Siapa Setiawan? Terduga Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Morowali, Video Detik-detik Kejadian Viral

Siapa Setiawan? Terduga Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Morowali, Video Detik-detik Kejadian Viral
Siapa Setiawan? Terduga Pencuri Motor Tewas Dihakimi Massa di Morowali, Video Detik-detik Kejadian Viral

Sorothari – 29 Juli 2026 | Siapa Setiawan? Terduga pencuri tewas dihakimi massa di Morowali, video detik-detik kejadian viral menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang pria bernama Setiawan (32) dilaporkan tewas setelah dikeroyok warga di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (25/7/2026) malam. Korban diduga mencuri sepeda motor, namun keluarga dan warga kampung halamannya membantah tuduhan tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.05 Wita di Desa Bahomakmur. Setiawan yang merupakan warga Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sempat berlindung di dalam sebuah minimarket untuk menghindari amukan massa. Namun, warga yang sudah marah menyeretnya keluar dan memukulinya hingga tewas. Video singkat yang merekam detik-detik pengeroyokan pun beredar luas di platform media sosial dan memicu kecaman publik.

Baca juga:
Yusril Soroti Tewasnya Terduga Pencuri Ayam dan Motor Dikeroyok, Kritik Pengawasan Polisi

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan yang dihimpun, Setiawan pertama kali dipergoki warga saat tengah membawa kabur sepeda motor di sekitar pemukiman. Teriakan maling segera menyebar, dan puluhan orang berkumpul untuk mengejar. Setiawan berlari ke arah minimarket dan masuk ke dalam, namun warga yang sudah terkumpul tidak terhalang. Mereka memaksa masuk, menyeret korban keluar, lalu melakukan penganiayaan. Beberapa saksi menyebutkan bahwa korban sudah dalam kondisi lemah sebelum akhirnya tewas di tempat.

Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan TKP dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa enam orang saksi. Rekaman video dari CCTV dan ponsel warga juga dikumpulkan untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan.

Sosok Setiawan: Baik dan Tidak Pernah Mencuri

Setiawan dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan baik oleh warga di kampung halamannya. Kepala Desa Kompang, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa Setiawan tidak pernah memiliki riwayat mencuri. Ia bekerja sebagai buruh serabutan dan sehari-hari membantu keluarganya. Korban meninggalkan seorang istri yang kini tengah berduka.

Baca juga:
Polres Tabanan Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Maling Ayam di Baturiti, Peluang Bertambah

Keluarga korban menegaskan bahwa Setiawan bukanlah pencuri. Mereka mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku pengeroyokan. Anggota DPRD Sulawesi Selatan juga turut menyoroti peristiwa ini dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap aksi main hakim sendiri.

Fenomena Main Hakim Sendiri yang Kembali Mencuat

Kasus Setiawan menjadi peristiwa kedua dalam waktu berdekatan setelah sebelumnya seorang pria berinisial KD tewas dikeroyok di Tabanan, Bali, karena diduga mencuri ayam. Kedua insiden ini kembali menyoroti bahaya aksi main hakim sendiri yang masih sering terjadi di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil tindakan di luar hukum dan melaporkan setiap dugaan tindak pidana kepada pihak berwajib.

Polisi pun mengimbau agar warga tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Penanganan kasus Setiawan kini berada di tangan Satreskrim Polres Morowali. Kapolres setempat menyatakan bahwa penyidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Pelaku pengeroyokan yang terbukti bersalah akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Baca juga:
Daftar Aset Gus Haris, Tangan Kanan Bupati Pemalang yang Disita KPK: Harley Davidson dan Honda CRF

Video detik-detik kejadian yang viral diharapkan dapat membantu polisi mengungkap identitas para pelaku. Masyarakat yang memiliki informasi tambahan diminta untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *