Gelombang Pendudukan Kampus Meluas di Italia, dari Milano hingga Napoli

Gelombang Pendudukan Kampus Meluas di Italia, dari Milano hingga Napoli
Gelombang Pendudukan Kampus Meluas di Italia, dari Milano hingga Napoli

Sorothari – 30 Oktober 2026 | Gelombang protes mahasiswa yang si makin meluas di Italia kembali bergema di sejumlah kota besar. Dari Milano hingga Napoli, sejumlah fakultas dan sekolah tinggi dilaporkan diduduki mahasiswa sebagai bagian dari kampanye mobilisasi menjelang aksi unjuk rasa menuntut penanganan biaya hidup dan penegakan hak atas pendidikan. Aksi ini juga akan berbarengan dengan mogok kerja umum yang digelar serikat buruh Usb pada hari berikutnya.

Pendudukan terbaru terjadi di Universitas Bicocca, Milano, setelah sejumlah ruang kelas di Universitas Statale juga diambil alih mahasiswa. Aksi serupa berlangsung di sekolah menengah Caterina da Siena dan Tito Livio, yang digerakkan oleh kelompok Collettivi Studenteschi, Osa, Cambiare Rotta, serta Milano in Movimento. Di Roma, Fakultas Sastra Universitas La Sapienza diduduki sejak malam sebelumnya. Sementara di Torino, Campus Luigi Einaudi Universitas Torino turut diduduki setelah digelar rapat mahasiswa.

Baca juga:
Gelombang Protes Pelajar Meluas: Perbandingan Situasi France vs Belgium dalam Krisis Pendidikan Eropa

Di Napoli, lokasi Porta di Massa milik Universitas Studi Napoli Federico II diduduki oleh Collettivo Autorganizzato Universitario Napoli (Cau) dan Ecologia Politica Napoli (Ecopol). Sebelumnya, sekelompok mahasiswa bersama Collettivo Demand menduduki Palazzo Giusso, salah satu gedung Universitas L’Orientale, untuk menyoroti mahalnya biaya hidup, pembongkaran pendidikan tinggi publik, dan krisis hunian mahasiswa.

Dari Pisa hingga Enam Kota

Rangkaian aksi juga merambah Pisa. Pada pertengahan Oktober, puluhan mahasiswa Scuola Normale melakukan aksi damai dengan menduduki tangga gedung akademik yang menjadi lokasi upacara pembukaan tahun akademik 2026/2027. Mereka memprotes pemotongan anggaran dan kurangnya transparansi terkait kriteria penerimaan mahasiswa.

Baca juga:
Mahasiswa Unpas dan UPN Jatim Desak Penanganan Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen

Selain pendudukan, aksi flash mob bertajuk “Contro la crisi abitativa: dalle università alle piazze, mettiamo le tende, verso lo sciopero generale del 30 ottobre” digelar di Napoli, Torino, Padova, Bologna, Parma, dan Firenze. Puluhan sekolah menengah di berbagai wilayah Italia juga dilaporkan diduduki, termasuk sejumlah sekolah bergengsi di Roma seperti Mamiani, Tasso, liceo artistico di via Ripetta, liceo artistico Argan, dan istituto tecnico Piaget.

Menurut laporan, gelombang protes tidak hanya terjadi di Milano, tetapi juga di Firenze, Napoli, Bologna, Palermo, dan Cagliari. Aksi ini menegaskan bahwa isu biaya hidup dan akses pendidikan telah menjadi persoalan lintas kota yang menyatukan mahasiswa universitas dan pelajar sekolah menengah.

Baca juga:
Dinamika Beasiswa LPDP: Alur Seleksi, Sosialisasi Daerah, hingga Kiprah Global Awardee

Sejumlah pengamat menilai rangkaian pendudukan ini mencerminkan akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap belum berpihak pada mahasiswa. Tuntutan utama tetap sama: ketersediaan hunian terjangkau, biaya hidup yang wajar, serta jaminan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak universitas maupun pemerintah terkait respons terhadap aksi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *