Sorothari – 20 Oktober 2026 | Upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (18/10/2026) malam, berlangsung meriah. Kaisar Jepang Naruhito resmi membuka pesta olahraga disabilitas se-Asia itu, disaksikan langsung oleh penonton yang hadir. Berbagai pertunjukan seni dan tradisi Jepang ditampilkan, termasuk pertunjukan video yang menggambarkan kekayaan budaya negara tuan rumah. Momen pembukaan ini menjadi sorotan karena pertama kalinya Jepang menjadi tuan rumah Asian Para Games.
Mengusung konsep “We Are Beautiful Individuals”, upacara pembukaan menekankan pesan tentang keunikan setiap orang. Pesan itu melampaui batas disabilitas, kebangsaan, dan budaya. Konsep tersebut tercermin dalam rangkaian pertunjukan yang menampilkan kolaborasi para seniman dan atlet dari berbagai negara.
Baca juga:Indonesia turut hadir dalam defile kontingen dengan 47 peserta. Para wakil Indonesia tampil mengenakan busana rancangan desainer Ivan Gunawan, yang juga ikut dalam rombongan. Penampilan kontingen Indonesia menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan yang disiarkan secara luas, termasuk melalui video yang beredar di media sosial.
Tradisi Jepang Meriahkan Pembukaan
Selain defile kontingen, acara dimeriahkan oleh tradisi Jepang bertajuk “The Festival of Flame” yang disutradarai Kaiji Moriyama. Pertunjukan ini menghadirkan elemen api dan koreografi yang memukau, menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam upacara pembukaan. Melalui pertunjukan tersebut, Jepang memperkenalkan kekayaan budayanya kepada publik Asia, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas yang diusung Asian Para Games 2026.
Presiden Asian Paralympic Committee, Majid Rashed, dalam sambutannya berharap Asian Para Games dapat mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif, setara, dan saling menghormati. Harapan itu sejalan dengan semangat ajang yang mempertemukan atlet dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda.
Baca juga:Asian Para Games 2026 berlangsung pada 18 hingga 24 Oktober 2026. Ini merupakan penyelenggaraan pertama di Jepang. Sebelumnya, ajang serupa digelar di Guangzhou, China, pada 2010, Incheon, Korea Selatan, pada 2014, Jakarta, Indonesia, pada 2018, dan Hangzhou, China, pada 2022. Penunjukan Nagoya sebagai tuan rumah menandai kepercayaan komunitas paralimpiade Asia terhadap kesiapan Jepang.
Pembukaan Asian Para Games 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung diplomasi budaya. Melalui pertunjukan seni dan tradisi Jepang, tuan rumah berhasil menyampaikan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam defile dengan busana karya Ivan Gunawan menjadi kesempatan memperkenalkan identitas budaya di kancah internasional.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal lengkap pertandingan yang akan diikuti kontingen Indonesia. Namun, para atlet diharapkan dapat memberikan prestasi terbaik dan mengharumkan nama bangsa. Publik dapat mengikuti perkembangan Asian Para Games 2026 melalui siaran video dan pemberitaan dari media resmi.
Baca juga:











