Olah TKP Kasus Ketua DPRD Bone Lempar Kue ke Staf: CCTV Rusak, Polisi Hadirkan Korban

Olah TKP Kasus Ketua DPRD Bone Lempar Kue ke Staf: CCTV Rusak, Polisi Hadirkan Korban
Olah TKP Kasus Ketua DPRD Bone Lempar Kue ke Staf: CCTV Rusak, Polisi Hadirkan Korban

Sorothari – 27 Juli 2026 | Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan penganiayaan yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap stafnya, Yuli Nofita Sari. Dalam proses olah TKP tersebut, terungkap bahwa kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian ternyata rusak, sehingga tidak dapat merekam insiden yang diduga terjadi pada Rabu (22/7/2026) di kantin DPRD Bone.

Olah TKP dilakukan pada Sabtu (25/7/2026) oleh lima personel Satreskrim Polres Bone di kantin DPRD Bone yang berlokasi di Jalan Reformasi, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Yuli Nofita Sari dihadirkan untuk memperagakan kronologi kejadian sesuai laporan yang telah disampaikannya. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Ali Arisandi. Dalam proses tersebut, Yuli menunjukkan titik awal saat dipanggil, posisi berhadapan dengan Andi Tenri, hingga lokasi diduga terjadinya pelemparan kue dan penyiraman air.

Baca juga:
Sidang Korupsi Sudewo: 6 Kades Bersaksi, Jabatan Sekdes di Pati Diduga Dibanderol Rp225 Juta

Menurut keterangan Yuli, insiden bermula saat ia diminta menyajikan kue untuk tamu Andi Tenri yang akan disambut di lounge DPRD Bone. Yuli menyediakan dua kue untuk dua tamu. Namun, ia kemudian ditelepon kembali oleh Andi Tenri untuk menyiapkan tambahan kue karena ada tamu lain. Yuli sempat mengecek stok di lounge dan mendapat informasi bahwa satu kue telah dibawa ke kantin. Saat itulah Yuli dipanggil ke kantin dan diduga dilempar kue ke wajahnya. Tidak hanya itu, Yuli juga mengaku wajahnya disiram air dari botol minuman, lalu botol tersebut dilempar ke arahnya. Bahkan, sebuah botol berisi cabai juga ikut dilemparkan. Yuli menirukan ucapan Andi Tenri saat kejadian: “Ini kue kamu memang beli.”

Proses olah TKP dilakukan dengan memasang garis polisi di area kantin. Penyidik memeriksa sejumlah titik untuk mencocokkan keterangan korban dengan kondisi lapangan. Kuasa hukum Yuli, Ali Arisandi, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mengungkap fakta, termasuk kondisi CCTV yang ternyata tidak berfungsi. Seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa CCTV yang berada di area dalam masjid kompleks DPRD Bone mengalami kerusakan sehingga tidak menyimpan rekaman. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan sejak kapan perangkat tersebut rusak.

Baca juga:
2 Wanita Open BO Pasang Foto Palsu Tipu ASN hingga Tewas di Medan, Konsultasi ke AI Setelah Kejadian

Yuli Nofita Sari, yang berstatus sebagai staf PPPK paruh waktu di Sekretariat DPRD Bone, menyatakan rasa heran dan kecewa atas perlakuan yang diterimanya. “Padahal tidak ada salahku. Begitu kah namanya ketua DPRD,” ujarnya kepada wartawan usai kejadian. Insiden ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang pimpinan daerah. Andi Tenri Walinonong sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti lain di lokasi.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pejabat publik terhadap bawahannya. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan adil. Polres Bone pun berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis alat bukti yang ada, termasuk kemungkinan adanya rekaman dari perangkat lain di sekitar TKP.

Baca juga:
Polres Tabanan Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Maling Ayam di Baturiti, Peluang Bertambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *