Berita  

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian
Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia sebagai Pilar Multilateralisme dan Perdamaian

Sorothari – 20 Oktober 2026 | Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan bahwa Indonesia merupakan pilar multilateralisme dan perdamaian dunia. Penegasan itu disampaikan Guterres dalam agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (19/10). Menurut dia, kontribusi Indonesia terhadap perkembangan dunia, termasuk melalui pasukan perdamaian PBB, mencerminkan komitmen kuat negara itu terhadap kerja sama internasional.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menyoroti peran Indonesia dalam membentuk kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik dan Global Selatan. “Indonesia adalah pilar multilateralisme. Indonesia terus memainkan pengaruh dalam membentuk kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik dan Global Selatan secara lebih luas,” kata Guterres.

Baca juga:
Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Peran Sebagai Tentara Rakyat

Guterres mengingatkan bahwa Indonesia telah menunjukkan peran multilateralisme bahkan ketika baru merdeka satu dasawarsa. Pada 1955, Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika di Bandung yang mempertemukan negara-negara yang baru merdeka. “Global Selatan lahir pada saat itu,” ujarnya. Sejak itu, Indonesia terus menunjukkan pengaruhnya di berbagai organisasi internasional, seperti ASEAN, G20, D-8, BRICS, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta PBB.

Secara khusus, Sekjen PBB mengapresiasi peran Indonesia dalam memperkuat hubungan antara ASEAN dan PBB. Kemitraan itu mencakup bidang perdamaian dan keamanan, pembangunan, serta hak asasi manusia. “Indonesia adalah pembangun jembatan diplomatik yang diakui dan dihormati baik di PBB maupun di luar,” kata Guterres.

Guterres juga menyoroti besarnya kontribusi Indonesia dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping). Saat ini, hampir 2.000 personel asal Indonesia bertugas pada tujuh misi pemeliharaan perdamaian PBB di seluruh dunia. Ia mengaku terkesan saat berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) di Sentul, Kabupaten Bogor. Di sana, personel Indonesia dipersiapkan secara intensif sebelum diterjunkan ke misi perdamaian. “Hal tersebut memberi kita jaminan bahwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi pilar fundamental bagi misi pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia,” tegasnya.

Baca juga:
Hari Pangan Sedunia 2026, Berbagai Daerah Bergerak Perkuat Pangan Lokal

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu dengan sejumlah personel Indonesia yang akan berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah. Pertemuan ini menjadi penegasan dukungan PBB terhadap kesiapan dan profesionalisme pasukan Indonesia.

Apresiasi Guterres terhadap Indonesia bukan tanpa alasan. Sejak era Konferensi Asia Afrika, Indonesia konsisten mendorong solidaritas negara-negara berkembang. Keanggotaan Indonesia di berbagai forum multilateral, seperti ASEAN dan G20, semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai jembatan antara negara maju dan berkembang. Dalam konteks perdamaian, Indonesia termasuk negara yang aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke berbagai misi PBB, mulai dari Lebanon hingga Republik Afrika Tengah.

Kunjungan Guterres ke PMPP TNI Sentul juga menyoroti pentingnya pelatihan dan persiapan personel sebelum bertugas di lapangan. Pusat pelatihan itu menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menyiapkan pasukan yang mampu menjalankan mandat PBB dengan baik. Dengan hampir 2.000 personel yang tersebar di tujuh misi, Indonesia menempati posisi strategis dalam upaya menjaga perdamaian dunia.

Baca juga:
14 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Internasional dan Tanggal Hijriahnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai rencana kerja sama baru antara Indonesia dan PBB. Namun, pernyataan Guterres menjadi sinyal positif bagi penguatan kemitraan Indonesia-PBB di masa mendatang, terutama dalam bidang perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *