Sidang Senat AS Memanas: Hegseth dan Demokrat Adu Argumen soal Strategi Perang Iran

Sidang Senat AS Memanas: Hegseth dan Demokrat Adu Argumen soal Strategi Perang Iran
Sidang Senat AS Memanas: Hegseth dan Demokrat Adu Argumen soal Strategi Perang Iran

Sorothari – 23 Juli 2026 | Sidang Senat AS memanas, Hegseth dan Demokrat bertengkar soal perang Iran dalam rapat Komite Alokasi Anggaran Senat pada Selasa (21/7/2026). Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menghadiri sidang untuk mempertahankan permintaan anggaran tambahan sebesar 67 miliar dolar AS dari Presiden Donald Trump. Namun, pertanyaan sederhana dari Senator Demokrat Gary Peters memicu perdebatan sengit.

Peters, senator dari Michigan, menekan Hegseth untuk menjelaskan strategi jangka panjang pemerintah dalam memenangkan dan mengakhiri perang melawan Iran. Ia menilai posisi Amerika Serikat justru lebih buruk dibandingkan saat konflik dimulai pada 28 Februari 2026. “Anda tidak memiliki strategi, tidak memiliki rencana jangka panjang untuk benar-benar memenangkan perang ini,” ujar Peters, seperti dikutip dari laporan media. Para prajurit, kata Peters, mampu melaksanakan misi, tetapi mereka membutuhkan kepemimpinan yang jelas dari pemerintahan.

Baca juga:
DPR AS Setujui Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Misi Militer di Iran

Alih-alih memaparkan peta jalan atau jadwal penarikan pasukan, Hegseth membalas dengan nada keras. Ia menuding Partai Demokrat menderita “Trump derangement syndrome” dan menghambat pendanaan bagi pasukan. “Kapan Anda akan menunjukkan kepemimpinan dan menghadapi rekan-rekan Demokrat Anda yang tidak mau mendanai pasukan, yang memainkan politik partisan sementara Anda tidak memberikan uang kepada kami?” kata Hegseth. Ia menambahkan bahwa operasi militer tidak dapat dipertahankan tanpa tambahan dana dari Kongres.

Dalam kesaksiannya, Hegseth juga mengungkapkan bahwa biaya perang Iran telah mencapai 37,5 miliar dolar AS, meningkat 8,5 miliar dolar dari estimasi sebelumnya pada 12 Mei. Ia memperingatkan Pentagon akan menghadapi kekurangan anggaran kritis yang dapat mengganggu pembayaran gaji personel, penggantian peralatan, dan keberlangsungan operasi jika tambahan dana darurat tidak segera disetujui. Sekitar sepertiga dari 67 miliar dolar yang diminta akan digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk dukungan bagi pasukan yang dikerahkan, sementara sisanya untuk investasi jangka panjang seperti percepatan produksi amunisi.

Baca juga:
Trump Minta Tambahan Rp1.568 Triliun, Pete Hegseth Berang Saat Ditanya Ujung Perang

Sidang yang dipimpin Senator Republik Susan Collins itu sejatinya membahas permintaan pendanaan tambahan yang diajukan Gedung Putih pada 24 Juni. Namun, pertukaran argumen antara Hegseth dan Peters mengubah fokus rapat menjadi perdebatan tentang tanggung jawab politik dan arah perang. Kongres sebelumnya telah berupaya memaksa Trump menghentikan operasi militer melalui resolusi kewenangan perang, mencerminkan kegelisahan di kalangan anggota parlemen, termasuk sebagian politisi Republik.

Perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama. Konflik berkembang menjadi perang terbuka yang mengganggu keamanan kawasan dan perdagangan energi, terutama di Selat Hormuz. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai tujuan akhir Washington: apakah sebatas melemahkan militer Iran, membuka kembali jalur pelayaran, memaksa Teheran menerima kesepakatan, atau mendorong perubahan politik yang lebih luas.

Baca juga:
Dody Hanggodo Tantang Publik Buktikan Aisyah Zakiyyah Keponakannya, Hadiah Umrah Gratis

Ketegangan dalam sidang tersebut menunjukkan meningkatnya frustrasi di kalangan legislatif atas kurangnya strategi yang jelas dari pemerintahan Trump. Hegseth, dalam pernyataannya, terus mendesak Kongres untuk segera menyetujui pendanaan tambahan tanpa syarat. Namun, kritik dari Demokrat seperti Peters menuntut pertanggungjawaban lebih dari sekadar angka anggaran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan dari Komite Alokasi Anggaran terkait permintaan dana darurat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *