Berita  

Amaludin Syarif, Wajah Legendaris Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia

Amaludin Syarif, Wajah Legendaris Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia
Amaludin Syarif, Wajah Legendaris Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia

Sorothari – 21 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia musik digital Indonesia. Amaludin Syarif, pria yang dikenal luas sebagai sosok di balik cover MP3 ikonik era 2000-an, meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, di usia 46 tahun. Berita kepergiannya pertama kali menyebar melalui unggahan akun Instagram @baar_flo, yang merupakan rekan kerja almarhum, dan langsung menuai ucapan belasungkawa dari warganet yang mengenangnya sebagai bagian dari memori kolektif generasi warnet.

Bagi banyak orang, nama Amaludin Syarif mungkin terdengar asing. Namun, siapa pun yang pernah mengunduh lagu dari internet pada awal 2000-an hingga awal 2010-an hampir pasti akrab dengan wajahnya. Foto selfie pria kelahiran Makassar, 5 Juli 1980, itu menghiasi sampul berbagai berkas MP3 yang tersebar di layanan berbagi file 4shared dan situs unduhan seperti Stafaband. Dari situlah julukan “Duta MP3” dan “Mas Stafaband” melekat padanya. Cover MP3 Amaludin Syarif menjadi semacam penanda zaman bagi mereka yang tumbuh bersama musik digital.

Baca juga:
Amaludin Syarif, Ikon Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia

Dari Koleksi Pribadi ke Jagat Internet

Kisah di balik popularitas Amaludin bermula dari kecintaannya pada musik. Dalam wawancara di program Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada Januari 2026, ia menceritakan bahwa hobinya mengoleksi lagu membuat ruang penyimpanan komputer pribadinya cepat penuh. Sekitar 20 tahun lalu, kapasitas perangkat teknologi belum sebesar sekarang, sehingga ia memutuskan untuk memindahkan koleksi musiknya ke layanan penyimpanan awan 4shared.

“Awalnya saya ini pencinta musik, pendengar musik, jadi saya suka koleksi lagu. Kebetulan waktu kerja pada saat itu, 20 tahun lalu, kalau disimpan di PC komputer kan penuh. Akhirnya saya simpan di 4shared,” ujar Amaludin seperti dikutip dari wawancara tersebut.

Agar koleksinya mudah dikenali, ia menggunakan foto selfie sebagai gambar sampul. Niatnya sederhana: koleksi itu hanya untuk dinikmati sendiri. Namun, tanpa diduga, berkas-berkas MP3 tersebut banyak diunduh dan dibagikan ulang oleh pengguna internet lain. Foto Amaludin pun ikut tersebar luas, menempel pada metadata lagu yang berpindah dari satu komputer ke komputer lain, dari warnet ke perangkat pribadi.

“Saya sendiri yang pakai foto selfie sebagai cover, karena memang niat awalnya itu buat dinikmati saya sendiri. Dan ternyata banyak orang yang juga download lagu di 4shared. Akhirnya foto saya viral,” kenangnya.

Meski wajahnya akrab di dunia maya, Amaludin bukanlah artis atau figur publik. Ia menjalani kehidupan sehari-hari sebagai karyawan di lingkungan Telkom Group, tepatnya di Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar. Ia tercatat bergabung dalam Tim Fulfillment Servo TIF 4 dan sebelumnya pernah bekerja di tim Helpdesk ROC Telkom. Ia mengaku telah bekerja hampir 30 tahun di perusahaan tersebut.

Baca juga:
Transformasi ASN Digital: Inovasi Data, Profiling Kompetensi, dan Kinerja Berbasis Dampak

Ketika menyadari fotonya menjadi viral, Amaludin sempat merasa malu. “Malu. Saya kan tidak ada apa-apanya, bukan artis juga,” akunya sambil tertawa dalam wawancara itu. Namun, warganet justru mengenangnya dengan penuh hormat. Banyak yang menyebutnya sebagai “Legend MP3” dan bagian dari era keemasan warung internet.

Gelombang Duka dari Generasi Warnet

Kabar meninggalnya Amaludin menyebar cepat di media sosial. Akun Threads @cryandthemum menjadi salah satu yang pertama mengunggah ucapan belasungkawa, disertai tanggal lahir almarhum. Ucapan duka juga datang dari akun Instagram @baxxxxxao, rekan yang ikut memviralkan sosoknya pada awal tahun. Warganet pun ramai-ramai mengenang jasa tak langsung pria tersebut.

“Selamat jalan, Legenda,” tulis akun @axxxxxxxxxd, yang menyebut Amaludin sebagai sosok yang wajahnya tak asing bagi generasi 2000-an dan mereka yang tumbuh pada era keemasan warnet.

Akun @cxxxxxxxxxxxxo menulis, “Terima kasih sudah menjadi bagian dari kenangan masa lalu banyak orang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”

Seorang warganet di Threads juga mengungkapkan rasa kehilangannya. “Hah ya Allah padahal baru viral lagi.. makasih pak sudah menemani di masa remaja kita di musik. Innalillahi wa Innailaihi raji’un.. semoga Husnul khatimah,” tulisnya. Sementara itu, komentar lain menyebut, “Rest in peace pak. We never knew you, but we grew up with your face. From bluetooth transfers, 4shared, MP3, sampe nungguin lagu ke download satu satu. Pak, You were there through it all. The legend.”

Baca juga:
Sorotan Kinerja Wakil Menteri: Dari Isu Pangan, Kesehatan Jiwa, hingga Sektor Energi

Bagi generasi yang tumbuh sebelum era streaming, cover MP3 Amaludin Syarif bukan sekadar gambar. Ia adalah penanda masa ketika lagu diunduh satu per satu, dipindahkan lewat Bluetooth, dan disimpan dalam folder-folder di komputer warnet. Wajahnya hadir di layar Winamp, pemutar musik portabel, hingga ponsel sederhana. Popularitasnya yang kembali mencuat pada awal 2026 melalui program televisi justru membuat kepergiannya terasa lebih dekat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Amaludin. Namun, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, terutama mereka yang merasa pernah “ditemani” oleh sosoknya di masa remaja. Amaludin Syarif pergi, tetapi cover MP3-nya akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah musik digital Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *