Pujian Fàbregas untuk Samuele Ricci dan Jalan Baru Gelandang Buangan AC Milan di Como

Pujian Fàbregas untuk Samuele Ricci dan Jalan Baru Gelandang Buangan AC Milan di Como
Pujian Fàbregas untuk Samuele Ricci dan Jalan Baru Gelandang Buangan AC Milan di Como

Sorothari – 06 November 2026 | Nama Samuele Ricci kembali mencuri perhatian di sepak bola Italia setelah pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas, melontarkan pujian luar biasa terhadap gelandang pinjaman AC Milan tersebut. Ricci bahkan disebut memiliki karakter permainan yang mengingatkan pada dua legenda Italia, Francesco Totti dan Andrea Pirlo. Pujian itu muncul usai Como mengalahkan Venezia 1-0 dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu, 1 November 2026.

Kemenangan Como ditentukan melalui penalti Lucas Da Cunha pada menit ke-43. Tambahan tiga poin membuat Como mengumpulkan 23 poin dari sepuluh pertandingan. Namun, sorotan utama justru tertuju pada Ricci yang dinilai mulai memperlihatkan kualitas yang pernah membuatnya menjadi salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Italia.

Baca juga:
Gol Penalti Lucas Da Cunha Bawa Como Kalahkan Venezia 1-0

Menurut laporan Football Italia, Senin, 2 November 2026, Fàbregas mengaku puas melihat perkembangan gelandang berusia 25 tahun itu. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Ricci mulai kembali menunjukkan karakter permainan seperti ketika masih memperkuat Torino. “Saya sangat senang dengan Ricci. Saya melihat Samu yang saya kenal di Torino dan Milan,” kata Fàbregas seusai pertandingan.

Fàbregas bahkan menyebut Ricci memiliki teknik, kemampuan fisik, dan mentalitas yang diperlukan untuk berkembang menjadi gelandang papan atas. Ia menilai pemain tim nasional Italia itu mampu mengendalikan permainan dan membaca situasi dengan baik. Pujian tersebut menjadi angin segar bagi Ricci yang sempat kesulitan menembus tim utama AC Milan.

Perjalanan Karier Samuele Ricci

Samuele Ricci lahir di Pontedera, Italia, pada 21 Agustus 2001. Kini ia berusia 25 tahun, memiliki tinggi badan 181 sentimeter, dan berposisi utama sebagai gelandang bertahan. Ricci dikenal sebagai pemain berkaki kanan yang mampu menjalankan peran pengatur permainan dari lini tengah maupun gelandang box-to-box.

Ricci merupakan jebolan akademi Empoli dan membuat debut profesional pada September 2019. Pada Januari 2022, ia dipinjamkan ke Torino sebelum akhirnya dipermanenkan. Selama memperkuat Torino, Ricci tampil 113 kali di semua ajang dengan torehan empat gol dan menjadi bagian penting di lini tengah.

Pada musim panas 2025, AC Milan merekrut Ricci dari Torino dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro. Sang pemain menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029 dengan opsi perpanjangan hingga 30 Juni 2030. Dalam konferensi pers perdananya, Ricci menyebut kepindahan ke Milan sebagai momen terbaik dalam kariernya.

“Ini momen terbaik dalam karier saya. Torino telah memberikan banyak hal, bahkan saya membuat postingan khusus untuk berterima kasih,” ujar Ricci seperti dikutip TMW. “Sekarang saya telah membuat pilihan penting dan mengambil langkah besar. Saya berada di Milan, klub dengan sejarah besar dan prestise global. Saya di sini untuk membalas kepercayaan yang diberikan klub,” lanjutnya.

Ricci juga mengaku tidak ragu sedikit pun ketika Milan datang dengan tawaran. Ia menyebut klub raksasa Serie A itu sebagai tempat yang tepat untuk mengembangkan kariernya ke level lebih tinggi. Kesan pertamanya bekerja sama dengan pelatih Massimiliano Allegri pun positif. Menurut Ricci, sang pelatih memiliki karakter yang menyenangkan dan mudah diajak berkomunikasi.

Baca juga:
Como 1907 Pesta Gol 9-1 di Liga Champions, Hattrick Douvikas Bawa Tembus Empat Besar

Bagi Ricci, bergabung dengan AC Milan adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia mengaku telah menjadi penggemar Rossoneri sejak masih anak-anak. Dalam wawancara bersama Gazzetta dello Sport, ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Torino yang telah memberinya ruang dan kepercayaan untuk berkembang menjadi pemain profesional.

“Saya berterima kasih kepada presiden (Urbano) Cairo, klub, dan seluruh komunitas Torino, yang langsung menyambut saya seperti anak sendiri dan memberi saya kesempatan untuk datang ke sini,” kenang Ricci.

Gol Perdana dan Mentalitas Tak Cepat Puas

Meski kesempatan bermain di AC Milan terbatas, Ricci sempat menorehkan momen istimewa. Pada 29 Oktober 2025, ia mencetak gol perdananya untuk Rossoneri dalam laga melawan Atalanta yang berakhir imbang 1-1 di Gewiss Stadium. Ricci membuka keunggulan Milan di menit-menit awal, sebelum Ademola Lookman menyamakan kedudukan.

Pertandingan itu disaksikan langsung oleh pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso. Usai laga, Ricci mengungkapkan perasaannya kepada Milan TV. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan pribadinya tidak mengurangi semangatnya untuk terus berjuang bersama tim.

“Kami tidak pernah mau cepat puas,” ujar Ricci. “Kami selalu ingin menang, meski itu tidak selalu bisa terjadi. Suasana di ruang ganti kali ini berbeda dibanding hasil imbang melawan Pisa.”

Ricci juga menyoroti performa tim yang meningkat di babak kedua. Menurutnya, Milan membuat terlalu banyak kesalahan di babak pertama, tetapi tampil lebih baik setelah pergantian pemain. Ia menilai timnya masih ada dan terus berjuang.

Ricci tak menyangka bisa mencetak gol untuk klub sebesar AC Milan dalam waktu relatif singkat. Ia menyebut hal itu sebagai pencapaian yang dulu hanya bisa ia impikan. Namun, kesempatan bermain yang terbatas di San Siro membuatnya harus mencari pengalaman baru.

Baca juga:
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang

Petualangan Baru di Como

Pada musim 2026/2027, Ricci memutuskan meninggalkan AC Milan dengan status pinjaman ke Como. Keputusan itu membuka peluang baginya untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di tangan Fàbregas, Ricci mulai mendapatkan apresiasi atas kecerdasan, teknik, dan kemampuannya mengendalikan permainan.

Pujian Fàbregas menjadi sinyal bahwa Ricci masih memiliki masa depan cerah. Pelatih yang pernah memperkuat Barcelona dan Arsenal itu menilai Ricci memiliki karakter permainan yang mengingatkan pada Totti dan Pirlo. Perbandingan tersebut tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Ricci untuk terus berkembang.

Hingga saat ini, Ricci masih berstatus pemain pinjaman di Como. Belum ada keterangan resmi mengenai masa depannya bersama AC Milan. Namun, performa impresifnya di Como dapat menjadi pertimbangan bagi manajemen Rossoneri untuk mengambil keputusan pada akhir musim.

Ricci akan terus berusaha membuktikan bahwa dirinya layak berseragam AC Milan. Dengan kerja keras dan dukungan dari pelatih seperti Fàbregas, gelandang kelahiran Pontedera itu berpeluang besar mengembangkan kariernya ke level yang lebih tinggi. Publik Italia pun menantikan kelanjutan kiprah Samuele Ricci di dunia sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *