Berita  

Dua Fenomena Gerhana Matahari Siap Terjadi pada 2027, Ini Jadwal dan Jalur Lintasannya

Dua Fenomena Gerhana Matahari Siap Terjadi pada 2027, Ini Jadwal dan Jalur Lintasannya
Dua Fenomena Gerhana Matahari Siap Terjadi pada 2027, Ini Jadwal dan Jalur Lintasannya

Sorothari – 05 September 2026 | Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi bahwa fenomena gerhana matahari akan terjadi sebanyak dua kali sepanjang tahun 2027. Peristiwa langit tersebut mencakup dua jenis yang berbeda, yakni gerhana cincin yang berlangsung pada Februari dan gerhana total yang melintas pada Agustus di berbagai belahan dunia.

Secara astronomis, gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi. Posisi ini menyebabkan bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi sehingga piringan Matahari tampak tertutup sebagian maupun seutuhnya dari sudut pandang pengamat di wilayah tertentu.

Baca juga:
Ragam Dinamika dan Fenomena Langit yang Warnai Awal September 2026

Mekanisme Terjadinya Gerhana Matahari

Perbedaan bentuk penampakan gerhana dipengaruhi oleh variasi jarak dan posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari. Ketika ukuran tampak Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari, bagian tepi Matahari akan tetap terlihat menyala menyerupai cincin api di langit. Fenomena inilah yang dikenal sebagai gerhana matahari cincin.

Sebaliknya, saat ukuran tampak Bulan cukup besar untuk menutup piringan Matahari secara sempurna dari pandangan pengamat, terciptalah gerhana matahari total. Wilayah daratan yang dilintasi oleh bayangan utama atau umbra Bulan disebut sebagai jalur totalitas, dengan lebar bayangan mencapai sekitar 480 kilometer.

Kondisi tersebut berbeda dengan gerhana Bulan. Berdasarkan data ilmiah, gerhana Bulan berlangsung ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menghalangi sinar Matahari yang mengarah ke permukaan Bulan.

Jadwal dan Rute Gerhana Matahari Cincin Februari 2027

Fenomena pertama pada tahun 2027 dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari dengan jenis gerhana matahari cincin. Menurut catatan katalog NASA, fase cincin maksimum fenomena ini diperkirakan berdurasi hingga 7 menit 51 detik, dengan titik puncak gerhana berada di koordinat sekitar 31,3 derajat Lintang Selatan dan 48,5 derajat Bujur Barat.

Baca juga:
Reformasi BGN: Ratusan Miliar Rupiah Kembali ke Kas Negara dari SPPG Bermasalah

Jalur fase cincin ini akan melintasi beberapa negara di kawasan Amerika Selatan dan Afrika, antara lain:

  • Chili
  • Argentina
  • Uruguay
  • Brasil
  • Pantai Gading
  • Ghana
  • Togo
  • Benin
  • Nigeria

Waktu pengamatan akan berbeda pada tiap lokasi. Sebagai gambaran, fase gerhana sebagian di Chili diproyeksikan mulai sekitar pukul 07.59 waktu setempat, sedangkan fase cincin berlangsung pada rentang pukul 11.46 hingga 11.59 waktu setempat. Sementara di Argentina, fase cincin dapat disaksikan sekitar pukul 11.51 hingga 12.35 waktu setempat. Wilayah yang berada di luar jalur cincin utama, seperti kawasan Antarktika, Samudra Pasifik Selatan, dan Samudra Atlantik Selatan, tetap berkesempatan mengamati gerhana sebagian.

Gerhana Matahari Total Agustus 2027 dan Wilayah Pengamatan

Fenomena kedua yang paling dinantikan para pengamat astronomi akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dalam bentuk gerhana matahari total. Jalur totalitas fenomena ini membentang melintasi wilayah Eropa selatan, Afrika Utara, hingga Semenanjung Arab.

NASA memetakan sejumlah negara yang masuk dalam jalur lintasan totalitas utama untuk menyaksikan fase puncak kegelapan penuh:

Baca juga:
Kewaspadaan Bahaya Ledakan dan Urgensi Penanganan Cepat di Sejumlah Daerah
  • Spanyol bagian selatan
  • Maroko
  • Aljazair
  • Tunisia
  • Libya
  • Mesir
  • Arab Saudi
  • Yaman

Di luar koridor totalitas tersebut, gerhana matahari sebagian mencakup area yang sangat luas, meliputi daratan Eropa, kawasan Timur Tengah, perairan Samudra Atlantik dan Hindia, bagian timur Kanada, wilayah utara Maine di Amerika Serikat, serta Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Kehadiran dua peristiwa gerhana matahari pada tahun 2027 menjadi momentum penting bagi komunitas sains internasional untuk meneliti dinamika tata surya dan interaksi benda-benda langit secara lebih mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *