Sorothari – 17 Juli 2026 | Tongkat estafet jatuh, tangis pecah di garis finis MilkLife Athletics Challenge menjadi momen haru yang menyelimuti ajang lari estafet 8×50 meter KU 12 putri pada Kamis (16/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Ghaitsa Luffi Arachman, siswi kelas 6 SD Unggulan Muslimat NU, tak kuasa menahan air mata setelah tongkat estafet yang dipegangnya terjatuh saat ia menjadi pelari penentu di babak final. Insiden itu membuat timnya gagal meraih podium juara karena ia didahului oleh peserta lain setelah kehilangan genggaman tongkat.
Saat memasuki garis finis, Ghaitsa masih menutup kedua matanya yang basah oleh air mata. Tangisnya terus berlanjut hingga ke lorong stadion. Sang ayah yang mendampinginya memberikan pelukan hangat, namun Ghaitsa tetap menangis meski sudah duduk di tribun. Dalam wawancara dengan kumparan, ia mengungkapkan penyesalannya karena merasa tidak bisa membantu rekan setim meraih kemenangan. “Saya menyesal tidak bisa membantu teman-teman meraih juara. Tongkatnya tadi jatuh. Belum sempat saya pegang sudah dilepas teman. Kemudian didahului lawan,” katanya.
Baca juga:Meskipun tidak ada satu pun rekan setim yang menyalahkannya, rasa bersalah tetap menghantui Ghaitsa. Ia merasa gagal membayar kepercayaan tim, terutama karena dirinya bertugas sebagai pelari penentu. Ghaitsa mengaku sudah mempersiapkan diri dengan latihan keras selama berbulan-bulan. Ia berlatih rutin lima kali dalam sepekan, bahkan terkadang mulai pukul 05.00 WIB sebelum berangkat sekolah. “Sebenarnya saya tidak selalu menangis kalau gagal. Tetapi untuk hari ini saya merasa tidak bisa menjawab kepercayaan tim,” sambungnya.
Baca juga:Momen mengharukan ini menjadi sorotan dalam gelaran MilkLife Athletics Challenge 2026 yang berlangsung di Kudus. Ajang tersebut mempertemukan atlet muda dari berbagai daerah untuk berlaga dalam cabang olahraga atletik. Meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan, semangat Ghaitsa dan dukungan dari keluarga serta tim menunjukkan nilai sportivitas dan kerja keras. Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa dalam olahraga, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.
Baca juga:












