Sorothari – 24 Oktober 2026 | Komando Daerah Militer IX/Udayana (Kodam IX/Udayana) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya foto kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang terparkir di area Student Center Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Bali. Pihak TNI menegaskan keberadaan kendaraan taktis tersebut murni untuk mendukung operasional pengamanan Very Very Important Person (VVIP), bukan agenda di luar tugas militer. Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik dan tuntutan klarifikasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa (BEM PM) Unud.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menegaskan bahwa ranpur Anoa bernomor 9557-IX tersebut beroperasi penuh di bawah kendali unsur pengamanan VVIP. “Benar, Ranpur Anoa tersebut merupakan kendaraan yang disiapkan untuk mendukung tugas pengamanan VVIP. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Makorem, kendaraan bergerak menuju titik penempatan sesuai arahan unsur pengamanan VVIP,” ujar Amrizal dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Baca juga:Amrizal merinci kronologi masuknya ranpur ke area kampus. Kendaraan tersebut tiba di area parkir Unud pada Rabu (21/10) sekitar pukul 10.00 WITA. Menurutnya, langkah itu diambil karena lokasi pos pengamanan yang dituju tidak memiliki lahan parkir memadai untuk ukuran kendaraan tempur. Pemilihan area parkir di Student Center Unud pun mempertimbangkan jaraknya yang dekat dengan sasaran pos pengamanan (posyandu).
Sebelum memarkirkan kendaraan, personel TNI di lapangan telah berkoordinasi dan mendapatkan izin resmi dari petugas keamanan (satpam) serta pihak dosen Universitas Udayana. “Selanjutnya, penempatan dan pergerakan kendaraan tetap mengikuti arahan unsur yang bertanggung jawab dalam pengamanan VVIP,” terang Kapendam.
Sementara itu, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, membenarkan bahwa kendaraan taktis tersebut digunakan untuk pengamanan istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda, yang sedang berkegiatan di Bali selama dua hari. “Setelah kami konfirmasi, kendaraan tersebut untuk pengamanan Ibu Wakil Presiden yang berkegiatan di Bali selama dua hari. Parkir di sana agar tidak mengganggu lalu lintas,” kata Dewi saat dikonfirmasi, Jumat.
Namun, keberadaan ranpur di lingkungan kampus menuai reaksi dari BEM PM Unud. Melalui unggahan akun Instagram @bem_udayana, BEM Unud mempertanyakan dasar dan urgensi penempatan kendaraan taktis yang diduga milik Kodam IX/Udayana tersebut. “Hal tersebut memicu kekhawatiran dan kebingungan di lingkup mahasiswa terkait dasar serta urgensi di tempatkannya rantis di area kampus yang terbilang sangat dekat dengan keseharian mahasiswa dalam melakukan aktivitas organisasi dan lainnya,” tulis BEM PM Unud dalam unggahannya, Jumat (23/10/2026).
BEM PM Unud menilai keberadaan kendaraan taktis militer di lingkungan kampus tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Mereka pun melayangkan surat tuntutan klarifikasi kepada Rektor Unud dan Panglima Kodam IX/Udayana. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Rektor Unud terkait surat tuntutan tersebut.
Baca juga:Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana
Di sisi lain, Komando Daerah Militer IX/Udayana baru saja menggelar acara pisah sambut Pangdam dari Mayjen TNI Piek Budyakto kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa. Acara berlangsung di Aula Supardi Lantai III Makodam IX/Udayana, Denpasar, Rabu (21/10/2026), dan dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster serta Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya kekompakan Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Bali. Ia mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata dunia sehingga setiap persoalan yang muncul berpotensi menjadi perhatian internasional. “Kami selalu solid dan kompak, dalam suka maupun duka bekerja menjaga Bali,” ujarnya.
Koster juga menyoroti sinergi TNI-Polri saat Bali menghadapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Menurutnya, dukungan Kodam IX/Udayana sangat membantu penanganan di lapangan, dengan prajurit TNI dikerahkan untuk mengatur antrean kendaraan sekaligus membantu operasional pelayanan kepada konsumen.
Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada Mayjen TNI Piek Budyakto atas dedikasinya selama menjabat Pangdam IX/Udayana, khususnya dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah serta mendukung pembangunan di Kota Denpasar. Ia juga mengucapkan selamat atas penugasan baru Piek Budyakto sebagai Pangdam V/Brawijaya di Jawa Timur.
Kepada Pangdam IX/Udayana yang baru, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa, Arya Wibawa berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara Kodam IX/Udayana dan Pemerintah Kota Denpasar terus diperkuat. Sementara itu, Made Putra Widiastawa mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam memajukan Bali. “Mari kita bersinergi, bergandengan tangan, dan menyingsingkan lengan baju untuk bersama-sama memajukan Provinsi Bali,” ungkapnya.
Baca juga:Terpisah, jajaran Korem 162/Wira Bhakti yang berada di bawah Kodam IX/Udayana menegaskan komitmennya mengawal produksi pertanian berkualitas di Nusa Tenggara Barat. Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Agus Bhakti menyatakan pihaknya akan melindungi petani agar menghasilkan gabah berkualitas dengan kuantitas memadai sehingga dapat diserap Bulog sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah. “Kami berkomitmen kawal dan lindungi petani agar bisa hasilkan gabah yang berkualitas dan memiliki kuantitas dan dapat diserap Bulog sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Agus di Mataram, Kamis (27/2/2025).
Pemerintah menetapkan harga beli gabah Rp6.500 per kilogram. Untuk mengejar target tersebut, Korem 162/Wira Bhakti secara intensif memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, hingga produksi. Agus menyebut NTB memiliki lahan tanam pertanian terluas di bawah Kodam IX/Udayana, sekitar 560 hektare, dengan potensi produksi 560 ton gabah. “April besok, kuartal pertama tahun ini, penyerapan gabah ditargetkan pada angka 180 ribu ton. Makanya, kami terus berjibaku agar bagaimana produksi petani bisa maksimal,” ucapnya.
Hingga saat ini, polemik ranpur Anoa di Kampus Unud masih menunggu respons resmi dari Rektorat Unud. Pihak Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa penempatan kendaraan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian teknis di lapangan untuk mendukung pengamanan VVIP dan akan terus mengikuti arahan unsur yang bertanggung jawab.












