Berita  

Hamas Resmi Pilih Khalil al-Hayya sebagai Kepala Biro Politik Baru

Hamas Resmi Pilih Khalil al-Hayya sebagai Kepala Biro Politik Baru
Hamas Resmi Pilih Khalil al-Hayya sebagai Kepala Biro Politik Baru

Sorothari – 21 Juli 2026 | Hamas secara resmi menunjuk Khalil al-Hayya sebagai kepala biro politik yang baru, menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam serangan Israel pada Oktober 2024. Keputusan ini diumumkan pada Senin, 20 Juli 2026, setelah melalui dua putaran pemungutan suara internal di Dewan Syura Hamas. Al-Hayya, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil pemimpin Hamas dan kepala negosiator, berhasil mengalahkan kandidat lain, Khaled Meshaal, dalam pemilihan tersebut.

Pemilihan ini mengakhiri masa kepemimpinan sementara yang dipegang oleh dewan beranggotakan lima orang sejak kematian Sinwar. Menurut pejabat senior Hamas, biro politik akan segera bertemu di Istanbul untuk membentuk komite dan memulai restrukturisasi badan kepemimpinan. Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, telah menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin baru tersebut.

Baca juga:
Kemenhut dan Masyarakat Berhasil Selamatkan Lutung Jawa Momon di Bondowoso

Khalil al-Hayya lahir di Kota Gaza pada 5 November 1960 dan telah menjadi bagian dari Hamas sejak organisasi itu didirikan pada 1987. Ia merupakan pengikut setia pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, yang ditemuinya pada 1980. Al-Hayya meraih gelar doktor di bidang studi Islam dari sebuah universitas di Sudan dan pernah menjabat sebagai dekan bidang kemahasiswaan di Universitas Islam Gaza. Ia juga pernah ditahan oleh militer Israel selama tiga tahun pada awal 1990-an.

Al-Hayya dikenal sebagai negosiator ulung Hamas, memimpin delegasi kelompok tersebut dalam perundingan gencatan senjata tidak langsung dengan Israel melalui mediator di Mesir dan Qatar. Ia juga menjadi tokoh kunci dalam upaya normalisasi hubungan dengan Suriah pada 2022. Meskipun hidup di pengasingan, ia tetap menjalankan peran strategis dalam diplomasi dan politik Hamas.

Riwayat Serangan dan Kehilangan Keluarga

Al-Hayya telah selamat dari beberapa upaya pembunuhan oleh Israel. Pada September 2025, ia menjadi target serangan udara Israel di Doha, Qatar, yang menewaskan lima orang, termasuk salah satu putranya, Hammam al-Hayya, serta direktur kantornya. Dua putranya yang lain tewas dalam upaya pembunuhan sebelumnya di Gaza, dan putra keempatnya tewas dalam serangan udara Israel pada Mei 2023. Serangan di Doha juga melukai beberapa anggota pasukan keamanan Qatar.

Baca juga:
TNI AU Terima Enam Jet Tempur T-50i Tambahan Senilai Rp3,4 Triliun dari Korea Selatan

Pada tahun 2007, Israel melancarkan serangan yang menargetkan rumah al-Hayya di Gaza. Meskipun ia selamat, serangan itu menewaskan istri dan tiga anaknya. Peristiwa ini memperkuat tekadnya dalam perjuangan Palestina.

Terpilihnya al-Hayya dipandang sebagai kelanjutan dari garis politik yang diwarisi dari Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar. Para analis menilai bahwa al-Hayya mewakili faksi garis keras Hamas yang muncul dari perang dahsyat dengan Israel yang dimulai pada 2023. Ia juga disebut sebagai tokoh sentral dalam kepemimpinan Hamas di pengasingan, tetap terlibat dalam negosiasi sambil menyerukan diakhirinya perang dan pembebasan sandera.

Proses pemilihan dilakukan secara rahasia dan rumit karena situasi keamanan yang sulit. Al-Hayya akan menjabat hingga sisa masa bakti kepemimpinan saat ini berakhir pada 2027. Dengan pengalamannya yang luas, ia diharapkan dapat membawa stabilitas dan melanjutkan perjuangan politik Hamas di tengah tekanan internasional dan konflik yang berkepanjangan.

Baca juga:
Bocoran Terbaru CPNS 2026: Jadwal, Syarat, dan Persiapan yang Perlu Anda Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *