Bahan Bakar Jadi Sorotan: dari Pencurian Minyak Pertamina, Kelangkaan BBM, hingga Ambisi B50 dan E50 Prabowo

Bahan Bakar Jadi Sorotan: dari Pencurian Minyak Pertamina, Kelangkaan BBM, hingga Ambisi B50 dan E50 Prabowo
Bahan Bakar Jadi Sorotan: dari Pencurian Minyak Pertamina, Kelangkaan BBM, hingga Ambisi B50 dan E50 Prabowo

Sorothari – 23 Oktober 2026 | Isu bahan bakar kembali menjadi sorotan dalam sepekan terakhir, mulai dari penangkapan komplotan pencuri minyak yang membobol pipa Pertamina di Jambi, kelangkaan BBM yang memicu antrean di sejumlah wilayah, hingga ambisi pemerintah memperluas penggunaan energi nabati melalui program B50 dan E50. Berbagai peristiwa itu memperlihatkan betapa isu bahan bakar menyentuh banyak sisi kehidupan, dari keamanan aset negara hingga daya beli masyarakat dan arah kebijakan energi nasional.

Di Kota Jambi, aparat kepolisian mengungkap kasus pencurian minyak mentah dengan cara membobol pipa milik Pertamina EP Field Jambi. Aksi itu terjadi di kawasan Jalan Surya Dharma, RT 32, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, pada Senin, 3 Agustus 2026. Polisi menangkap tiga tersangka, yakni SH alias Selamet, DWW, dan M alias Mis, yang seluruhnya berusia 27 tahun kecuali Selamet yang disebut berusia 39 tahun dalam keterangan awal kepolisian.

Baca juga:
Dua Perusahaan Garmen di Jawa Tengah Bangkrut, Lebih dari 1.400 Buruh Terancam PHK

Kanit Reskrim Polsek Kota Baru Ipda Bambang Rikhani mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Pertamina EP Field Jambi. Tim Opsnal Macan Kota Baru kemudian melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan para pelaku. “Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Macan Kota Baru langsung melakukan penyelidikan hingga mendapatkan informasi mengenai keberadaan para pelaku,” ujar Bambang, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Bambang, Selamet lebih dahulu diamankan di wilayah Prabumulih, Sumatera Selatan, setelah polisi berkoordinasi dengan Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dari interogasi terhadap Selamet, polisi mengetahui bahwa aksi pencurian dilakukan bersama DWW dan M yang berada di wilayah Jambi. Kedua tersangka kemudian dikejar dan ditangkap pada Rabu, 21 Oktober 2026, lalu dibawa ke Polsek Kota Baru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa pembobolan pipa itu sendiri diketahui pada Senin, 3 Agustus 2026, ketika Pertamina menerima informasi dari warga tentang minyak yang mengalir ke saluran drainase. Petugas Pertamina mendatangi lokasi dan menemukan aliran minyak yang tumpah. Mereka menyusuri sumber aliran hingga menemukan sebuah warung dalam kondisi terkunci. Setelah tidak mendapat respons dari pemilik warung yang menyewa tempat tersebut, pelapor membuka warung untuk memeriksa sumber kebocoran.

Kelangkaan BBM dan Pilihan Kendaraan Irit

Di sisi lain, kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak di sejumlah wilayah membuat efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat. PT Indako Trading Coy selaku main dealer sepeda motor Honda di Sumatra Utara menawarkan sejumlah model yang dinilai irit, seperti Honda BeAT, Scoopy, dan Vario 125. Honda BeAT bermesin 110 cc dibekali teknologi PGM-FI dan enhanced Smart Power (eSP), serta opsi Idling Stop System (ISS) yang mematikan mesin otomatis saat motor berhenti sejenak.

Baca juga:
Pertamina Tegaskan Beli BBM Subsidi Tidak Wajib Tunjukkan STNK, Pengawasan Andalkan QR Code

Technical Service Manager PT Indako Trading Coy, Min Hian, menjelaskan bahwa Honda membekali sejumlah model dengan teknologi pendukung efisiensi bahan bakar. Namun, ia menekankan bahwa pemilihan kendaraan sesuai kebutuhan dan perawatan rutin di AHASS tetap berperan penting dalam menjaga performa serta kenyamanan berkendara. Langkah ini menjadi relevan di tengah antrean akibat kelangkaan BBM yang membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih kendaraan sehari-hari.

Dampak Harga Bahan Bakar di Italia

Dampak kenaikan harga bahan bakar juga terasa di Italia. Aksi mogok sopir truk meluas di kawasan selatan Italia pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan penutupan jalan raya dan Pelabuhan Napoli di Campania. Aksi serupa terjadi di Calabria, Sisilia, Basilicata, dan Puglia. Penutupan jalur distribusi membuat pengiriman kebutuhan sehari-hari terhambat dan rak supermarket mulai kosong, sementara hasil panen petani terancam membusuk karena kegiatan pengumpulan dan pengiriman berhenti.

Mogok ini dipicu lonjakan harga solar yang membuat biaya operasional sopir membengkak. Para pengemudi menuntut penyesuaian tarif angkutan resmi agar sebanding dengan kenaikan harga bahan bakar. Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini, menyatakan pemerintah akan mengupayakan pencairan dana bantuan yang sempat tertunda dan membuka dialog dengan para sopir. Kementerian Transportasi dijadwalkan bertemu perwakilan asosiasi industri angkutan pada Selasa, 20 Oktober 2026, untuk mencari jalan keluar atas sengketa tarif dan tingginya biaya bahan bakar.

Ambisi B50 dan E50 Pemerintah Indonesia

Di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian pemerintahan dua tahun dalam sidang kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menyebut Indonesia relatif stabil di tengah gejolak geopolitik dunia dan bersyukur telah mencapai swasembada pangan dalam waktu cepat. Prabowo juga menyoroti terwujudnya bahan bakar B50 di tengah harga minyak dunia yang naik, serta potensi sumber energi lain seperti batu bara, geotermal, dan biodiesel dari tanaman.

Baca juga:
BEI Minta Klarifikasi MSCI Soal Ancaman Standalone Market

“Batu bara kita masih banyak. Geotermal kita banyak, yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita. Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia akan menerapkan bioetanol 10 persen atau E10 tahun ini, dengan target E20 dalam dua tahun ke depan dan E50 empat tahun kemudian. “Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10, mungkin dua tahun lagi kita berharap bisa mencapai E20,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mulai menyusun pengembangan program E50 setelah arahan Presiden dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional pertama 2026 pada Kamis, 17 September. Menurut Bahlil, kebijakan itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan BBM dari dalam negeri. Konsumsi solar nasional disebut sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan bensin berkisar 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Bahan baku bioetanol akan berasal dari tebu, singkong, dan jagung yang dikelola bersama Pertamina dan pihak swasta.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa bahan bakar bukan sekadar komoditas, tetapi juga persoalan keamanan, ekonomi, dan kebijakan energi yang saling terkait. Penangkapan pelaku pencurian minyak di Jambi menjadi pengingat akan pentingnya pengamanan aset negara, sementara kelangkaan BBM dan mahalnya solar di Italia memperlihatkan dampak langsung harga energi terhadap distribusi pangan dan aktivitas masyarakat. Di Indonesia, perluasan program biodiesel dan bioetanol akan menjadi ujian berikutnya bagi pemerintah dalam menjaga pasokan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *