Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Lima Pekan, BTC USD Dekati USD77.000

Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Lima Pekan, BTC USD Dekati USD77.000
Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Lima Pekan, BTC USD Dekati USD77.000

Sorothari – 02 November 2026 | Harga Bitcoin (BTC) terhadap dolar AS (BTC USD) merosot ke level terendah dalam lima pekan pada Jumat, 30 Oktober 2026, di tengah gelombang aksi jual di pasar saham teknologi dan laporan dugaan peretasan bursa kripto Binance. Berdasarkan data TradingView, BTC/USD sempat menyentuh USD76.301 sebelum sedikit beringsut ke sekitar USD77.000 pada pembukaan Wall Street. Pelemahan ini menandai Oktober terburuk bagi Bitcoin dalam 12 tahun terakhir.

Menurut laporan The Economic Times, aksi jual dipicu likuidasi posisi berleverage senilai USD1,49 miliar di pasar kripto. Trader dengan posisi long menanggung kerugian terbesar, sehingga tekanan jual semakin dalam. Meski demikian, dana yang mengalir ke exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat masih mencatatkan inflow bersih, memberikan sinyal bahwa minat investor institusional belum sepenuhnya pudar.

Baca juga:
Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar

Kekhawatiran pasar bertambah setelah beredar laporan adanya pelanggaran keamanan di Binance. Investigasi awal mengindikasikan insiden tersebut mungkin disebabkan oleh laptop karyawan yang terkompromi, yang berpotensi menjadi salah satu peretasan kripto terbesar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Binance mengenai kronologi dan dampak insiden tersebut.

Tekanan dari Pasar Saham Teknologi

Selain faktor internal kripto, sentimen negatif datang dari pasar saham global. Saham raksasa teknologi Intel anjlok hampir 30 persen pada pembukaan Jumat setelah perusahaan memberi panduan penjualan kuartal IV yang lebih lemah dari perkiraan pasar. Indeks Nasdaq Composite, yang padat saham teknologi, turun 2,5 persen ke level sekitar 25.500, level terendah sejak 3 Agustus 2026.

JPMorgan dalam catatannya yang dikutip CNBC menyebut bahwa kekhawatiran baru terhadap monetisasi kecerdasan buatan (AI) kemungkinan akan melanjutkan rotasi ekuitas, dengan indeks yang lebih luas mencerminkan pelemahan sektor teknologi. Tekanan ini merembet ke aset safe haven seperti emas, yang diperdagangkan serendah USD3.891 per ons, terlemah dalam setahun terakhir.

Baca juga:
Dana Sawit Rp176,1 Triliun Disorot, BPDP Diminta Transparan

Analis menilai korelasi antara Bitcoin dan saham teknologi masih kuat, terutama di tengah ketidakpastian makro. Meski Bitcoin sering dipromosikan sebagai aset lindung nilai, dalam praktiknya aset kripto ini cenderung bergerak seiring dengan selera risiko investor global.

Dampak bagi Investor dan Pasar Kripto

Penurunan BTC USD di bawah USD80.000 menempatkan harga di bawah sejumlah level teknikal penting. Sejumlah analis memperkirakan support berikutnya berada di kisaran USD75.000, sementara resistance terdekat di USD82.000. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang pemilihan midterm AS pada 3 November 2026, yang menurut analis Takeuchi dalam laporannya cenderung menjadi faktor pelemahan dolar AS.

Dalam analisisnya, Takeuchi menyebut kemenangan Partai Demokrat dalam midterm berpotensi menghasilkan kebuntuan politik, regulasi lebih ketat terhadap pusat data, penurunan harga saham, dan suku bunga yang lebih rendah—kombinasi yang secara historis melemahkan dolar AS. Namun, untuk Bitcoin sendiri, arah pergerakan masih bergantung pada arus likuidasi dan sentimen risiko global.

Baca juga:
Defisit APBN 9M26 Capai Rp319 Triliun, Menkeu Perintahkan Pemangkasan Anggaran

Bagi investor ritel, kondisi ini menjadi pengingat akan tingginya risiko di pasar kripto yang dikenal spekulatif dan beroperasi 24 jam. Sementara itu, CL Ai Agent, salah satu token kripto alternatif, juga mencatat pelemahan 9,51 persen dalam 24 jam terakhir dengan harga 0,00126 euro (0,00141 dolar AS) dan kapitalisasi pasar 249.405 euro, menduduki peringkat ke-4.629 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Hingga saat ini, pasar menanti klarifikasi resmi dari Binance serta rilis data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Perkembangan situasi keamanan bursa dan hasil pemilihan midterm akan menjadi katalis penting bagi arah BTC USD dalam beberapa pekan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *