Sorothari – 28 Oktober 2026 | Wing starter Los Angeles Lakers, Ziaire Williams, menjadi perbincangan setelah NBA menjatuhkan sanksi denda pascapering sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta karena terbukti melakukan flopping atau pura-pura terjatuh saat menghadapi Utah Jazz pada Minggu, 25 Oktober 2026 waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di markas Jazz, Delta Center, Salt Lake City, pada kuarter keempat pertandingan yang berakhir dengan kemenangan dramatis Lakers. Denda ini menjadi salah satu yang pertama dijatuhkan musim 2026-27, mengingat flopping masuk dalam daftar Area of Focus NBA untuk musim ini.
Menurut pengumuman resmi NBA melalui akun @NBAOfficial, hukuman diberikan setelah kantor liga meninjau rekaman pertandingan. Dalam pernyataannya, NBA menegaskan bahwa Ziaire Williams terbukti melebih-lebihkan kontak fisik yang terjadi pada menit ke-4:44 kuarter keempat. Saat itu, Lakers tertinggal 113-114 dari Jazz, dan Williams berusaha menghentikan penetrasi guard Utah, Keyonte George. George kemudian melepaskan tembakan pull-up midrange yang seharusnya bisa membawa Jazz unggul tiga angka. Namun, wasit menilai George melakukan pelanggaran ofensif karena Williams memperbesar kontak tubuh, sehingga bola berpindah ke possession Lakers.
Baca juga:Keputusan wasit tersebut sempat menguntungkan Lakers, meski mereka gagal mencetak angka pada possession berikutnya. Jazz justru sempat memperlebar keunggulan menjadi 116-113 setelah Lauri Markkanen mencetak dua free throw pada sisa waktu 4:17. Namun, Luka Doncic kemudian mengambil alih pertandingan dengan tiga tembakan tiga angka dan empat free throw di akhir laga. Doncic menutup pertandingan dengan 52 poin, menjadikannya pemain pertama yang mencetak 50 poin di musim ini. Kemenangan tersebut membawa Lakers ke rekor 3-0, sementara Jazz masih tertahan di 1-3.
Bagi Ziaire Williams, denda ini menjadi catatan tersendiri di awal musim perdananya bersama Lakers. Pemain berusia 25 tahun itu didatangkan pada musim panas lalu sebagai bagian dari perombakan skuad yang dipimpin pelatih kepala JJ Redick. Meski baru bergabung, Williams langsung dipercaya mengisi posisi wing starter berkat kemampuan defensifnya yang versatile. Ia menjadi salah satu dari sejumlah pemain sayap yang dimiliki Lakers, bersama Matisse Thybulle, Jake LaRavia, Quentin Grimes, serta Adou Thiero dan Cameron Carr yang masih dalam proses pemulihan cedera.
Baca juga:Rekan setimnya, Austin Reaves, menyoroti kekompakan skuad Lakers yang dinilainya tidak memiliki ego. Menurut Reaves, kesuksesan tim saat ini tidak lepas dari pemahaman peran masing-masing pemain. “Kami memiliki tim yang memahami peran dan apa yang diminta untuk dilakukan. Jika mereka melakukan semua yang kami minta, kami harus membantu mereka dalam berbagai situasi. Itulah hal indah dari tim kami, tidak ada ego, tidak ada apa-apa. Kami hanya ingin memenangkan pertandingan,” ujar Reaves seperti dikutip dari Spectrum SportsNet. Pernyataan itu muncul setelah Reaves menyumbang 29 poin dalam kemenangan comeback atas Jazz, di mana Lakers sempat tertinggal 18 poin di kuarter pertama.
Kemenangan atas Jazz menjadi modal berharga bagi Lakers yang akan menjamu Portland Trail Blazers pada laga berikutnya di Crypto.com Arena, Los Angeles. Blazers juga sedang dalam tren positif dengan rekor 2-0 setelah mengalahkan Phoenix Suns dan Sacramento Kings. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim yang sama-sama belum terkalahkan. Bagi Ziaire Williams, laga melawan Blazers menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa insiden flopping tidak memengaruhi performanya. Ia diharapkan tetap fokus membantu Lakers menjaga rekor sempurna dan memperpanjang momentum kemenangan.
Baca juga:Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ziaire Williams atau Lakers terkait denda tersebut. Namun, liga menegaskan bahwa pengawasan terhadap flopping akan terus dilakukan sepanjang musim sebagai bagian dari upaya menjaga integritas permainan. Sanksi denda 2.000 dolar AS mungkin tergolong kecil bagi pemain NBA, tetapi menjadi pengingat bahwa praktik flopping tidak lagi ditoleransi. Lakers sendiri akan kembali beraksi dalam beberapa hari ke depan, dan mata publik akan tertuju pada bagaimana Williams merespons sorotan ini di lapangan.












