Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa

Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa
Tiga Hari Setelah Titip Rp2 Juta untuk Sekolah Anak, Maling Ayam di Tabanan Tewas Dihakimi Massa

Sorothari – 28 Juli 2026 | Tiga hari setelah menitipkan uang Rp2,7 juta untuk biaya gedung sekolah anaknya, seorang pria berinisial KD ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa tragis ini bermula dari tuduhan bahwa KD mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Saat musim panen cengkih, ia menjadi buruh petik, dan di luar musim ia bekerja sebagai buruh cangkul. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masih bersekolah.

Baca juga:
Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi

Sepupu korban, Made Parta, mengungkapkan bahwa sebelum menghilang, KD sempat menyerahkan uang tunai sekitar Rp2,7 juta kepada istrinya untuk membayar uang gedung anak sulungnya yang akan masuk sekolah menengah atas swasta. “Begitu almarhum menyerahkan uang Rp2 juta sekian itu, terus dia menghilang. Tapi untuk uang gedung itu sudah ter-cover, sudah dibayarkan sama istrinya,” ujar Parta di rumah duka, Minggu (26/7/2026).

Setelah tiga hari tak kunjung pulang, keluarga mulai khawatir. Kepala dusun dan perbekel setempat kemudian mendatangi rumah keluarga KD untuk mengabarkan adanya penemuan jenazah di kawasan Baturiti. Keluarga bergegas ke Polsek Baturiti dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan untuk mengidentifikasi korban. Awalnya, keluarga mengira KD meninggal secara wajar, bahkan sempat menandatangani surat perdamaian di polsek. Namun, setelah melihat rekaman video pengeroyokan yang beredar luas di media sosial, keluarga baru mengetahui bahwa KD diduga menjadi korban main hakim sendiri.

“Saya kira meninggal biasa. Setelah pulang baru lihat video di media sosial, saya kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya,” ungkap Parta.

Baca juga:
Polres Tabanan Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Maling Ayam di Baturiti, Peluang Bertambah

Menurut keterangan polisi, peristiwa pengeroyokan terjadi setelah KD kepergok mencuri ayam aduan di Desa Batunya. Warga yang geram kemudian menangkap dan menghakimi KD hingga tewas. Informasi dari pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa KD ternyata seorang residivis dalam kasus pencurian yang terjadi pada tahun 2018.

Meski demikian, keluarga tidak mengetahui alasan KD nekat mencuri, mengingat kebutuhan uang gedung sekolah anaknya saat itu sudah terpenuhi. “Nah, itu saya kurang tahu (kenapa dia diduga mencuri ayam). Soalnya waktu uang Rp2.713.000 itu sudah ter-cover,” kata Parta.

Kabar kematian KD yang tragis menyentuh hati banyak orang. Sejumlah warga dan relawan menggalang donasi untuk membantu pendidikan kedua anak KD. Pegiat media sosial Ary Ulangun menyebutkan bahwa donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp190 juta. “Totalnya ada sekitar Rp190 jutaan. Rencana akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk pendidikan anaknya. Kami serahkan penuh dalam bentuk deposito agar tetap ada pengawasan ketika dananya digunakan. Harapan para donatur, dana ini benar-benar bisa mengamankan masa depan anak-anaknya,” ujar Ary.

Baca juga:
Siapa Setiawan? Terduga Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Morowali, Video Detik-detik Kejadian Viral

Selain uang tunai, warga juga memberikan bantuan sembako, kebutuhan rumah tangga, dan bahkan sebuah sepeda motor baru. Keluarga KD menyatakan mendukung penuh proses hukum yang berjalan untuk mengusut kasus pengeroyokan ini.

Peristiwa tiga hari setelah titip Rp2 juta untuk sekolah anak, maling ayam di Tabanan tewas dihakimi massa ini menjadi sorotan publik dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menewaskan seorang ayah yang baru saja berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dan belum ada laporan mengenai penangkapan pelaku pengeroyokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *