Sorothari – 05 September 2026 | Pengelola bandar udara internasional husein sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat, menyatakan kesiapannya untuk kembali melayani penerbangan rute internasional mulai Oktober 2026. Langkah ini menyusul percepatan penyelesaian fasilitas terminal keberangkatan dan kedatangan serta proses pembaruan status kebandarudaraan yang ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan fasilitas dan operasional bandara saat ini telah mencapai 99,85 persen. Pihak manajemen bersama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan Kementerian Perhubungan kini tinggal menunggu penetapan administratif resmi agar operasional penerbangan lintas negara dapat segera direalisasikan.
Baca juga:Kesiapan Fasilitas dan Penjajakan Maskapai di Bandara Husein Sastranegara
Guna mendukung operasional penerbangan mancanegara, pengelola telah melakukan perbaikan menyeluruh dan peremajaan di seluruh area pelayanan penumpang maupun zona operasional. Pengelola memastikan tidak melakukan perluasan bangunan terminal karena keterbatasan lahan, melainkan memaksimalkan kapasitas ruang yang tersedia.
Dari sisi kapasitas apron, fasilitas bandar udara internasional husein sastranegara mampu menampung hingga delapan pesawat sekaligus. Alokasi parkir pesawat tersebut terdiri dari enam slot untuk penerbangan reguler dan dua slot untuk penerbangan non-reguler tertentu, lengkap dengan sarana pendukung keselamatan dan pemadam kebakaran.
Terkait rute mancanegara, pihak pengelola mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah maskapai internasional dan domestik untuk melayani rute ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Beberapa maskapai dan rute yang masuk dalam rencana operasional meliputi:
- AirAsia: Menghubungkan Bandung dengan Kuala Lumpur mulai Oktober 2026.
- TransNusa: Menjajaki penerbangan menuju Johor Bahru.
- Scoot: Direncanakan melayani rute Singapura pada tahun 2027.
Penguatan Rute Domestik dan Proyeksi Penumpang
Sebelum rute internasional dibuka, aktivitas penerbangan di bandar udara internasional husein sastranegara telah menunjukkan tren positif sejak dibukanya kembali layanan pesawat jet berbadan sedang, seperti Boeing 737-800, pada 14 Agustus 2026. Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink saat ini telah melayani sejumlah rute domestik dari dan menuju Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya, serta Palembang.
Baca juga:Konektivitas domestik tersebut akan diperkuat dengan masuknya Super Air Jet yang berencana membuka enam rute baru secara bertahap:
- Kualanamu (Medan)
- Denpasar (Bali)
- Pekanbaru
- Makassar
- Pontianak
- Balikpapan
Seiring bertambahnya rute penerbangan, InJourney Airports memproyeksikan lonjakan trafik penumpang yang cukup signifikan. Target dan proyeksi pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara dirangkum dalam tabel berikut:
| Kategori / Periode | Tahun 2026 | Tahun 2027 |
|---|---|---|
| Penumpang Internasional | 51.618 orang | 413.571 orang |
| Total Penumpang (Domestik & Internasional) | 437.000 orang | 1.400.000 orang |
| Pergerakan Pesawat | – | 12.600 pergerakan |
Granito memaparkan bahwa pemulihan volume penumpang telah terlihat nyata sepanjang tahun 2026. Jika pada tahun sebelumnya jumlah penumpang yang dilayani hanya sekitar 2.500 orang, pada tahun berjalan hingga September 2026 jumlahnya sudah mendekati 30.000 penumpang.
Dukungan Pemerintah Kota dan Integrasi Transportasi
Pemerintah Kota Bandung turut menyambut positif perkembangan operasional bandara yang kembali beroperasi setelah adanya instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa keberagaman izin rute domestik dan rencana penerbangan internasional akan memberikan dampak berganda bagi sektor pariwisata dan perekonomian Jawa Barat.
Baca juga:Farhan menyebutkan, saat ini frekuensi penerbangan domestik masih berada pada kisaran empat kali penerbangan per hari dengan volume 1.000 hingga 1.200 penumpang harian. Pemerintah Kota Bandung menargetkan jumlah penumpang dapat meningkat hingga 3.000 orang per hari pada akhir Oktober 2026 seiring beroperasinya rute-rute baru.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pembenahan fasilitas darat terus dipersiapkan, termasuk kapasitas area parkir dan moda transportasi lanjutan. Pihak Primkop AU menjalin kemitraan dengan operator taksi serta koperasi angkutan masyarakat guna memastikan konektivitas transportasi umum dari dan menuju bandar udara internasional husein sastranegara berjalan optimal.







