Sorothari – 26 Oktober 2026 | Konser Kanye West di Jakarta bertajuk Ye Live in Jakarta 2026 sukses digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026) malam. Pertunjukan yang digarap promotor Raw Vision Collective ini disebut menarik puluhan ribu penonton, dengan laporan jumlah yang bervariasi antara 60.000 hingga 70.000 orang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut konser Kanye West di Jakarta menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi ibu kota yang tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi global.
Antusiasme penonton terlihat sejak sore hari. Kawasan Senayan mulai dipadati pengunjung yang datang untuk menyaksikan penampilan musisi asal Amerika Serikat tersebut. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean masuk stadion dan suasana penonton sebelum konser dimulai. Penonton tampak mengenakan beragam busana bergaya streetwear, dengan warna hitam mendominasi penampilan di sejumlah area stadion.
Baca juga:Konser ini menjadi satu-satunya penampilan Kanye West di Asia Tenggara dalam rangkaian tur 2026. Indonesia juga disebut sebagai satu-satunya negara di ASEAN dan Oseania yang menjadi pemberhentian konser Ye Live. Karena itu, kehadirannya di Jakarta menjadi perhatian penggemar dari berbagai negara yang ingin menyaksikan langsung pertunjukan sang rapper.
Panggung Dome 360 Derajat dan Lagu Hits
Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu dari penampilan Kanye West di Jakarta adalah kehadiran Dome Stage atau Giant World Globe Stage. Begitu masuk area stadion, penonton langsung disuguhi penampakan panggung berbentuk kubah dengan konsep 360 derajat yang megah di tengah lapangan. Desain tersebut memungkinkan penonton dari berbagai sisi stadion menikmati pertunjukan dari sudut pandang yang berbeda.
Tata cahaya berskala besar, efek visual, dan sistem suara menjadi bagian dari produksi konser. Perpaduan elemen tersebut memberikan pengalaman pertunjukan yang berfokus pada musik sekaligus visual. Selama pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam, Kanye West membawakan sejumlah lagu yang dikenal luas sepanjang kariernya. Beberapa di antaranya adalah Stronger, POWER, dan Runaway.
Dampak Ekonomi dan Reaksi Publik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai konser Kanye West di Jakarta turut menggerakkan aktivitas ekonomi ibu kota. Menurutnya, konser tersebut menarik puluhan ribu penonton, termasuk pengunjung dari mancanegara. “Tadi malam ada konser Ye. Yang hadir kurang lebih 60.000, 30.000 orang asing semua. Dulu enggak pernah terjadi seperti itu,” ujar Pramono seusai menghadiri acara GMAHK Taman Harapan di Jakarta, Minggu (25/10).
Pramono juga menyinggung penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung pada 24-25 Oktober 2026 dan diikuti lebih dari 37 ribu pelari dari 48 negara. Selain itu, ia menyebut konser The Weeknd dan festival musik Pestapora 2026 yang dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi Jakarta. Perputaran transaksi Pestapora disebut mencapai lebih dari Rp 250 miliar.
Baca juga:Menurut Pramono, kondisi makroekonomi Jakarta saat ini masih terjaga meskipun perekonomian dunia menghadapi berbagai tekanan. “Saya senang sekarang ini, secara makroekonomi Jakarta sedang baik-baik saja. Walaupun dunia lagi mengalami tekanan,” kata Pramono. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%.
Meski demikian, angka pertumbuhan ekonomi Jakarta dan nilai transaksi acara merupakan indikator yang berbeda. Nilai transaksi suatu acara tidak serta-merta mencerminkan tambahan produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta.
Nostalgia dan Harapan Penggemar
Penggemar Kanye West, Arxyad Sam, mengaku senang bisa menyaksikan idolanya tampil di GBK. Ia sempat ragu apakah konser akan dibatalkan atau tidak. “Sempat ragu apakah akan di-cancel atau tidak. Untungnya di Indonesia bisa berlangsung sesuai rencana,” kata Arxyad Sam saat diwawancara pada Minggu (25/10/2026).
Arxyad Sam juga mengapresiasi Raw Vision Collective selaku promotor dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Ye Live in Jakarta. Bagi pemilik nama asli Muhammad Arsyad Albanjari itu, musik dan lagu-lagu Kanye West sangat berkesan sejak kecil. Konser Ye Live in Jakarta menjadi momen nostalgia untuknya. “Lagu Kanye mengingatkan saya pada masa kecil, dulu sering diputar saat diantar jemput tante,” lanjutnya.
Runaway menjadi salah satu track yang paling disukai Arxyad Sam dari setlist konser Sabtu malam. Baginya, lagu ini personal karena menjadi teman setiap kali putus hubungan. Beberapa track lain yang tidak masuk setlist seperti Slow Jamz dan No More Parties in LA juga masuk daftar kesukaannya. Lagu terakhir yang disebutkan pernah mengisi hari-harinya saat memulai kehidupan baru di Los Angeles pada tahun 2016. Uniknya, dulu ia mendengarkan lagu itu pertama kali lewat SoundCloud, dalam program G.O.O.D Fridays milik Kanye West.
Baca juga:Sadar banyak penonton dari luar negeri datang untuk melihat Ye, Arxyad Sam berharap semua fans yang hadir menikmati semua suguhan di GBK. “Semoga semua yang datang bisa happy setelah konser ini, termasuk para penggemar dari berbagai negara yang sengaja datang ke Jakarta. Semoga mereka bisa menikmati pengalaman ini dan punya kenangan yang bagus,” tutupnya.
Konser Kanye West di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian acara besar yang digelar di ibu kota pada akhir Oktober 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat perbaikan kualitas udara pada Sabtu (24/10) pagi, dengan konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) cenderung menurun. Sementara itu, sekitar 140 pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum menerima kepastian mengenai rencana relokasi ke kawasan Lenteng Agung setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut.












