Sorothari – 01 September 2026 | Juventus tekuk Parma, Luciano Spalletti beri pujian khusus untuk Randal Kolo Muani serta seluruh anak asuhnya usai meraih hasil maksimal pada lanjutan pekan kedua Serie A musim 2026/2027 di Allianz Stadium. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Bianconeri, sekaligus memastikan mereka mempertahankan awal musim yang sempurna dengan raihan enam poin penuh dari dua laga pembuka.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Juventus setelah pada pertandingan pembuka kompetisi berhasil menundukkan Frosinone dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut menempatkan skuad asuhan Spalletti di papan atas klasemen sementara bersama AC Milan, mempertegas kesiapan mereka dalam perebutan takhta juara liga musim ini.
Baca juga:Dominasi Taktis Juventus Tekuk Parma di Babak Kedua
Pertandingan berjalan dengan tempo ketat sejak menit awal. Parma yang berstatus tim tamu sempat memberikan perlawanan mengejutkan pada 15 menit pertama. Ancaman nyata hadir melalui situasi bola mati di dalam kotak penalti Juventus yang disambar oleh Christian Ordonez, meski sepakan akhirnya masih melambung di atas mistar gawang.
Merespons gempuran tersebut, Juventus mulai menaikkan intensitas serangan. Chico Conceicao hampir memecah kebuntuan tuan rumah, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang Parma yang dikawal oleh Edoardo Corvi. Peluang lain datang lewat umpan silang akurat Manuel Locatelli kepada Douglas Luiz, namun kesigapan Corvi mampu menetralisir ancaman di mulut gawang.
Hingga turun minum, kedudukan kacamata tetap bertahan. Kesulitan menembus barisan pertahanan Parma sempat membuat sebagian suporter di tribun merasa frustrasi, terutama terhadap penampilan lini serang yang dihuni Jonathan David. Namun, Luciano Spalletti membaca situasi dengan cermat dan melakukan penyesuaian taktik krusial selepas jeda babak pertama.
Baca juga:Peran Krusial Pemain Pengganti dan Evaluasi Spalletti
Memasuki paruh kedua, aliran serangan Bianconeri tampak lebih variatif. Percobaan tembakan yang dilancarkan oleh Randal Kolo Muani dan rekan-rekannya terus menguji konsentrasi lini belakang Parma. Spalletti kemudian melakukan penyegaran dengan memasukkan Nico Gonzalez dan Kerim Alajbegovic pada menit ke-57 untuk menggantikan Jeremie Boga dan Jonathan David.
Keputusan tersebut terbukti sangat jitu. Hanya lima menit berada di atas lapangan hijau, Nico Gonzalez sukses memecah kebuntuan pada menit ke-62. Berawal dari sepakan jarak jauh keras yang membentur tiang gawang, Gonzalez bergerak cepat menyambar bola liar hingga mengecoh kiper Parma setelah sempat sedikit berbelok arah akibat membentur bek lawan.
Tekanan bertubi-tubi yang diterapkan Juventus akhirnya mengunci kemenangan pada menit ke-88. Pressing tinggi yang diinisiasi Nico Gonzalez membuat lini pertahanan lawan kehilangan penguasaan bola. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan oleh Teun Koopmeiners untuk mencetak gol kedua sekaligus memastikan skor akhir 2-0.
Baca juga:Momen ketika Juventus tekuk Parma, Luciano Spalletti beri pujian khusus untuk Randal Kolo Muani dan kekompakan tim secara menyeluruh, menegaskan bahwa proses adaptasi taktik berjalan ke arah yang positif meski masih ada beberapa aspek yang harus terus disempurnakan demi menjaga konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa.













