Sorothari – 28 Oktober 2026 | Laga DC United vs Cincinnati dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026 menjadi bagian dari dinamika persaingan di Wilayah Timur yang turut memengaruhi posisi Inter Miami. Kekalahan mengejutkan Cincinnati atas DC United pada pertemuan terakhir menjadi sinyal bahwa tim asuhan Pat Noonan sedang dalam momentum positif menjelang lawatan ke markas Inter Miami di Nu Stadium, Rabu (28/10/2026). Sementara itu, Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi tengah berusaha bangkit setelah tumbang 0-2 dari New York Red Bulls pada pertandingan sebelumnya.
Kekalahan tersebut mengakhiri rentetan empat kemenangan beruntun Inter Miami sekaligus menurunkan mereka ke peringkat ketiga klasemen Wilayah Timur. Padahal, tim berjuluk The Herons itu masih menyimpan peluang untuk finis di posisi kedua, meski persaingan dengan New England Revolution dan Chicago Fire kian ketat. Kini, fokus pasukan Kily González tertuju pada Cincinnati, tim yang baru saja meraih dua kemenangan beruntun atas DC United.
Baca juga:Momentum Cincinnati dan Bayangan Messi
Cincinnati datang ke Florida dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan 2-1 pada 21 Oktober dan 2-0 pada 24 Oktober atas DC United mengangkat mereka ke posisi kedelapan klasemen, empat poin di atas batas zona playoff. Hasil tersebut sekaligus mempertegas tren positif setelah sebelumnya sempat kehilangan konsistensi. Pat Noonan disebut masih berupaya mengangkat posisi tim ke peringkat ketujuh demi menghindari drama pada pekan-pekan terakhir musim reguler.
Di sisi lain, Inter Miami menghadapi ujian berat untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang. Sepanjang musim ini, The Herons tercatat selalu mencetak gol dalam 15 pertandingan terakhir di Nu Stadium dan mampu membobol gawang lawan minimal dua kali dalam enam laga kandang beruntun. Namun, catatan pertahanan mereka masih menjadi sorotan karena kebobolan dalam 12 dari 15 penampilan di kandang sendiri.
Lionel Messi tetap menjadi tumpuan utama Inter Miami. Megabintang asal Argentina itu telah mengoleksi 25 gol dan 14 assist di MLS musim ini. Meski gagal menyumbang gol atau assist saat melawan New York Red Bulls—sekaligus mengakhiri catatan 14 pertandingan beruntunnya terlibat dalam gol—Messi memiliki rekam jejak impresif melawan Cincinnati. Dalam dua pertemuan terakhir, ia terlibat langsung dalam tujuh gol. Catatan itu menjadi alarm bagi lini belakang Cincinnati yang harus ekstra waspada.
Peran Evander dan Konsistensi Lini Serang
Selain Messi, perhatian juga tertuju pada gelandang Cincinnati, Evander Ferreira. Pemain berusia 28 tahun itu menjadi motor permainan tim tamu dengan kemampuan mengatur tempo dan mencetak gol. Dalam dua pertandingan terakhir, Evander tampil menonjol dan menjadi salah satu alasan di balik keberhasilan Cincinnati meraih hasil positif. Kemampuannya mengendalikan lini tengah akan menjadi kunci untuk menahan gempuran Inter Miami yang dikenal produktif.
Baca juga:Inter Miami sendiri masih menjadi tim paling produktif di MLS dengan 73 gol sepanjang musim. Namun, ketajaman itu sempat meredup saat melawan New York Red Bulls, di mana mereka hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Pelatih Kily González disebut akan melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan menurunkan Messi sejak menit pertama setelah pada laga sebelumnya ia baru masuk pada menit ke-56.
Pertandingan ini juga menjadi bagian dari rangkaian jadwal padat MLS yang berimbas pada persaingan playoff. Bagi Cincinnati, kemenangan atas Inter Miami akan menjadi langkah besar untuk mengamankan tiket fase gugur. Sementara bagi Inter Miami, tiga poin mutlak diperlukan agar tidak kehilangan momentum menjelang akhir musim reguler. Terlebih, posisi mereka di papan atas masih terancam oleh kejaran New England Revolution dan Chicago Fire.
Dampak terhadap Peta Persaingan Wilayah Timur
Hasil DC United vs Cincinnati sebelumnya tidak hanya mengangkat posisi Cincinnati, tetapi juga memperlihatkan kerentanan DC United yang tengah terpuruk. Kekalahan beruntun dari Cincinnati membuat peluang DC United ke postseason semakin tipis. Situasi ini secara tidak langsung memberi keuntungan bagi tim-tim di atasnya, termasuk Inter Miami, yang berusaha menjaga jarak dari pesaing di bawah.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. Inter Miami masih memiliki peluang finis di posisi kedua, tetapi syaratnya mereka harus meraih hasil maksimal di laga kandang. Cincinnati, di sisi lain, berambisi memperpanjang tren kemenangan untuk mengunci tempat di playoff. Laga di Nu Stadium diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kepentingan berbeda namun sama-sama mendesak.
Baca juga:Menurut laporan, tidak ada perubahan jadwal untuk pertandingan ini. Kick-off dijadwalkan pada Rabu malam waktu setempat. Penggemar dapat menyaksikan laga melalui platform streaming resmi MLS. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terakhir kedua tim, termasuk kemungkinan rotasi pemain menjelang akhir musim reguler.
Bagi Inter Miami, laga melawan Cincinnati menjadi ajang pembuktian bahwa kekalahan dari New York Red Bulls hanyalah catatan minor. Bagi Cincinnati, ini adalah kesempatan emas untuk mencuri poin di kandang lawan dan memperkokoh posisi di zona playoff. Publik sepak bola Amerika Serikat akan menyoroti apakah Messi dan kawan-kawan mampu bangkit, atau justru Cincinnati yang kembali mencuri perhatian setelah mengalahkan DC United dalam dua pertemuan terakhir.












