Berita  

Cuaca Medan Hari Ini: Hujan Dominasi Sumut Sepekan, 31 Kabupaten/Kota Waspada

Cuaca Medan Hari Ini: Hujan Dominasi Sumut Sepekan, 31 Kabupaten/Kota Waspada
Cuaca Medan Hari Ini: Hujan Dominasi Sumut Sepekan, 31 Kabupaten/Kota Waspada

Sorothari – 21 Oktober 2026 | Cuaca Medan hari ini dan sejumlah wilayah Sumatera Utara diprakirakan masih didominasi hujan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mencatat sedikitnya 31 kabupaten/kota berpotensi terdampak hujan sedang hingga sangat lebat pada periode 19–26 Oktober 2026. Prakiraan ini disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang labil dan pola angin yang mempercepat pertumbuhan awan hujan di sebagian besar Sumut.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menyebut potensi hujan tidak merata, tetapi mencakup hampir seluruh wilayah provinsi. Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal, umumnya terjadi pada siang hingga malam hari.

Baca juga:
BMKG Rilis Prospek Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Ekstrem hingga Sebaran Abu Vulkanik

“Kondisi cuaca tersebut dipicu peningkatan pertumbuhan awan hujan akibat pengaruh belokan angin, daerah perlambatan kecepatan angin, dan labilitas atmosfer yang tinggi,” kata Martha dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Selasa (20/10/2026).

Daftar wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Humbang Hasundutan. Selain itu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan juga masuk dalam daftar. Untuk wilayah kota, potensi serupa mencakup Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.

Bagi warga Medan, prakiraan ini menjadi perhatian tersendiri karena cuaca medan hari ini dapat memengaruhi aktivitas harian, mulai dari perjalanan ke tempat kerja, kegiatan belajar, hingga mobilitas logistik. Hujan yang turun pada siang hingga malam hari berpotensi menimbulkan genangan di titik-titik rawan, terutama kawasan dengan drainase terbatas. Meski demikian, BBMKG belum mengeluarkan peringatan khusus terkait banjir untuk kota Medan.

Martha menjelaskan, dalam sepekan terakhir beberapa wilayah Sumut telah mengalami hujan sedang hingga sangat lebat. Kondisi itu dipengaruhi perlambatan dan pertemuan angin, serta belokan angin yang terbentuk dari pesisir barat hingga pesisir timur Sumut. Labilitas atmosfer lokal yang kuat turut mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

“Untuk sepekan terakhir, beberapa wilayah di Sumut mengalami hujan sedang hingga sangat lebat. Kondisi ini dipengaruhi adanya perlambatan dan pertemuan angin, serta belokan angin yang terbentuk dari wilayah pesisir barat hingga pesisir timur Sumut. Labilitas atmosfer lokal yang kuat turut mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” tuturnya.

Baca juga:
Kualitas Udara Palembang Hari Ini Memburuk, OMC Dry Ice Mulai Perbaiki Asap Karhutla

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian berlangsung aman dan lancar. BBMKG juga meminta warga merujuk informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. Imbauan ini relevan mengingat potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dapat muncul secara lokal dan berlangsung singkat.

Di sisi lain, cuaca buruk juga berdampak pada penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah. Kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing masih ditangani BPBD Jawa Tengah melalui pemadaman darat dan udara. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan titik api di Gunung Lawu meningkat dari 10 menjadi 36 titik berdasarkan data SiPongi. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 230 hektare.

“Bertambah menjalar tentunya,” ujar Bergas saat dihubungi di Semarang, Selasa (20/10/2026).

Medan terjal di kawasan Cemoro Kandang, sekitar 2.000 mdpl, menyulitkan petugas. Water bombing juga terkendala tebalnya awan dan asap, angin kencang, serta hujan yang mengurangi jarak pandang pilot. Pada Selasa, pemadaman udara dilakukan dua kali, padahal sehari sebelumnya direncanakan empat sorti penerbangan. Sekitar 70 personel dikerahkan untuk pemadaman darat dengan mempertimbangkan keselamatan.

Penyebab kebakaran diduga kuat akibat aktivitas manusia. Relawan menemukan cangkul dan bekas tempat pembuatan arang di sekitar lokasi. “Ditemukan titik pembakaran pembuatan arang Lawu. Artinya ini tetap disebabkan human error,” kata Bergas. Di Gunung Sumbing, citra satelit mendeteksi 53 titik panas, dengan luas terbakar belum diketahui pasti. Vegetasi sabana dinilai membuat api lebih cepat menjalar dibandingkan kawasan Gunung Lawu yang didominasi pepohonan.

Baca juga:
Kualitas Udara Hari Ini: Asap Karhutla Menyebar ke Jakarta, Palangka Raya Masih Berbahaya

Meski berbeda lokasi, kedua peristiwa menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Bagi warga Sumut, terutama Medan, pantauan cuaca medan hari ini sebaiknya dijadikan acuan sebelum beraktivitas. Informasi terbaru dari BMKG dapat membantu masyarakat menyesuaikan rencana, menyiapkan perlengkapan hujan, dan mengantisipasi risiko di perjalanan.

Hingga saat ini, BBMKG Wilayah I Medan belum merinci prakiraan per jam untuk Kota Medan. Namun, pola hujan siang hingga malam yang disebutkan dalam keterangan resmi menjadi gambaran awal. Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi agar tidak terjebak cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba. Dengan begitu, cuaca medan hari ini tetap dapat diantisipasi tanpa menimbulkan kepanikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *