Sorothari – 20 Oktober 2026 | Timnas futsal Indonesia menutup kiprahnya di Copa das Nacoes de Futsal 2026 di Brasil tanpa kemenangan. Dalam laga futsal Indonesia vs Cape Verde di fase Grup A, skuad Garuda takluk 0-2 pada Sabtu (17/10/2026) pagi WIB di Max Rosenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Parana. Kekalahan itu memastikan Indonesia gagal melaju ke semifinal dan finis sebagai juru kunci grup tanpa mengoleksi satu poin pun.
Dua gol cepat Cape Verde pada menit keenam dan ketujuh babak pertama menjadi penentu hasil. Indonesia sebenarnya berupaya memperkecil ketertinggalan, tetapi sejumlah peluang dari Syauqi Saud, Yogi Saputra, Samuel Eko, dan Rio Pangestu belum membuahkan gol. Sebelumnya, kiper Muhammad Nizar sempat menggagalkan ancaman tembakan Octavio Junior pada menit ketiga.
Baca juga:Kekalahan dari Cape Verde melengkapi rangkaian hasil buruk Indonesia di turnamen yang berlangsung 12-18 Oktober 2026 tersebut. Pada laga pembuka, Kamis (15/10), Indonesia takluk 0-3 dari Brasil. Kemudian, dalam pertandingan perebutan peringkat kelima, Sabtu (17/10), Indonesia kembali menyerah 1-2 dari Peru. Gol semata wayang Indonesia dicetak Yogi Saputra memanfaatkan sepak pojok Rizki Xavier, setelah Peru unggul lebih dulu melalui Usquiano dan Juarez.
Meski demikian, Federasi Futsal Indonesia (FFI) memandang partisipasi di turnamen internasional ini sebagai bagian dari proses pengembangan tim. Sekretaris Jenderal FFI, Budi Setiawan, menegaskan masih banyak aspek yang perlu dibenahi untuk mewujudkan ambisi menembus 10 besar dunia. “Apapun hasil yang diperoleh, ini menjadi bagian pengembangan tim untuk menembus posisi 10 besar dunia. Masih banyak yang perlu dibenahi untuk mendapatkan tim yang diharapkan,” ujar Budi, dilansir Antara.
Budi juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas dukungan moral, program, dan pendanaan. Menurutnya, keberangkatan timnas ke Brasil tidak akan terlaksana tanpa dukungan kedua institusi tersebut. “Secara tulus dan terbuka kami (FFI) berterima kasih kepada Pak Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI yang selalu mendukung, baik secara moral, program, dan khususnya pendanaan,” kata Budi. FFI juga mengapresiasi Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang membantu pendampingan proses administrasi anggaran APBN untuk futsal.
Baca juga:Pada 2026, FFI menerima anggaran APBN sekitar Rp20 miliar. Penggunaan anggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan, mulai dari perencanaan program, realisasi, prosedur administrasi, hingga hasil yang dicapai. FFI menegaskan pentingnya pelaporan program kerja dan anggaran, baik yang bersumber dari APBN maupun non-APBN, sesuai arahan PSSI dan Kemenpora.
Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, menilai hasil di Brasil sebagai hal yang wajar dalam proses perkembangan. Menurutnya, Indonesia tidak bisa langsung melampaui tim-tim Amerika Selatan setelah menjadi runner-up Piala Asia 2026. “Kami tidak bisa berharap datang dari Asia lalu langsung menjadi lebih baik daripada semua Timnas di Amerika Selatan. Kami harus memahami posisi kami saat ini dan terus bekerja untuk membangun ekosistem futsal yang lebih baik demi masa depan para pemain,” ujar Souto.
Souto mengungkapkan bahwa timnya mampu bertahan secara konsisten saat menghadapi Brasil, mengontrol permainan melawan Cape Verde, dan mengendalikan pertandingan saat melawan Peru. “Jadi, secara keseluruhan, tidak banyak hal yang perlu dikeluhkan. Saya merasa kami berada di jalur yang tepat,” kata Souto. Ia menambahkan bahwa pengalaman di Spanyol dan Brasil memperkenalkan 15-20 pemain pada standar futsal tertinggi, yang harus mereka bawa pulang ke klub.
Baca juga:Dengan hasil ini, futsal Indonesia vs Cape Verde menjadi salah satu sorotan evaluasi. FFI berkomitmen menjadikan turnamen di Brasil sebagai bahan pembenahan menyeluruh, baik dari kualitas permainan, kesiapan tim, maupun efektivitas program pembinaan. Target menembus 10 besar dunia tetap menjadi acuan, dan pengalaman melawan tim-tim kelas dunia diharapkan menjadi modal berharga bagi para pemain untuk meningkatkan performa di level klub maupun tim nasional.












