Berita  

Amaludin Syarif, Ikon Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia

Amaludin Syarif, Ikon Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia
Amaludin Syarif, Ikon Cover MP3 Era 2000-an, Meninggal Dunia

Sorothari – 19 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia musik digital Indonesia. Amaludin Syarif, pria yang wajahnya melekat sebagai sampul file MP3 era 2000-an, meninggal dunia pada Kamis, 15 Oktober 2026, di usia 46 tahun. Sosok yang akrab disapa Mas Stafaband ini menghembuskan napas terakhirnya di Makassar, meninggalkan warisan budaya pop yang tak terlupakan bagi generasi milenial. Berita kepergiannya pun langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu gelombang nostalgia akan masa kejayaan unduhan lagu melalui situs berbagi file.

Amaludin bukanlah seorang musisi atau selebritas. Sehari-hari, ia bekerja sebagai karyawan Telkom Group di Makassar, tepatnya di Service Operation TIF PT Telkom Infrastruktur Indonesia, bagian dari Tim Fulfillment Servo TIF 4. Kehidupannya sederhana. Namun, popularitasnya justru lahir dari sebuah kebiasaan mengoleksi lagu yang kemudian berubah menjadi fenomena internet. Foto selfie-nya yang digunakan sebagai sampul file MP3 di layanan 4shared menyebar luas tanpa ia duga, menjadikannya ikon tak resmi musik digital Indonesia pada awal milenium.

Baca juga:
Ragam Dinamika dan Fenomena Langit yang Warnai Awal September 2026

Kisah di balik foto ikonik tersebut sempat diungkapkan Amaludin dalam sebuah talkshow pada Januari 2026. Ia menceritakan bahwa kecintaannya pada musik membuatnya gemar mengoleksi lagu-lagu Indonesia. Karena kapasitas penyimpanan komputer terbatas, ia memutuskan untuk mengunggah koleksi tersebut ke 4shared. “Awalnya saya ini pencinta musik, pendengar musik, jadi saya suka koleksi lagu. Kebetulan waktu kerja pada saat itu, 20 tahun lalu, kalau disimpan di PC komputer kan penuh. Akhirnya saya simpan di 4shared,” ujarnya. Saat mengunggah, ia menggunakan foto selfie sebagai gambar sampul agar koleksinya terlihat rapi. “Saya sendiri yang pakai foto selfie sebagai cover, karena memang niat awalnya itu buat dinikmati saya sendiri. Dan ternyata banyak orang yang juga download lagu di 4shared. Akhirnya foto saya viral,” tambahnya.

Tanpa disadari, file MP3 dengan sampul wajahnya itu diunduh secara massal dan menyebar ke berbagai situs unduhan musik seperti Stafaband dan Waptrick. Julukan “Mas Stafaband” pun melekat, menjadikannya simbol era ketika musik diunduh, bukan di-streaming. Popularitas yang datang tanpa direncanakan sempat membuat Amaludin merasa canggung. Namun, bagi jutaan pengguna internet, wajahnya telah menjadi bagian dari sejarah budaya pop digital Indonesia.

Baca juga:
Gempa M4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran

Kabar wafatnya Amaludin pertama kali dikonfirmasi oleh rekan kerjanya melalui akun Instagram @servo_tif4 pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, keluarga besar Service Operation TIF Area 4 menyampaikan belasungkawa. “Kami Keluarga Besar Service Operation TIF Area 4 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya: AMALUDDIN SYARIF TIM FULFILLMENT SERVO TIF 4 Kamis, 15 Oktober 2026,” tulis akun tersebut. Mereka juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Penyebab meninggalnya tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak perusahaan.

Kepergian Amaludin memicu reaksi luas di media sosial. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ribuan komentar positif membanjiri unggahan belasungkawa, termasuk dari akun populer seperti @salim_dower yang mengunggah foto almarhum. Unggahan itu mendapat lebih dari 17 ribu tanda suka dan ratusan komentar penuh kenangan. Salah satu warganet, @juragan_aer, menulis, “Segenap kepala badan dewan perwakilan Waptrick, 4Shared, dan Winamp.mp3 mengucapkan turut berduka cita kepada beliau.” Sementara @ukesedjati menambahkan, “Gen Z tidak tahu betapa almarhum menemani gen milenial hari ke hari, malam ke malam, cinta ke cinta, skripsi ke skripsi.”

Baca juga:
BMKG: Gempa Lombok Barat Akibat Deformasi Lempeng Indo-Australia, Tak Berpotensi Tsunami

Ungkapan-ungkapan tersebut menunjukkan bahwa Amaludin Syarif bukan sekadar individu, melainkan simbol era digital yang membentuk cara generasi muda menikmati musik. Wajahnya yang terpampang di ribuan file MP3 telah menjadi penanda zaman bagi mereka yang tumbuh bersama budaya unduh lagu. Kini, meski telah tiada, nama Amaludin Syarif akan terus dikenang sebagai “Duta MP3” yang menemani perjalanan musik generasi milenial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *