Berita  

Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media
Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

Sorothari – 27 Juli 2026 | Polemik penawaran advertorial Tempo ke Agrinas, pengamat soroti independensi media menjadi sorotan publik setelah beredar surat penawaran kerja sama dari Tempo Media Group kepada Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota. Surat bernomor resmi yang ditandatangani Direktur Utama Tempo Media Group, Wahyu Dhyatmika, tertanggal 7 Juli 2026 itu berisi permohonan audiensi pada 14 Juli 2026 dengan agenda pembahasan peluang kerja sama pemasangan iklan atau advertorial.

Joao mengaku kecewa atas kemunculan surat tersebut. Menurutnya, langkah itu dapat menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi sikap media yang selama ini ia hormati independensinya. “Jujur sejujurnya saya kecewa. Saya sedih, saya sedih,” ujarnya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa Tempo selama ini dipandang sebagai media yang menjaga nilai independensi dengan ketat.

Baca juga:
Polisi Pastikan Ledakan di Grand Polonia Medan Bukan Bom, Ini Penyebabnya

Pengamat media massa dari Budi Luhur University, Prof. Dr. Umaimah Wahid, menilai polemik ini memunculkan pertanyaan publik mengenai independensi media dan pemisahan kepentingan bisnis dengan ruang redaksi. “Ya menurut saya, ya ini mengkhawatirkan ya. Ya kalau dalam pemahaman saya, media itu susah netral sebenarnya. Apalagi ketika sudah punya relasi dengan kekuasaan dan juga dengan pengusaha,” kata Umaimah, sapaan akrabnya. Ia mengingatkan agar kepentingan ekonomi tidak mengorbankan objektivitas pemberitaan yang menjadi hak publik. “Jangan sampai kepentingan komersial atau nilai kepentingan ekonomi itu menghancurkan netralitas media atau setidaknya objektivitas media untuk memenuhi hak-hak publik, informasi terhadap publik,” tegasnya.

Umaimah juga menyoroti ironi di balik kasus ini. Menurutnya, selama ini media tersebut membranding diri sebagai media yang kritis dan independen. “Ternyata ketika ada seperti ini kan ada kepentingan juga di balik itu yang cukup mengejutkan. Dan ini sangat disayangkan,” tandasnya. Publik pun mempertanyakan konsistensi antara pemberitaan kritis yang selama ini dilakukan Tempo terhadap tata kelola program Koperasi Desa Merah Putih oleh Agrinas dengan tawaran kerja sama bisnis tersebut.

Baca juga:
Pramono Anung Gratiskan Retribusi Enam Bulan dan Terapkan Relokasi Humanis Pedagang Kramat Jati

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Tempo Media Group terkait polemik ini. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga independensi media di tengah tekanan bisnis. Para pengamat berharap media dapat memisahkan secara tegas kepentingan redaksional dan komersial agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Baca juga:
Drama Rumah Sentul: Hotman Paris Klaim Hibah, Pihak Don Ritto Bantah Sewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *