Sorothari – 30 Juli 2026 | Nasib Bu Lurah Syerly imbas ucap ‘cie curhat dia bah’ ke warga yang mengadu, kini beralasan akrab menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Lurah Paya Pasir, Syerly, menuai kritik karena melontarkan celetukan bernada meremehkan saat seorang warga menyampaikan keluhan mengenai minimnya lampu penerangan jalan dan maraknya aksi kriminalitas di hadapan Wali Kota Medan, Rico Waas. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, saat wali kota meninjau kawasan Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Dalam video yang beredar, Syerly terdengar mengatakan, “Ciyee curhat dia bahh,” dengan nada santai ketika warga bernama Ulfa tengah mengeluhkan kondisi jalan yang gelap dan rawan begal. Respons tersebut dinilai tidak menunjukkan empati dan langsung memicu reaksi keras dari warganet. Tak berselang lama, Syerly dipanggil oleh Inspektorat Kota Medan untuk dimintai keterangan dan dinyatakan terindikasi melanggar kode etik pegawai negeri sipil.
Baca juga:Menanggapi kontroversi tersebut, Syerly akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi. Ia mengaku bahwa ucapannya sama sekali tidak bermaksud menyindir atau merendahkan warga. Syerly menegaskan bahwa dirinya sudah lama mengenal Ulfa dan bahkan memiliki hubungan kekeluargaan. “Memang spontan saja. Saya bilang ‘Cie, curhat nih’. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali. Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu, 29 Juli 2026.
Syerly juga menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan persoalan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di wilayahnya kepada Dinas Perhubungan Kota Medan sejak tahun 2025. Namun, hingga kunjungan wali kota, belum ada tindak lanjut dari laporan tersebut. “Pelaporan bola lampu itu udah pernah kita laporkan ke Dishub setahun yang lalu. Karena belum ada juga balasan, saya bilang tunggulah dulu, sabar,” katanya. Ia membenarkan bahwa Ulfa bahkan terpaksa membeli lampu secara swadaya untuk menerangi jalan di depan rumahnya.
Baca juga:Tak hanya klarifikasi, Syerly juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik atas insiden tersebut. “Saya memohon maaf kepada publik karena itu murni karena spontanitas saya. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja,” tuturnya. Ia berharap masyarakat dapat memaklumi bahwa hubungannya dengan Ulfa memang sudah akrab, sehingga candaan semacam itu biasa terjadi di antara mereka.
Sementara itu, Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat masih melakukan pemeriksaan internal terhadap Syerly. Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan. Kasus ini menjadi peringatan bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, terutama saat menanggapi keluhan warga. Kejadian di Medan ini menunjukkan betapa pentingnya empati dan kesantunan dalam pelayanan publik.
Baca juga:












