Sorothari – 21 Oktober 2026 | Seorang pengemudi Mitsubishi Pajero berinisial ADP (26) menabrak tiga remaja di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Akibat kecelakaan itu, seorang pelajar SMP Negeri 43 Jakarta berinisial ATM (14) meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar mengira terjadi tawuran karena suara benturan yang keras.
Menurut keterangan warga bernama Sadianti, suara benturan itu terdengar sangat keras, disertai bunyi seperti pecahan kaca. “Saya pikir itu tawuran,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (20/10/2026). Setelah suaminya dan anaknya keluar untuk memeriksa, mereka mendapati seorang korban tergeletak di dekat mobil yang terlibat kecelakaan. Warga pun langsung membantu mengevakuasi korban ke RSUD Mampang.
Baca juga:Sadianti mengungkapkan bahwa korban sempat menunjukkan respons setelah kejadian. Bahkan, korban sempat bangun dan duduk sebelum dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sadianti dan suaminya fokus menolong korban, sementara warga lain menangani pengemudi di lokasi. Ia juga menyebutkan bahwa ketiga korban sedang duduk bersama sambil bermain gim saat kecelakaan terjadi.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa menjelaskan kronologi kecelakaan. Pajero bernomor polisi L-1583-FP melaju dari arah barat ke timur. Mobil itu menabrak korban yang sedang berjalan di sisi kiri jalan, kemudian menghantam Toyota Avanza yang terparkir dan Hyundai yang melaju searah di depannya. “Betul ada yang meninggal dunia,” kata Kharisma saat dikonfirmasi, Senin (19/10).
Korban ATM meninggal dunia setelah dilarikan ke RS Fatmawati. Ia mengalami luka di bagian kepala. “(Korban) mengalami luka pada bagian kepala, kondisi meninggal dunia mendapat penanganan di RSUP Fatmawati,” tambah Kharisma. Dua korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Baca juga:Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan polisi. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari saksi, serta mengamankan mobil Pajero yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti. Dugaan keterlibatan alkohol atau narkoba pada pengemudi belum dapat dipastikan karena masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi di kawasan perkotaan. Warga berharap polisi segera mengusut tuntas penyebab kecelakaan dan memproses hukum pihak yang bertanggung jawab. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintas di jalan yang ramai aktivitas warga.
Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan pendalaman. Perkembangan terbaru akan diinformasikan lebih lanjut setelah penyelidikan selesai.
Baca juga:











