Sorothari – 21 Oktober 2026 | Laga new york city vs lafc di Citi Field, New York, berakhir tanpa pemenang. LAFC ditahan imbang 1-1 oleh New York City FC pada pertandingan lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026, Minggu (18/10/2026) waktu Korea atau Sabtu malam waktu setempat. Hasil ini membuat LAFC gagal memaksimalkan momentum setelah sebelumnya mengalahkan Austin FC 3-1. Son Heung-min menjadi sorotan karena peluang emasnya di akhir pertandingan membentur mistar gawang.
Dengan tambahan satu poin, LAFC kini menempati peringkat keenam Wilayah Barat dengan koleksi 46 poin dari 31 laga, hasil dari 12 kemenangan, 10 imbang, dan 9 kekalahan. Sementara New York City FC yang berada di Wilayah Timur masih kesulitan keluar dari tekanan. Pelatih interim LAFC, Xavi Tamarit, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Son Heung-min sebagai gelandang serang, didukung Denis Bouanga di lini depan.
Baca juga:Jalannya pertandingan di Citi Field berlangsung sengit. New York City FC yang bermain di kandang lebih banyak menguasai bola, tetapi LAFC mengandalkan serangan balik cepat. Pada menit ke-10, umpan silang Jacob Shaffelburg dari sisi kanan hampir menemui Son Heung-min, namun bola sedikit meleset dari kepalanya. Enam menit berselang, kerja sama Son dan Leo Valtá nyaris membuahkan gol, tetapi tembakan Bouanga masih melambung.
New York City FC membalas melalui serangan dari sisi kanan. Pada menit ke-38, umpan cutback Agustín Ojeda diteruskan oleh Luighi, namun tembakannya berhasil diblok oleh pemain bertahan LAFC. Gol yang ditunggu LAFC akhirnya tercipta di menit ke-44. Berawal dari aksi individu Son Heung-min yang dilanggar di dekat kotak penalti, Leo Valtá yang menjadi eksekutor tendangan bebas berhasil menaklukkan kiper dengan tembakan kaki kanan yang akurat. Skor 1-0 untuk LAFC bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, New York City FC meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-53, bek kanan Tayvon Gray melakukan kerja sama satu-dua dengan Aiden O’Neill dan melepaskan tembakan keras, tetapi kiper Hugo Lloris masih sigap mengamankan gawangnya. Son Heung-min terus menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Kecepatan eksplosifnya pada menit ke-53 memaksa Agustín Ojeda menjatuhkannya di belakang dan berbuah kartu kuning.
Namun, keunggulan LAFC akhirnya sirna. New York City FC berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang tercipta di babak kedua. Hingga pertandingan berakhir, skor 1-1 tidak berubah. Son Heung-min nyaris mencetak gol kemenangan di akhir laga, tetapi tendangannya membentur mistar gawang. Kegagalan ini menjadi pukulan bagi LAFC yang berambisi meraih tiga poin penuh.
Hasil imbang ini memperpanjang catatan kurang konsisten LAFC dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, mereka mengakhiri tren tanpa kemenangan selama empat laga dengan mengalahkan Austin FC 3-1 di kandang. Dalam laga tersebut, Son Heung-min tampil gemilang dengan menyumbang satu gol dan dua assist. Kemenangan itu juga membawa LAFC mengoleksi 45 poin dan bertahan di posisi keenam Wilayah Barat, hanya terpaut dua poin dari San Jose Earthquakes di posisi keempat yang berhak mendapatkan keuntungan kandang di putaran pertama playoff.
Baca juga:Secara individu, Son Heung-min sedang mengejar rekor assist terbanyak LAFC dalam satu musim reguler. Saat ini ia telah mengoleksi 15 assist, menyamai catatan Carlos Vela pada 2019. Sayangnya, dalam laga melawan New York City FC, ia gagal menambah assist maupun gol. Meski demikian, kontribusinya tetap menjadi kunci serangan LAFC. Kolaborasi Son dan Bouanga terlihat dari statistik: Son telah memberikan assist untuk 9 dari 17 gol Bouanga di liga, sementara Bouanga memberikan tiga assist untuk gol-gol Son.
Pelatih Xavi Tamarit sempat mengubah taktik dengan menempatkan Bouanga sebagai penyerang di depan Son. Formasi ini efektif saat melawan Austin, tetapi tidak sepenuhnya berhasil di Citi Field yang memiliki dimensi lapangan lebih sempit. Pengambilan keputusan cepat di lini tengah dan koordinasi antara Son dan Bouanga menjadi kunci, namun New York City FC mampu meredam serangan mereka di babak kedua.
Dengan sisa empat pertandingan di musim reguler, posisi LAFC di zona playoff masih belum aman. Mereka harus meraih hasil positif di laga-laga berikutnya untuk menjaga peluang bersaing di papan atas Wilayah Barat. Sementara itu, New York City FC masih berjuang untuk memperbaiki posisi di Wilayah Timur. Laga new york city vs lafc ini menjadi pengingat bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim.
Kegagalan LAFC meraih kemenangan juga tidak lepas dari ketatnya pertahanan New York City FC di babak kedua. Tim asuhan Pascal Jansen itu mampu menahan gempuran LAFC dan memanfaatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Meski demikian, hasil imbang ini tetap menjadi modal berharga bagi New York City FC untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Bagi LAFC, fokus kini beralih ke pertandingan berikutnya. Son Heung-min dan rekan-rekan harus segera melupakan hasil imbang ini dan bersiap menghadapi lawan-lawan berat di sisa musim. Peluang untuk lolos ke playoff masih terbuka, tetapi mereka tidak boleh kehilangan poin lagi. Sementara itu, New York City FC akan berusaha melanjutkan tren positif mereka di laga berikutnya.
Baca juga:Pertandingan new york city vs lafc di Citi Field menjadi bukti bahwa MLS semakin kompetitif. Kedua tim menampilkan permainan terbuka dan saling menyerang. Meski hanya berakhir imbang, laga ini menyuguhkan intensitas tinggi dan momen-momen menarik, termasuk aksi Son Heung-min yang nyaris menjadi pahlawan kemenangan LAFC.
Ke depan, LAFC akan menghadapi jadwal padat dengan empat pertandingan tersisa. Mereka perlu memaksimalkan setiap laga untuk mengamankan tempat di playoff. Sementara New York City FC masih memiliki peluang untuk memperbaiki peringkat di Wilayah Timur. Hasil imbang ini menjadi cerminan bahwa kedua tim masih memiliki pekerjaan rumah masing-masing.












