Sorothari – 23 Oktober 2026 | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatra. Di tengah kondisi tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap menggelar Operasi Patuh Telabang 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini mengutamakan penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang teguran, tanpa penilangan langsung di tempat.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Komisaris Besar Polisi Yusep Dwi Prastiya, menyatakan bahwa petugas untuk sementara tidak melakukan tilang di tempat. “Untuk sementara tidak ada tilang di tempat, kita lebih mengoptimalkan ETLE dan tilang teguran,” kata Yusep, Jumat (23/10/2026). Ia menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru. Komposisi operasi terdiri dari 50 persen kegiatan preemtif dan preventif, serta 50 persen penegakan hukum.
Baca juga:Di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalteng, Ditlantas Polda Kalteng menyesuaikan pendekatan operasi dengan mengedepankan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembagian masker, penyediaan rumah oksigen portabel, hingga bantuan alat kesehatan. “Untuk kegiatan preventif, kami modifikasi dengan membagikan masker, mendirikan rumah oksigen portable, hingga memberikan bantuan alat kesehatan,” ujar Yusep. Petugas yang memberikan tilang teguran akan mencatat nama dan nomor telepon pelanggar untuk mendukung edukasi keselamatan berkendara melalui layanan WhatsApp Blasting bertajuk Lalu Lintas Melayani.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, kabut asap tebal memperburuk kualitas udara di Kota Banjarbaru. Indeks Kualitas Udara (IKU) di Banjarbaru pada malam hari tercatat 129, membaik dibandingkan kondisi pagi hingga siang hari yang sempat mencapai 193, bahkan hampir menyentuh 200, dan masuk kategori sangat tidak sehat. “Tadi pagi pukul 10.00 hingga pukul 14.00 siang, angka kualitas udara di Banjarbaru sempat mencapai 193, bahkan hampir menyentuh angka 200, di mana menjadi kategori kualitas udara sangat tidak sehat,” ujar jurnalis Metro TV, Hanif Musyaffa, Kamis (22/10/2026).
Guna menekan dampak karhutla, Kota Banjarbaru ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk seluruh wilayah Kalimantan. Lokasi ini dipilih karena visibilitas udaranya paling memungkinkan untuk aktivitas penerbangan militer maupun sipil dari Landasan Udara Syamsudin Noor. Operasi modifikasi cuaca dalam sepekan terakhir dilakukan secara masif menggunakan dua metode utama, yaitu pengaplikasian dry ice (es kering) dan penyebaran garam. “Fungsi dari metode dry ice adalah memecah lapisan inversi yang menahan asap dan kabut akibat karhutla, lalu didorong dengan metode tabur garam yang fungsinya mengikat dan membentuk awan agar potensi hujan meningkat,” jelas Hanif. Selain Kalimantan Selatan, inti pelaksanaan modifikasi cuaca juga difokuskan ke wilayah terdampak lain seperti kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Namun, hingga saat ini hujan belum turun di wilayah tersebut.
Baca juga:Di Sumatra Selatan, kabut asap berdampak pada pendapatan pengemudi kapal getek di Sungai Musi, Palembang. Junaidi, salah satu pengemudi getek, mengaku jumlah penumpang berkurang hingga hampir 50 persen. “Jauh berkurangnya. Hampir 50 persen lah berkurang ini istilahnya,” kata Junaidi, Jumat (23/10/2026). Sebelum kabut asap menyelimuti Palembang, ia masih bisa memperoleh pendapatan dari mengantar penumpang. Kini penghasilannya tidak menentu, bahkan pernah pulang tanpa membawa uang setelah seharian bekerja. “Semalam dalam minggu-minggu ini tak dapat uang kami,” ujarnya. Berkurangnya pendapatan membuat Junaidi harus mencari pekerjaan tambahan, meminta bantuan tetangga, atau meminjam uang untuk membeli makanan. Kabut asap juga menimbulkan keluhan kesehatan seperti sesak napas dan mata perih, serta mengganggu jarak pandang di sekitar Sungai Musi.
Di Muaro Jambi, Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) mengatakan seluruh puskesmas di wilayahnya diarahkan tetap memberikan pelayanan oksigen sesuai jam operasional masing-masing. Puskesmas rawat inap disiagakan sepanjang hari. “Seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Untuk tujuh puskesmas rawat inap, pelayanan dibuka 24 jam agar warga yang membutuhkan oksigen bisa segera mendapatkan bantuan,” kata BBS, Kamis (22/10/2026). Pemkab Muaro Jambi juga menyiapkan 16 puskesmas nonrawat inap yang tetap menerima warga untuk pelayanan oksigen selama jam pelayanan. Tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) juga disiapkan memberikan pelayanan selama 24 jam. BBS memastikan stok tabung oksigen mencukupi dan menyiapkan dukungan pengisian ulang agar pasokan terus tersedia.
Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut setelah menerima laporan mengenai sebuah perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla hingga 19 kali. Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, Kamis (22/10). “Siapa pun kalau dia melanggar, sudahlah, cabut saja! Saya enggak ragu-ragu, saya cabut saja nanti,” tegas Prabowo. Pemerintah tengah menyelidiki sejumlah perusahaan yang diduga berulang kali melanggar aturan pengelolaan lahan dan pencegahan kebakaran.
Baca juga:Hingga saat ini, kabut asap masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Operasi modifikasi cuaca terus dilakukan, sementara aparat kepolisian berupaya menyesuaikan kegiatan dengan kondisi darurat asap. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang memburuk.












