi.

Baca juga:
Laga Perpisahan Carlos Tevez: Peluang Emas Duet Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Argentina

Fokus Menghadapi Jadwal Padat

Manchester United mengawali musim dengan catatan berfluktuasi, termasuk kekalahan dari Hull City, kemenangan atas Ipswich Town, serta hasil imbang 2-2 kontra Everton. Hasil tersebut menempatkan mereka di peringkat ke-11 klasemen sementara. Menanggapi situasi itu, Carrick menilai performa timnya belum berada dalam fase krisis.

Fokus Setan Merah kini tertuju pada laga pembuka fase grup Liga Champions melawan Sabah pada hari Kamis, sebelum melakoni derbi panas menghadapi Manchester City di Old Trafford pada akhir pekan. Penyelarasan taktik serta optimalisasi kedalaman skuad diharapkan mampu menjaga konsistensi Manchester United dalam mengarungi kompetisi panjang musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *