Sorothari – 12 September 2026 | Langkah petenis tunggal putri Amerika Serikat jessica pegula harus terhenti pada babak semifinal turnamen Grand Slam US Open setelah mengakui keunggulan juara bertahan Aryna Sabalenka. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Pegula yang berstatus sebagai unggulan ketiga takluk dalam dua set langsung dengan skor 5-7 dan 2-6.
Pertandingan berlangsung sengit sejak set pembuka. Sabalenka tampil agresif dengan melepaskan 29 pukulan pemenang (winners) serta menjaga keunggulan servisnya tanpa sekalipun berhasil dipatahkan. Kendati Pegula berupaya keras memberikan perlawanan lewat reli-reli solid dari garis belakang, dominasi pukulan bertenaga dari lawannya membuat wakil tuan rumah tersebut kesulitan mengembangkan ritme permainan terbaiknya.
Baca juga:Pertemuan kedua petenis papan atas dunia ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh ternama, termasuk mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama. Kehadiran Michelle yang mengenakan pakaian bernuansa merah, putih, dan biru sempat menyedot perhatian publik di dalam stadion. Ketika wajahnya terpampang di layar raksasa pada set pertama laga Sabalenka kontra Pegula, gemuruh tepuk tangan penonton menggema selama sekitar 15 detik sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral bagi petenis tuan rumah.
Kekalahan Pegula memastikan pupusnya harapan publik New York untuk menyaksikan duel sesama wakil Amerika Serikat di partai puncak. Pada partai semifinal lainnya, rekan senegara Pegula, Coco Gauff, juga tersingkir setelah kalah dramatis dari Elena Rybakina lewat pertarungan tiga set 6-3, 4-6, dan 4-6. Hasil ini membawa Sabalenka dan Rybakina melangkah ke laga final untuk memperebutkan gelar juara Grand Slam penutup musim.
Pencapaian dan Ketangguhan Jessica Pegula di Lapangan Keras
Kendati harus menelan kekalahan di babak empat besar, performa jessica pegula sepanjang rangkaian turnamen lapangan keras musim ini terbilang sangat konsisten. Petenis berusia matang tersebut berhasil mencapai partai final di Washington D.C. dan Cincinnati Open sebelum mengamankan tiket semifinal di Flushing Meadows. Sepanjang kalender kompetisi berjalan, Pegula bahkan memimpin catatan kemenangan di turnamen WTA Tour dengan torehan 50 kemenangan.
Baca juga:Suasana santai tetap ditunjukkan Pegula saat menghadiri sesi konferensi pers pascapertandingan. Sambil menikmati secangkir kopi espres tanpa kafeina untuk membantunya menyelesaikan prosedur tes doping rutin, ia secara terbuka mengapresiasi performa luar biasa yang ditunjukkan lawannya.
Pegula menilai bahwa Sabalenka menyajikan salah satu level permainan terbaiknya sepanjang tahun ini. Menurutnya, akurasi pukulan serta intensitas permainan petenis asal Belarusia tersebut sangat sulit dibendung, sehingga kekalahan ini harus diterima dengan lapang dada sembari bersiap menghadapi agenda turnamen berikutnya.
Kini, sorotan beralih ke laga pamungkas US Open antara Sabalenka dan Rybakina. Pertandingan tersebut dipastikan bernilai krusial karena Rybakina dipastikan menggeser posisi Sabalenka dari peringkat satu dunia setelah 99 pekan beruntun, sementara Sabalenka bertekad mempertahankan gelar juara demi mencatatkan rekor tiga kemenangan beruntun di turnamen tersebut.
Baca juga:




