Berita  

Detik-detik Rudal Jelajah Iran Bombardir Pusat Data Amazon di Bahrain hingga Hancurkan Hunian AS

Detik-detik Rudal Jelajah Iran Bombardir Pusat Data Amazon di Bahrain hingga Hancurkan Hunian AS
Detik-detik Rudal Jelajah Iran Bombardir Pusat Data Amazon di Bahrain hingga Hancurkan Hunian AS

Sorothari – 23 Juli 2026 | Detik-detik rudal jelajah Iran bombardir pusat data Amazon di Bahrain hingga hancurkan hunian AS terjadi pada Selasa (21/7/2026) waktu setempat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghantam infrastruktur data utama milik perusahaan teknologi Amerika Serikat di Bahrain menggunakan sejumlah rudal jelajah presisi. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik langsung antara Iran dan AS yang telah berlangsung selama sepuluh hari.

Divisi Kedirgantaraan IRGC mengonfirmasi penggunaan rudal jelajah untuk menargetkan fasilitas komersial Amazon di Bahrain. Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan itu menghancurkan pusat data yang menjadi tulang punggung komputasi komersial AS di kawasan Teluk. IRGC menyatakan operasi ini sebagai balasan atas serangan AS terhadap infrastruktur sipil Iran di Darkhovin, yang disebut-sebut menargetkan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir yang masih dalam tahap pembangunan.

Baca juga:
Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

Selain menghantam pusat data Amazon, IRGC juga melancarkan serangan terhadap instalasi militer AS di Yordania dan Kuwait. Di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, tiga rudal Iran menghancurkan barak prefabrikasi personel militer, menewaskan prajurit AS dan melukai puluhan lainnya. Laporan The Wall Street Journal mengonfirmasi penetrasi rudal Iran yang melumpuhkan sistem pertahanan udara di pangkalan tersebut. Dua prajurit yang tewas diidentifikasi sebagai Prajurit Isabella Gonzales (19) asal Texas dan Letnan Tyler James Feehan (25) dari Hawaii.

Di Kuwait, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah instalasi utama AS, termasuk radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar FPS-117, sistem pertahanan udara Patriot, serta sistem komunikasi satelit pertahanan udara di Pangkalan Ahmed Al Jaber. Selain itu, gedung administrasi di Camp Arifjan, area parkir helikopter di Camp Al Adiri, dan fasilitas tempat tinggal personel di Pangkalan Ahmed Al Jaber juga menjadi sasaran. IRGC menyatakan operasi ini bertujuan melumpuhkan cakupan radar di kawasan sebagai persiapan serangan rudal dan drone berikutnya.

Eskalasi Konflik Iran-AS

Serangan rudal jelajah Iran terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Militer AS sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran selama sepuluh malam berturut-turut sejak 20 Juli 2026. Komando Pusat AS (Centcom) menyebut serangan itu menyasar pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara. Presiden AS Donald Trump berjanji memberikan hukuman kepada Iran atas kematian tiga tentara AS, termasuk dua di Yordania dan satu di Irak.

Baca juga:
Rudal Kheibar Shekan Jadi Andalan Iran: Murah dan Lincah untuk Serang AS di Seluruh Timur Tengah

Iran menanggapi dengan meningkatkan serangan balasan. IRGC menegaskan bahwa keamanan kawasan telah terganggu akibat tindakan pasukan teroris Amerika Serikat. “Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan melalui operasi melawan AS,” demikian pernyataan resmi IRGC.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Bahrain, otoritas AS, maupun Amazon terkait klaim serangan terhadap pusat data di Bahrain. Belum ada pula verifikasi independen yang memastikan tingkat kerusakan atau dampak dari serangan tersebut. Konflik yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang skala penuh di Timur Tengah, apalagi setelah Iran menyatakan perang skala penuh terhadap AS.

Detik-detik rudal jelajah Iran bombardir pusat data Amazon di Bahrain hingga hancurkan hunian AS menjadi bukti nyata kerentanan infrastruktur teknologi dan militer AS di kawasan. Dengan kemampuan rudal Iran yang terbukti menembus pertahanan udara AS, ribuan personel militer Amerika kini berada dalam kondisi bahaya tinggi. Masyarakat internasional menanti langkah selanjutnya dari kedua negara yang terus saling serang.

Baca juga:
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *