Sorothari – 22 Juli 2026 | Rumor akuisisi Bango milik UNVR berembus, entitas grup Djarum beri penjelasan tegas. Kabar yang beredar di kalangan investor mengenai rencana pengambilalihan merek kecap Bango oleh Grup Djarum langsung mendapat bantahan dari manajemen Savoria Group, entitas grup Djarum yang disebut-sebut terlibat.
Manajemen Savoria Group menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Jadi kabar mengenai rencana akuisisi Bango adalah tidak benar,” ujar perwakilan manajemen Savoria Group kepada Katadata.co.id pada Selasa (21/7/2026). Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari tim komunikasi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Baca juga:Sebelumnya, rumor akuisisi Bango milik UNVR berembus, entitas grup Djarum beri penjelasan dengan tegas membantah adanya wacana ekspansi bisnis melalui akuisisi merek tersebut. Savoria Group menegaskan tidak memiliki rencana akuisisi terhadap merek Bango atau merek lainnya dalam waktu dekat.
Kabar ini muncul di tengah aksi divestasi bisnis makanan dan minuman yang tengah dilakukan Unilever Indonesia. Sebelumnya, pada awal tahun 2026, Savoria Group telah mengakuisisi unit bisnis teh bermerek SariWangi milik UNVR dengan nilai Rp 1,5 triliun. Akuisisi tersebut merupakan bentuk komitmen jangka panjang Savoria Group dalam memperkuat industri teh nasional dan mendorong pertumbuhan merek legendaris asli Indonesia. Melalui akuisisi SariWangi, Grup Djarum berupaya memperkokoh industri teh melalui merek ikonik tersebut. SariWangi kini melengkapi jajaran merek utama Savoria Group seperti Kopi Tubruk Gadjah, Caffino, MilkLife, HydroPlus, FOX’S Candy, dan 5Days Croissant.
Baca juga:Meskipun rumor akuisisi Bango milik UNVR berembus, entitas grup Djarum beri penjelasan bahwa langkah tersebut tidak direncanakan. Di sisi lain, kinerja keuangan UNVR menunjukkan tren positif. Perusahaan FMCG itu membukukan laba bersih Rp 2,14 triliun hingga kuartal pertama 2026, melonjak 73% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,23 triliun. Penjualan bersih Unilever Indonesia juga naik 2,8% yoy menjadi Rp 8,44 triliun, dengan rincian penjualan dalam negeri Rp 5,82 triliun dan ekspor Rp 222,68 miliar. Segmen makanan dan minuman dari dalam negeri tercatat sebesar Rp 2,39 triliun.
Pada 31 Maret 2026, Unilever PLC mengumumkan telah menandatangani perjanjian kombinasi bisnis atas segmen usaha Makanan dengan McCormick & Company, Inc (McCormick). Transaksi tersebut diharapkan selesai sekitar pertengahan tahun 2027. Unilever Indonesia menyatakan masih mengevaluasi dampak terhadap laporan keuangan. Sementara itu, Unilever Global sebelumnya telah menggabungkan bisnis makanannya dengan McCormick dan kini mulai fokus pada bisnis kecantikan.
Baca juga:Dengan adanya penjelasan dari Savoria Group, publik dan investor diharapkan tidak terpengaruh oleh rumor yang belum terverifikasi. Manajemen Savoria Group menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan merek-merek yang sudah ada tanpa melakukan akuisisi merek baru dalam waktu dekat.













