LeBron James Absen di Laga Kedua Back-to-Back, Siap Kembali Lawan Bulls

LeBron James Absen di Laga Kedua Back-to-Back, Siap Kembali Lawan Bulls
LeBron James Absen di Laga Kedua Back-to-Back, Siap Kembali Lawan Bulls

Sorothari – 02 November 2026 | LeBron James tidak tercantum dalam laporan cedera menjelang pertandingan Philadelphia 76ers melawan Chicago Bulls pada Senin waktu setempat. Kabar ini menjadi sinyal positif bagi tim asuhan Nick Nurse setelah bintang berusia 41 tahun itu absen pada laga kedua rangkaian back-to-back melawan Charlotte Hornets, Sabtu lalu, akibat masalah sciatica atau nyeri saraf panggul.

Menurut laporan cedera resmi NBA, kondisi James sudah membaik dan ia diproyeksikan kembali memperkuat Sixers. Namun, komposisi starting lineup masih bergantung pada status Joel Embiid yang masih diragukan tampil karena cedera kaki. Jika Embiid bisa bermain, Dean Wade kemungkinan kembali ke bangku cadangan. Sebaliknya, bila Embiid absen, Sixers berpotensi tampil tanpa center murni dengan memainkan James dan Wade secara bersamaan, sementara Adem Bona tetap menjadi opsi cadangan.

Baca juga:
Dalen Terry Kembali ke Peran Rotasi, Warriors Siapkan Starting Five Utama

Kontribusi James di Awal Musim 2026/2027

Musim reguler NBA 2026/2027 menjadi babak baru bagi LeBron James. Untuk pertama kalinya, ia membela Philadelphia 76ers setelah meninggalkan Los Angeles Lakers. Meski sudah tidak muda lagi, James tetap menunjukkan produktivitasnya. Dalam debutnya di musim reguler melawan New York Knicks pada 20 Oktober 2026, ia mencatat 14 poin, 9 rebound, 7 assist, dan 1 steal dalam kemenangan 106-100 di Madison Square Garden.

Hingga 2 November 2026, James telah tampil dalam empat pertandingan dengan rata-rata 16,4 poin, 7,0 assist, 7,0 rebound, 1,6 steal, dan 1,0 block per pertandingan. Angka tersebut memang tidak sefantastis saat ia masih membela Lakers, di mana ia mencatat rata-rata 25,9 poin, 7,7 rebound, dan 7,9 assist dalam 479 pertandingan musim reguler. Namun, peran James di Sixers telah bergeser. Ia kini lebih banyak berfungsi sebagai playmaker, memberikan ruang bagi Tyrese Maxey dan Jaylen Brown untuk mencetak angka.

Perubahan peran ini tidak lepas dari komposisi roster Sixers yang bertabur bintang. Selain Maxey dan Brown, ada rookie VJ Edgecombe serta Joel Embiid yang sudah menjadi tulang punggung tim selama 11 musim. James pun tidak perlu menjadi tumpuan utama dalam mencetak poin. Fleksibilitasnya sebagai pengatur serangan membuat serangan Sixers lebih variatif dan sulit diprediksi.

Adaptasi Cepat dan Chemistry dengan Rekan Setim

Adaptasi James di Philadelphia terbilang mulus. Ia sudah mengenal Embiid sejak keduanya memperkuat Timnas Amerika Serikat di Olimpiade Paris 2024. Dalam wawancara seusai sesi scrimmage pada 3 Oktober 2026, James menyebut awal kebersamaan tim sebagai hal yang baik. Menurutnya, para pemain menunjukkan kerja sama solid selama latihan. Ia juga mulai membangun chemistry dengan Maxey dan Brown, yang terlihat pada laga pembuka melawan Knicks ketika ketiganya menjadi pencetak angka terbanyak bagi Sixers.

Baca juga:
Messi Siap Bermain, Inter Miami Hadapi New England Revolution dalam Duel Krusial

Selain itu, James tetap aktif di luar lapangan. Ia terlibat dalam kontes tripoin amal melawan YouTuber MrBeast yang dirilis Sabtu lalu. Dalam video berjudul Beat LeBron, Win $100,000, James berhasil mengalahkan MrBeast dengan skor tipis 6-5 dan menyumbangkan $100.000 untuk LeBron James Family Foundation. Meski sempat bercanda bahwa dirinya bukan Steph Curry, James tetap menunjukkan kemampuan menembak yang memadai. Kontes ini direkam di Akron, Ohio, pada musim panas sebelum ia bergabung dengan Sixers.

Di sisi lain, James juga sempat menjadi sorotan karena tingkah lakunya terhadap dua penggemar muda. Dalam sebuah video yang beredar, ia terlihat menjulurkan lidah kepada dua anak yang meminta tos sebelum masuk ke terowongan arena. Insiden kecil ini menuai beragam reaksi dari warganet, meski tidak mengurangi dukungan terhadapnya.

Dampak bagi Sixers dan Persaingan di Wilayah Timur

Kehadiran James di Sixers memberikan dampak signifikan. Tim ini mengoleksi empat kemenangan dari enam laga yang ia jalani, dengan satu-satunya kekalahan terjadi saat takluk 93-106 dari Detroit Pistons. Kemenangan penting diraih atas Cleveland Cavaliers (114-106), Indiana Pacers (114-109), dan New York Knicks (98-93). Dengan komposisi pemain yang lengkap, Sixers disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat di Wilayah Timur.

James sendiri menyebut ada satu sifat tim yang bisa menjadi modal menuju gelar juara. Meski tidak merinci secara spesifik, pernyataan tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap potensi Sixers. Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih bisa berkontribusi di level tinggi, baik sebagai pencetak angka maupun pengatur serangan.

Baca juga:
Inter Miami Tantang New England Revolution di Gillette Stadium, Messi Siap Main

Dengan kembalinya James ke lineup, Sixers berharap dapat melanjutkan tren positif. Pertandingan melawan Bulls pada Senin akan menjadi ujian berikutnya. Jika Embiid absen, James kemungkinan harus mengambil peran lebih besar, termasuk bermain di posisi center seperti yang ia lakukan pada laga melawan Pistons. Fleksibilitas ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Nick Nurse dalam meracik strategi.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari tim mengenai menit bermain James ke depan. Namun, mengingat usianya yang tidak lagi muda, manajemen beban kerja akan menjadi perhatian utama. Sixers perlu memastikan James tetap bugar sepanjang musim panjang NBA. Perkembangan selanjutnya akan terlihat saat daftar pemain resmi diumumkan menjelang tip-off.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *