Sorothari – 12 September 2026 | Rencana kepindahan penyerang Tottenham Hotspur, Richarlison, menuju klub Brasil Vasco da Gama dipastikan batal menjelang penutupan bursa transfer domestik. Kegagalan kesepakatan ini memaksa pemain tim nasional Brasil berusia 29 tahun tersebut tetap bertahan di London Utara setidaknya hingga jendela transfer musim dingin dibuka pada Januari mendatang.
Sebelumnya, manajemen Tottenham Hotspur dilaporkan telah mencapai kesepakatan nilai transfer dengan pihak Vasco da Gama. Namun, proses negosiasi menemui jalan buntu pada tahap akhir terkait kesepakatan personal dan pembatasan kuota peminjaman pemain internasional yang dimiliki pihak klub London.
Baca juga:Klarifikasi Richarlison dan Kendala Kuota Peminjaman
Melalui pernyataan langsung di akun media sosial pribadinya, Richarlison mengonfirmasi kegagalan kepindahannya ke Brasil sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendukung serta petinggi klub. Ia menyebutkan bahwa membela skuad berjuluk Cruzmaltino tersebut merupakan impian besar bagi diri dan keluarganya.
“Pekan ini berjalan sangat padat. Saya memutuskan meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada pendukung Vasco, juga kepada Pedrinho dan Felipe. Kami sudah sangat dekat untuk menandatangani kontrak. Vasco adalah klub saya, klub seluruh keluarga saya,” ungkap Richarlison.
Richarlison menegaskan bahwa dirinya telah memprioritaskan kepindahan tersebut sejak awal pembicaraan bergulir, bahkan sempat menolak sejumlah tawaran dari klub lain demi bermain di São Januário hingga Desember. Namun, kendala regulasi membuat proses tersebut terhenti.
“Sayangnya, Tottenham telah mencapai batas maksimal kuota peminjaman pemain, sehingga kepindahan ini tidak dapat terwujud. Saya ingin berterima kasih kepada para pendukung yang telah mengirimkan banyak pesan hangat dan bersiap menyambut saya di bandara. Suatu hari nanti saya yakin akan mewujudkan mimpi saya dan keluarga untuk mengenakan seragam kebanggaan di São Januário,” tambahnya.
Baca juga:Situasi Kontrak dan Sikap Manajemen Tottenham
Batalnya transfer ke Brasil menjadi kegagalan kedua bagi Richarlison pada periode transfer yang sama. Sebelumnya, rencana kepindahan bernilai 35 juta poundsterling menuju mantan klubnya, Everton, pada hari terakhir bursa transfer Inggris juga kolaps akibat ketidaksepakatan perihal klausul pribadi.
Situasi sang penyerang di Tottenham Hotspur sendiri berada dalam fase yang cukup rumit. Richarlison, yang dibeli dari Everton seharga 60 juta poundsterling pada 2022, tidak dimasukkan ke dalam daftar 25 pemain Premier League oleh manajer Roberto De Zerbi menyusul masuknya deretan penyerang baru. Padahal, pada musim kompetisi sebelumnya, ia menjadi pencetak gol terbanyak klub di liga domestik dengan torehan 11 gol.
Perwakilan hukum Richarlison sempat menjajaki kemungkinan pemutusan sisa kontrak yang berdurasi sembilan bulan, bahkan mempertimbangkan regulasi FIFA. Kontrak sang pemain sejatinya berlaku hingga Juni 2027 dengan opsi perpanjangan selama 12 bulan dari pihak klub.
Untuk mengantisipasi sengketa hukum dan melindungi posisi kontrak secara legal, manajemen Spurs memutuskan mengembalikan Richarlison ke sesi latihan tim utama daripada menurunkannya ke skuad U-21. Langkah ini diambil guna memastikan hak dan kewajiban profesional pemain tetap terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.
Baca juga:Dinamika Bursa Transfer Liga Brasil
Penutupan bursa transfer Brasil pada Jumat malam diwarnai sejumlah dinamika penting di antara klub-klub papan atas. Sementara upaya transfer Richarlison tidak membuahkan hasil, klub elite Brasil lainnya, Santos, berhasil menuntaskan sanksi larangan transfer dari FIFA setelah perusahaan pemasaran milik keluarga Neymar melunasi tunggakan sengketa senilai dua juta euro terkait transfer Jean Lucas dengan AS Monaco.
Setelah pencabutan sanksi tersebut disahkan, Santos langsung memperkuat kedalaman tim mereka dengan mengamankan tanda tangan dua mantan pemain Premier League dan Barcelona, yakni Arthur serta Philippe Coutinho.
Bagi Richarlison, kepastian bertahan di Tottenham Hotspur menuntutnya untuk tetap menjaga kondisi kebugaran bersama tim utama sembari menanti dibukanya kembali jendela transfer internasional pada awal tahun depan untuk menentukan kelanjutan karier profesionalnya.





