Fakta di Balik Keputusan Sarwendah Pindah Rumah Cilandak: CCTV Rekam Situasi yang Bikin Merasa Tidak Aman

Fakta di Balik Keputusan Sarwendah Pindah Rumah Cilandak: CCTV Rekam Situasi yang Bikin Merasa Tidak Aman
Fakta di Balik Keputusan Sarwendah Pindah Rumah Cilandak: CCTV Rekam Situasi yang Bikin Merasa Tidak Aman

Sorothari – 23 Juli 2026 | Keputusan Sarwendah meninggalkan rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, bersama ketiga anaknya akhirnya terkuak. Lebih dari sekadar awal baru pasca perpisahan dengan Ruben Onsu, tersimpan alasan keamanan yang serius. Fakta di balik keputusan Sarwendah pindah rumah Cilandak, CCTV rekam situasi yang bikin merasa tidak aman, menjadi bukti kuat di balik langkah tersebut.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengungkapkan bahwa rumah yang selama ini ditempati kliennya beberapa kali didatangi orang-orang yang diduga merupakan debt collector. Situasi itu dinilai membuat lingkungan rumah tidak lagi aman, terutama bagi anak-anak. “Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain yang mencari orang lain yang tidak ada lagi di rumah itu,” ujar Chris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Baca juga:
Sarwendah Pindah Rumah, Sebut Sudah Beri Tahu Alamat Baru ke Ruben Onsu

Pihak Sarwendah mengaku memiliki bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan kedatangan sejumlah pria ke rumah tersebut pada 11 Juli 2026 sekitar pukul 21.52 WIB. Sekitar lima orang diduga debt collector datang pada malam hari untuk menyampaikan tagihan kepada seseorang yang sudah tidak lagi tinggal di lokasi itu. Rekaman itu menjadi salah satu dasar kekhawatiran Sarwendah terhadap keamanan dirinya dan anak-anaknya jika terus tinggal di rumah mewah Cilandak.

Tak hanya persoalan keamanan, Sarwendah juga mendapat informasi bahwa rumah tersebut terancam dilelang oleh pihak bank setelah pembayaran cicilannya ditangguhkan oleh Ruben Onsu. Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa dalam pembagian harta gono-gini, Ruben Onsu mendapatkan dua aset yang bersih (clean and clear), sementara dua aset yang diterima Sarwendah bermasalah di bank dengan nilai yang cukup fantastis. “Klien kami tidak mau diberikan harta gono-gini yang bermasalah seperti itu. Sarwendah tidak mau ambil pusing lagi,” ujarnya. Pihak bank bahkan telah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai rencana lelang terhadap rumah tersebut.

Baca juga:
Afgan Syok Tiket Konsernya Ludes di Tengah Ekonomi Sulit: ‘In This Economy Sold Out?’

Dengan berbagai kondisi tersebut, Sarwendah akhirnya memutuskan memboyong ketiga anaknya ke rumah baru. Langkah itu diambil agar anak-anak tidak terus berada di tengah persoalan orang dewasa yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Sarwendah mengaku butuh perjuangan untuk menjelaskan kepada anak-anak mengenai alasan mereka harus berpindah tempat tinggal. “Pasti butuh perjuangan saya untuk menjelaskan kenapa harus pindah. Saya akan menjelaskan seminim mungkin, sebaik mungkin tanpa memojokkan satu sama lain,” katanya di PN Jakarta Selatan.

Chris Sam Siwu menegaskan bahwa keputusan pindah ini murni demi keamanan dan kenyamanan keluarga. Sarwendah yang kini memiliki kemandirian finansial memilih untuk melangkah maju demi ketenangan hidup bersama anak-anak. “Klien kami tidak mau terseret lagi dengan pusaran itu, klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, lebih baik pindah untuk mencari kebahagiaan dengan anak-anak,” tutup Chris.

Baca juga:
BTS Tampil Memukau di Halftime Show Perdana Final Piala Dunia 2026

Hingga saat ini, Ruben Onsu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan debt collector dan rencana lelang rumah tersebut. Kasus ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, termasuk sidang mediasi terkait hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *