Berita  

Tiga Berita Populer Padang: Dedi Mulyadi Naik Taksi ke UNP, Bullying MAN 3, dan Harapan Mahasiswa

Tiga Berita Populer Padang: Dedi Mulyadi Naik Taksi ke UNP, Bullying MAN 3, dan Harapan Mahasiswa
Tiga Berita Populer Padang: Dedi Mulyadi Naik Taksi ke UNP, Bullying MAN 3, dan Harapan Mahasiswa

Sorothari – 19 Juli 2026 | Padang, Sumatera Barat, menjadi sorotan dengan tiga berita populer yang ramai diperbincangkan: Dedi Mulyadi naik taksi ke UNP, rumah terbakar, dan Pelindo bahas investasi. Meski belum ada informasi detail mengenai kebakaran dan investasi, dua peristiwa lainnya—kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan kasus perundungan di MAN 3 Padang—mencuri perhatian publik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Musyawarah Wilayah VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (18/7/2026). Kedatangannya menarik perhatian karena ia memilih menggunakan taksi dari bandara menuju lokasi, bukan mobil dinas. Dedi tiba sekitar pukul 09.50 WIB dengan pakaian serba putih dan totopong khas Sunda, lalu menyapa para kader sebelum memasuki ruang acara. Ia mengaku tidak memiliki agenda lain dan akan kembali ke Jawa Barat setelah acara selesai.

Baca juga:
Kabid Humas Polda Jabar: Warga Boleh Lawan Begal, Asal Tak Main Hakim Sendiri

Kehadiran Dedi juga menjadi harapan bagi Rahmi (20), seorang mahasiswa yang terpaksa putus kuliah karena masalah biaya. Bersama ibunya, Desmawarni, Rahmi menempuh perjalanan tujuh jam dari Nagari Sungai Kunyit, Solok Selatan, hanya untuk bertemu Dedi. Mereka menunggu di luar auditorium sejak pagi. Rahmi berharap Dedi, yang dikenal sering membantu masyarakat kurang mampu, dapat membantunya melanjutkan pendidikan. “Saya mau minta bantuan biaya kuliah,” ujarnya. Dedi sendiri belum memberikan tanggapan resmi mengenai permohonan tersebut.

Sementara itu, Dedi Mulyadi juga menjadi sasaran sejumlah hoaks di media sosial. Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan palsu yang mengatasnamakan Dedi, seperti memberikan hadiah Rp100 juta melalui tebak nama provinsi di Facebook. Hoaks tersebut telah beredar sejak awal Juli dan perlu diwaspadai masyarakat.

Baca juga:
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Piala Presiden 2026, Harap Dongkrak Ekonomi Rakyat

Berita populer lainnya adalah kasus perundungan di MAN 3 Padang yang berujung pada aksi nekat seorang siswa. Seorang pelajar berinisial R (17) nekat membawa bom rakitan ke sekolah dan meledakkannya. Polisi mengungkap bahwa R kerap menjadi korban bullying dari teman-temannya. “Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi sering jadi objek ejekan teman-temannya,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya. R merasa tertekan dan belajar merakit bom dari internet, terinspirasi oleh peristiwa serupa di Jakarta.

Psikolog Arnold Lukito menegaskan bahwa bullying bukanlah kenakalan biasa. Menurutnya, perundungan melibatkan ketimpangan kuasa, dilakukan berulang, dan membuat korban sulit membela diri. Dampaknya bisa sangat serius, seperti gangguan kesehatan mental, kecemasan, depresi, hingga keinginan membalas dendam. “Yang paling melukai dari bullying sering kali bukan hanya kata-kata, tapi pesan yang tertanam dalam diri anak: ‘saya tidak aman, saya tidak berharga’,” jelas Arnold. Ia menekankan pentingnya penanganan serius, termasuk perlindungan dan pendampingan profesional bagi korban.

Baca juga:
Buntut Bentrok Ojol vs Debt Collector di Kopo Sayati, Kantor Jasa Penagihan Resmi Ditutup Total

Polisi saat ini fokus pada pemulihan R dan penyelidikan lebih lanjut. R tidak terkait dengan jaringan terorisme, melainkan bertindak sendiri akibat tekanan psikologis. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius oleh semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *