Apple Siapkan MacBook Pro Touchscreen Generasi Kedua dengan Chip M7, M6 MacBook Pro Tetap Jadi Pilihan Entry-Level

Apple Siapkan MacBook Pro Touchscreen Generasi Kedua dengan Chip M7, M6 MacBook Pro Tetap Jadi Pilihan Entry-Level
Apple Siapkan MacBook Pro Touchscreen Generasi Kedua dengan Chip M7, M6 MacBook Pro Tetap Jadi Pilihan Entry-Level

Sorothari – 02 November 2026 | Apple dikabarkan tengah menyiapkan generasi kedua MacBook Pro layar sentuh yang akan menggunakan chip M7 Pro dan M7 Max. Rencana ini muncul hanya beberapa bulan setelah perusahaan merilis lini MacBook Pro touchscreen pertama pada akhir Oktober 2026. Sementara itu, varian m6 macbook pro yang diperkenalkan lebih dulu tetap menjadi pilihan entry-level dengan desain dan layar generasi sebelumnya. Menurut laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, model high-end baru tersebut dijadwalkan meluncur pada akhir 2027 dan dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI).

Apple diketahui melompati generasi M6 Pro dan M6 Max, dan langsung beralih ke chip M7 Pro serta M7 Max untuk lini MacBook Pro touchscreen kelas atas. Langkah ini menandai percepatan siklus pembaruan chip pada jajaran produk profesional Apple. Gurman juga menyebut bahwa Apple berencana menghadirkan varian 14 inci dengan chip M7 standar yang membawa desain lebih tipis dan ringan serta bezel lebih ramping, seperti yang sebelumnya diperkenalkan pada model high-end.

Baca juga:
Lanskap Data Centre Sydney Berubah: Pipa 26,8 GW, Protes AI, dan Investigasi Google

Dua Lini MacBook Pro yang Berbeda

Saat ini, Apple memasarkan dua keluarga MacBook Pro yang cukup berbeda. Pertama, model 14 inci dengan chip M6 yang diumumkan pada 27 Oktober 2026. Model ini mempertahankan desain Liquid Retina XDR Display tanpa dukungan layar sentuh, tetapi menawarkan peningkatan performa CPU, GPU, dan AI, serta konektivitas Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Kedua, lini MacBook Pro touchscreen dengan chip M5 Pro dan M5 Max yang diumumkan sehari kemudian, 28 Oktober 2026, dalam ukuran 14 inci dan 16 inci.

Perbedaan mencolok terletak pada pilihan bagi konsumen. Jika menginginkan chip terbaru M6, pembeli harus menerima bodi dan layar model lama. Sebaliknya, untuk mendapatkan desain baru yang lebih ringan hingga 220 gram, layar sentuh, dan Dynamic Island, konsumen harus memilih chip M5 Pro atau M5 Max yang merupakan generasi satu tingkat di bawah M6. Situasi ini memunculkan keunikan tersendiri di jajaran produk Apple.

Spesifikasi dan Performa M6 MacBook Pro

Meski bukan bagian dari lini touchscreen, m6 macbook pro menawarkan peningkatan signifikan. Chip M6 mengombinasikan CPU 12 inti dan GPU 12 inti, masing-masing bertambah dua inti dibandingkan generasi M5. Apple mengklaim performa grafis hingga 30 persen lebih cepat dari M5, sementara beban kerja AI on-device meningkat hingga 25 persen. Dual Neural Engine 16 inti disebut mampu memberikan performa hingga 1,9 kali lebih cepat, dengan Neural Accelerator tertanam di setiap inti GPU.

Baca juga:
Anthropic Rilis Claude Duet, Agen AI Proaktif yang Bekerja Tanpa Diminta

Untuk pengguna yang beralih dari Mac berbasis Apple silicon generasi awal, peningkatan yang ditawarkan jauh lebih besar. Apple mengeklaim grafis hingga 11 kali lebih cepat dan performa AI hingga 13 kali lebih cepat dibandingkan MacBook Pro M1 dalam beberapa uji beban kerja. Dibandingkan langsung dengan M5, mesin baru ini diklaim hingga 1,3 kali lebih cepat untuk rendering ray-traced di Blender dan kompilasi proyek Xcode.

M6 MacBook Pro hadir dengan memori terpadu 16 GB dan dapat dikonfigurasi hingga 32 GB, dengan bandwidth memori mencapai 170 GB/s. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 24 jam, yang disebut Apple sebagai daya tahan terpanjang pada Mac. Perangkat ini juga mendukung pengisian cepat yang mampu mengisi hingga 50 persen dalam 30 menit, serta dilengkapi port HDMI, MagSafe 3, tiga port Thunderbolt 4, pembaca kartu SDXC, dan jack audio. Model ini akan menjalankan macOS 27 Golden Gate dan mulai dikirim ke konsumen pada 6 November 2026, dengan harga mulai sekitar 4.600 dolar AS dan versi tertinggi mencapai sekitar 9.200 dolar AS.

Lini Touchscreen M5 Pro dan M5 Max

Di sisi lain, MacBook Pro touchscreen generasi pertama membawa layar PROLED XDR dengan teknologi tandem OLED, mendukung gestur sentuh seperti menggeser, mencubit untuk memperbesar, dan menyeret konten. Fitur ini disebut berguna untuk memanipulasi model 3D dan memainkan instrumen musik di layar. Apple juga menghadirkan Dynamic Island untuk pertama kalinya di Mac, menggantikan notch tradisional. Lini ini menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max dengan memori terpadu hingga 128 GB dan penyimpanan hingga 16 TB, serta sistem audio enam speaker dengan bass 50 persen lebih dalam.

Baca juga:
Harga Xiaomi 18 Pro dan Pro Max di Eropa Bikin Geleng Kepala, Taka Ada yang Murah

Meski demikian, respons terhadap fitur layar sentuh pada laptop Mac tergolong beragam. Mark Ellis, reviewer teknologi asal Inggris, menyambut baik kemampuan sentuh untuk proyek kreasi musik. Namun Noel Campion, penggemar fotografi yang menulis untuk Irish Examiner, mengaku tidak menyukai layar sentuh pada laptop. Sementara Marques Brownlee, YouTuber teknologi, menyatakan bahwa fitur sentuh bukan hal yang selama ini ia cari dari MacBook Pro; ia justru lebih tertarik pada bobot perangkat yang lebih ringan.

Dampak bagi Portofolio Apple

Menjalankan dua lini MacBook Pro high-end secara bersamaan berpotensi menimbulkan komplikasi bagi Apple. Menurut Gurman, perusahaan harus mengelola upaya rekayasa, pemasaran, dan manufaktur yang terpisah untuk kedua model. Karena kisaran harganya relatif berdekatan, Apple mungkin pada akhirnya akan menggabungkan kedua lini tersebut untuk menyederhanakan portofolio MacBook Pro. Rencana peluncuran MacBook Pro touchscreen generasi kedua dengan chip M7 Pro dan M7 Max pada akhir 2027 akan menjadi indikasi arah strategi Apple dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *