Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak
Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra Samarinda, DPRD Desak Standar Keamanan Ramah Anak

Sorothari – 19 Oktober 2026 | Tragedi meninggalnya seorang balita perempuan berusia tiga tahun berinisial RK setelah terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.30 WITA masih menyisakan duka mendalam. Peristiwa nahas itu tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga memicu desakan dari DPRD Kota Samarinda agar seluruh pengelola hotel di daerah tersebut memperketat standar keselamatan, khususnya bagi anak-anak. Korban ditemukan tergeletak di area parit halaman hotel dengan luka serius di bagian kepala. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, saat insiden berlangsung, korban diduga sedang berada di dalam kamar bersama adiknya. Sementara itu, kedua orang tuanya tengah berada di restoran hotel untuk sarapan. Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. “Petugas telah olah TKP, memeriksa saksi, dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan apakah korban murni terjatuh atau terdapat kemungkinan lain,” ujar Asriadi kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Baca juga:
Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi korban. Ayah korban tampak menangis histeris saat berada di hadapan jasad anaknya yang telah dibungkus kain putih. Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama Polsek Samarinda Ulu, korban dievakuasi oleh ayahnya dan dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan awal menemukan bahwa pintu balkon kamar 5101 dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci. Polisi masih mendalami keberadaan pihak lain di sekitar kamar saat kejadian.

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Standar Keamanan Hotel

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa balita tersebut. Menurutnya, insiden ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pengelola hotel agar aspek keselamatan anak mendapat perhatian serius, tidak sekadar mengutamakan kenyamanan tamu. “Kami sangat berduka atas musibah ini. Keselamatan anak harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sri Puji, Kamis (15/10/2026).

Sri Puji menyoroti bahwa hotel merupakan fasilitas penginapan yang digunakan berbagai kalangan, termasuk keluarga yang membawa bayi dan balita. Karena itu, pengelola perlu memastikan setiap fasilitas memiliki sistem pengamanan yang memadai untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Ia secara khusus menyebut area balkon, jendela, dan kolam renang sebagai titik-titik yang rawan dan perlu mendapat perhatian ekstra.

Baca juga:
Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa

Lebih lanjut, politisi tersebut mendorong pengelola hotel untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP), termasuk sistem pengunci pintu balkon, ketinggian dan kerapatan pagar pembatas, serta akses menuju area berbahaya bagi anak. “Keselamatan anak harus menjadi bagian wajib dari SOP hotel, bukan sekadar fasilitas tambahan. Sistem pengaman balkon perlu dipastikan benar-benar aman bagi anak-anak,” tegasnya.

Selain pembenahan fasilitas fisik, Sri Puji juga meminta manajemen hotel memberikan informasi keselamatan kepada tamu, terutama keluarga yang membawa anak kecil. Imbauan tertulis di dalam kamar maupun penjelasan singkat saat proses check-in dinilai dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan penginapan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengawasan orang tua tetap memiliki peran penting. Anak berusia tiga tahun masih membutuhkan pendampingan orang dewasa, terlebih ketika berada di kamar yang memiliki akses menuju balkon.

Penyelidikan Polisi dan Perkembangan Terbaru

Hingga saat ini, kepolisian belum menyimpulkan apakah peristiwa di Hotel Mesra Samarinda murni kecelakaan atau ada faktor lain. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak hotel. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi mengenai kemungkinan kelalaian dalam insiden tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bagi para pengelola hotel di Samarinda dan daerah lain untuk meningkatkan standar keamanan, khususnya fasilitas yang berisiko bagi anak-anak.

Baca juga:
Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Ternyata Residivis Kasus Pencurian 2018 dan Bawa Sajam

Desakan DPRD Kota Samarinda agar standar keamanan hotel dievaluasi mendapat respons positif dari sejumlah pihak. Pengamat perlindungan anak menilai insiden ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyusun regulasi khusus mengenai keamanan fasilitas umum yang ramah anak. Sementara itu, manajemen Hotel Mesra Samarinda belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Pihak hotel disebut masih berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Peristiwa ini juga menyita perhatian masyarakat luas, terutama para orang tua yang sering menginap di hotel bersama anak. Mereka berharap ada peningkatan pengawasan dan fasilitas keamanan di setiap hotel, seperti pagar balkon yang lebih tinggi, kunci pengaman tambahan, serta petunjuk evakuasi yang jelas. DPRD Kota Samarinda berencana memanggil pengelola hotel dan dinas terkait untuk membahas standar keselamatan yang lebih ketat di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *