Film The Odyssey Christopher Nolan Tuai Reaksi Beragam di Yunani

Film The Odyssey Christopher Nolan Tuai Reaksi Beragam di Yunani
Film The Odyssey Christopher Nolan Tuai Reaksi Beragam di Yunani

Sorothari – 23 Juli 2026 | Film The Odyssey garapan Christopher Nolan menuai reaksi beragam di Yunani, mulai dari apresiasi terhadap interpretasi baru atas epos karya Homer hingga kritik yang menilai film tersebut terlalu bergaya Hollywood. Sejumlah penonton di Athena mengaku menikmati adaptasi baru tersebut karena menghadirkan perspektif berbeda terhadap kisah Odyssey yang telah dipelajari sejak di bangku sekolah.

Profesor sastra Yunani kuno Universitas Athena, Evgenia Makrygianni, mengatakan perdebatan mengenai interpretasi baru justru menunjukkan karya Homer tetap hidup dan relevan lintas generasi. Menurut dia, Odyssey terus memiliki makna bagi masyarakat Yunani karena berkaitan dengan pengalaman sejarah, seperti perang, pengasingan, kesulitan ekonomi, dan migrasi.

Baca juga:
Janji Fans Sejati: Kadispora Ternate Sutopo Abdullah Cemplung ke Laut dengan Seragam Argentina

Sebagian penonton juga menerima keputusan Nolan yang tidak menggunakan aktor Yunani. Mereka menilai hal itu justru menegaskan sifat universal karya Homer, terlebih film tersebut mengambil sejumlah lokasi syuting di Yunani. Namun, tidak semua penonton memberikan penilaian positif. Sebagian menganggap film itu terlalu bergaya Hollywood dan belum mampu menangkap kompleksitas naratif maupun filosofis karya asli Homer.

Media Yunani juga menyampaikan penilaian yang beragam. Harian Kathimerini menilai film tersebut berhasil memadukan epos klasik dengan pendekatan sinematik modern. Sementara itu, media Athinorama memuji ambisi visualnya, tetapi mengkritik kedalaman adaptasi terhadap karya Homer.

Selain itu, film tersebut sempat memicu protes dari sebagian kelompok politik sayap kanan di Yunani. Mereka menilai interpretasi Nolan menyimpang dari warisan budaya klasik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni menegaskan pemerintah tidak berwenang mengarahkan tafsir artistik seorang sineas terhadap karya sastra atau mitologi.

Baca juga:
Curhat Anak Trauma Berujung Polemik, Biby Alraen Istri Rifky Balweel Diancam Dipolisikan Wali Murid

Di tengah beragam tanggapan tersebut, The Odyssey mencatat debut global yang kuat dengan pendapatan sekitar 264,1 juta dolar AS pada akhir pekan pertama penayangannya. Film yang dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus ini mengisahkan perjalanan pulang sang pahlawan setelah Perang Troya, penuh dengan cobaan dari dewa dan makhluk mitologi.

Kisah Odysseus sendiri telah menjadi bagian dari identitas budaya Yunani selama ribuan tahun. Dalam mitologi, ia dikenal sebagai raja Ithaca yang cerdik dan disukai dewi Athena. Perannya dalam Perang Troya, termasuk ide Kuda Troya, menjadikannya pahlawan legendaris. Perjalanan pulangnya selama 10 tahun penuh rintangan seperti godaan siren, tipu daya penyihir Circe, dan kemarahan dewa Poseidon.

Christopher Nolan, yang dikenal dengan ambisi realismenya, mengambil lokasi syuting di enam negara, termasuk Yunani, untuk menghadirkan visual epik. Meski menuai pro dan kontra, film ini tetap menjadi perbincangan hangat baik di kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

Baca juga:
Tom Holland Akui Ada Film yang Sebaiknya Tidak Ditonton, Ini Alasannya

Reaksi beragam ini menunjukkan bahwa karya Homer masih hidup dan relevan, bahkan ketika diadaptasi ke medium modern. Film The Odyssey Christopher Nolan berhasil memicu diskusi tentang warisan budaya klasik dan bagaimana ia dapat ditafsirkan kembali lintas generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *