Laba Grup Chandra Asri TPIA-CDIA Merosot Tajam di Semester I

Laba Grup Chandra Asri TPIA-CDIA Merosot Tajam di Semester I
Laba Grup Chandra Asri TPIA-CDIA Merosot Tajam di Semester I

Sorothari – 30 Juli 2026 | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan anak usahanya PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan penurunan laba yang signifikan pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, laba bersih TPIA pada paruh pertama tahun ini hanya mencapai US$283,23 juta atau setara Rp5,06 triliun (kurs Rp17.899 per dolar AS). Angka tersebut merosot 77,53% dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$1,26 miliar.

Penurunan laba terjadi meskipun pendapatan perseroan meningkat tajam. TPIA membukukan pendapatan US$5,34 miliar pada semester I 2026, naik 83,6% secara tahunan (year on year) dari US$2,91 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan energi di pasar domestik sebesar US$5,40 juta, penjualan kimia domestik US$697,71 juta, serta penjualan energi dan kimia ke luar negeri masing-masing US$3,32 miliar dan US$1,25 miliar. Selain itu, pendapatan infrastruktur lokas dan luar negeri masing-masing US$56,72 juta dan US$7,90 juta.

Baca juga:
Rumor Akuisisi Bango oleh UNVR Dibantah, Grup Djarum Tegaskan Tidak Ada Rencana

Kenaikan pendapatan diiringi oleh lonjakan biaya produksi. Beban bahan baku serta produksi dan manufaktur naik menjadi US$4,46 miliar dari sebelumnya US$2,89 miliar. Beban penyusutan meningkat menjadi US$164,1 juta dari US$87 juta, sementara beban penjualan naik menjadi US$41,6 juta dari US$31,1 juta. Beban umum dan administrasi juga bertambah menjadi US$91,3 juta dari US$72,6 juta. Lebih lanjut, beban keuangan perseroan tercatat US$187,9 juta, lebih tinggi dibandingkan US$113,5 juta pada semester I 2025. Alhasil, laba bersih TPIA turun menjadi US$371,2 juta dari US$1,63 miliar secara tahunan. EBITDA perseroan tercatat sebesar US$802,6 juta.

Manajemen TPIA menyatakan bahwa perseroan terus memperkuat struktur permodalan. Langkah yang ditempuh antara lain meningkatkan porsi saham free float menjadi 25,7% serta menyelesaikan penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp6 triliun yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola, dan memperluas basis investor.

Baca juga:
Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian Hari Ini Bervariasi

Di sisi bisnis, TPIA melanjutkan integrasi energi pascaakuisisi Aster, termasuk transisi jaringan SPBU Esso dan pengembangan fasilitas di Pulau Bukom. Perseroan memperkirakan fasilitas tersebut mulai berkontribusi terhadap EBITDA sekitar US$20 juta per bulan mulai kuartal IV 2026. Sementara itu, proyek pembangunan pabrik chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2027. TPIA juga telah mengambil keputusan investasi akhir (final investment decision) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$80 juta guna memperkuat kapasitas ekspor dan integrasi rantai pasok regional.

Baca juga:
Menkeu Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Keluhan Anggaran Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *