Sorothari – 19 Oktober 2026 | Gubernur Bali I Wayan Koster menjadi sorotan setelah video dirinya beradu argumen dengan petugas SPBU di Denpasar viral di media sosial. Insiden itu terjadi di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali. Meski demikian, situasi antrean mulai berangsur landai setelah penerapan sistem ganjil genap untuk pembelian Pertalite yang berlaku pada 17 hingga 19 Oktober 2026.
Pertamina Patra Niaga mencatat perbaikan antrean pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi menyatakan bahwa antrean di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap. “Kami melihat perkembangan positif. Antrean di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap,” kata Ahad di Denpasar, Sabtu (17/10/2026).
Baca juga:Kebijakan ganjil genap ini diterapkan berdasarkan Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM. Pertamina berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan aparat penegak hukum untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut. Dukungan juga datang dari Kodam IX/Udayana dan Polda Bali yang mengawal armada mobil tangki BBM menuju SPBU serta membantu pengerahan personel untuk layanan antar BBM atau delivery service.
Layanan delivery service menyediakan Pertalite secara literan dengan batas maksimal tiga liter bagi konsumen sepeda motor yang menggunakan jeriken. Layanan ini telah berjalan di sejumlah SPBU di Denpasar sejak 15 Oktober 2026. Di sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM tersedia dan menargetkan penambahan stok Pertalite hingga total 48 juta liter dalam periode pengiriman pada 7 hingga 17 Oktober 2026. Menurut Ahad, jumlah tersebut setara dengan ketersediaan stok untuk kebutuhan selama dua minggu dalam kondisi aman.
Antrean di Badung dan Denpasar Mulai Kondusif
Pantauan di lapangan pada Sabtu (17/10/2026) menunjukkan antrean di sejumlah SPBU di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar mulai kondusif. Salah satu warga mengaku hanya menunggu sekitar 15-20 menit di SPBU Jalan Sunset Road, Kuta. “Saya sudah 7 hari gak isi BBM karena saat itu Pertamax susah. Tapi hari ini pas lewat SPBU antrean sedikit tapi Pertalite. Pertamax kosong. Ya sudah, daripada dorong, berat juga,” ujar Yani. Sementara itu, seorang pengendara di Denpasar mengaku mengantre selama 30 menit untuk mendapatkan Pertalite. “Cuma salah jam. Aku antre siang bolong jadi panas banget,” ungkap Juni.
Meski antrean mulai landai, kelangkaan Pertamax masih dikeluhkan warga. Ahad menambahkan bahwa dengan terurainya antrean, lalu lintas di jalan akan semakin lancar sehingga waktu tempuh mobil tangki dari terminal semakin singkat. Pertamina bersama Pemprov Bali terus memantau dan mengevaluasi setiap hari efektivitas pengaturan terhadap panjang antrean, waktu tunggu kendaraan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Baca juga:Kritik Publik dan Sorotan terhadap Koster
Di tengah upaya perbaikan distribusi, viral video Gubernur Bali I Wayan Koster yang beradu argumen dengan pegawai SPBU di Denpasar menuai kritik. Dalam video tersebut, seorang pegawai perempuan mengeluhkan permintaan agar SPBU buka 24 jam. “Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga,” ujar pegawai tersebut. Koster merespons dengan meminta petugas tidak mengeluh. “Nggak usah, jangan ngeluh. Layani konsumen. Walaupun capek, ya layani. Nggak boleh merasa capek,” kata Koster.
Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli menyoroti polemik ini melalui unggahan di X. Ia menilai viralnya insiden tersebut berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni keluhan masyarakat mengenai pasokan BBM. Guntur secara khusus menyinggung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama Pertamina yang dinilainya tidak terlihat menghadapi persoalan di lapangan. “Bahlil Bersembunyi, Koster yang Dihakimi: Siapa Sebenarnya Biang Antrean BBM di Bali?” tulisnya.
Meski mengkritik pergeseran perhatian, Guntur menegaskan tidak bermaksud membenarkan tindakan Koster. “Saya tidak sedang ingin membela ucapan Pak Koster. Membentak petugas SPBU bukan cara yang baik, dan petugas itu juga rakyat kecil yang sedang bekerja di bawah tekanan. Tapi mari kita lihat peristiwa ini secara utuh,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa persoalan pasokan BBM berada dalam tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM, bukan pemerintah provinsi.
Profil Singkat Wayan Koster
I Wayan Koster saat ini menjabat sebagai Gubernur Bali untuk masa jabatan 2025-2030. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Sembiran, SMP Bhaktiyasa, dan SMAN Singaraja. Namanya kembali mencuat setelah insiden adu mulut dengan pegawai SPBU yang terjadi saat kelangkaan BBM melanda Bali.
Baca juga:Di sisi lain, eksplorasi migas di laut Bali juga menjadi perhatian. British Petroleum (BP) dan Inpex Corporation telah menandatangani keputusan investasi senilai US$42,7 juta untuk Wilayah Kerja Migas Agung I dan Agung II. Keputusan Menteri ESDM pada 7 September 2026 menetapkan porsi kepemilikan participating interest masing-masing 50%. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai dukungan gubernur penting untuk kelancaran proyek strategis nasional tersebut. “Dukungan gubernur penting, terutama untuk urusan dalam kewenangan daerah,” ujarnya.
Hingga saat ini, Pertamina bersama Pemprov Bali terus melakukan evaluasi harian terhadap kebijakan ganjil genap. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar. Pemerintah Provinsi Bali belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang dialamatkan kepada Gubernur Bali menyusul viralnya video adu mulut dengan petugas SPBU.












